
![]()
Jakarta, Akurasi.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Proses simbolis pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan disaksikan Wakil Gubernur Rano Karno serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Pramono tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB menggunakan LRT Jabodebek, disusul Sutiyoso atau Bang Yos pada pukul 09.08 WIB. Sebelum pembongkaran perdana dilakukan, Pramono dan Bang Yos meninjau layout rencana revitalisasi Jalan Rasuna Said yang mencakup penataan jalan, drainase, taman, dan jalur pedestrian.
Sekitar pukul 09.13 WIB, proses pengelasan untuk melepas besi penyangga tiang monorel mulai dilakukan sebagai tanda dimulainya pembongkaran. Meski demikian, pembongkaran utama akan dilakukan pada malam hari, mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, guna meminimalkan gangguan lalu lintas.
Pramono menegaskan bahwa biaya pembongkaran tiang monorel tidak sebesar isu yang beredar. Ia menyebut biaya pemotongan tiang hanya mencapai Rp254 juta, sementara anggaran sekitar Rp102 miliar dialokasikan untuk penataan kawasan secara keseluruhan.
“Yang perlu saya luruskan, Rp100 miliar itu bukan untuk memotong tiang. Biaya pembongkarannya hanya Rp254 juta. Sisanya untuk penataan jalan, selokan, taman, dan pedestrian,” ujar Pramono dalam konferensi pers.
Di sepanjang Jalan Rasuna Said, terdapat sekitar 109 hingga 119 tiang monorel yang akan dibongkar, mulai dari kawasan Stasiun LRT Setiabudi hingga perempatan Gatot Subroto. Penataan ini ditargetkan rampung pada September 2026.
Pramono berharap pembongkaran dan revitalisasi kawasan ini dapat mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di Jalan Rasuna Said. Menurutnya, pengembalian fungsi jalan dan perbaikan drainase akan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Selain di Rasuna Said, Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan tidak semua tiang monorel mangkrak akan dibongkar. Untuk kawasan Senayan, sejumlah tiang akan dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai videotron dan media reklame.
“Di Senayan, beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi sebagian akan kami sisakan untuk videotron dan reklame agar tetap memiliki nilai guna,” kata Pramono.
Ia menilai pemanfaatan aset tersebut lebih bermanfaat dibandingkan dibongkar seluruhnya, sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi daerah dan menghindari pemborosan.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga memastikan seluruh proses pembongkaran telah melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum. Ia mengaku telah berkomunikasi intensif dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memastikan tidak ada persoalan hukum di kemudian hari.
“Saya secara khusus melaporkan ke KPK dan berterima kasih kepada Kajati DKI Jakarta yang memberikan dukungan penuh, supaya penataan Jalan Rasuna Said ini aman secara hukum,” tegasnya.
Pramono turut menyampaikan apresiasi kepada Sutiyoso yang hadir menyaksikan pembongkaran. Ia memahami bahwa proyek monorel yang kini mangkrak bukan semata kegagalan kepemimpinan sebelumnya, melainkan akibat perubahan kebijakan dari waktu ke waktu.
Melalui pembongkaran ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mengembalikan hak publik atas ruang jalan yang lebih rapi, fungsional, dan bebas dari deretan tiang beton tua yang selama puluhan tahun menjadi simbol proyek mangkrak di ibu kota.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









