
![]()
Akurasi.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) malam menyebabkan banjir di sejumlah titik ibu kota. Banjir terjadi setelah curah hujan tinggi yang berlangsung hampir sepanjang malam hingga Minggu (8/3/2026).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan banjir di Jakarta tidak sepenuhnya bisa dihilangkan meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk normalisasi sungai.
“Kalau kemudian menghilangkan sepenuhnya banjir Jakarta, enggak mungkin,” kata Pramono saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).
Menurut Pramono, hujan yang mengguyur Jakarta memiliki intensitas sangat tinggi. Ia menyebut curah hujan mencapai sekitar 264 milimeter dan berlangsung hampir seharian.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan upaya penanganan banjir melalui program normalisasi sungai. Tiga sungai yang saat ini menjadi fokus normalisasi adalah Sungai Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut.
Pramono menjelaskan, proyek normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan rampung pada 2027. Ia optimistis proyek tersebut dapat mengurangi potensi banjir di Jakarta.
“Cakung Lama mudah-mudahan di tahun 2027 itu akan selesai dan kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi geografis Jakarta menjadi salah satu faktor yang membuat banjir sulit dihilangkan sepenuhnya. Permukaan air laut yang kini lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di sebagian wilayah Jakarta menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan banjir.
148 RT Terendam Banjir
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebutkan hingga pukul 09.00 WIB tercatat sebanyak 148 RT dan 20 ruas jalan mengalami genangan.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 148 RT dan 20 jalan tergenang,” kata Isnawa dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









