By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Kakorlantas Polri: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Nataru, Dipertimbangkan Diterapkan Saat Mudik Lebaran
HeadlinePeristiwa

Kakorlantas Polri: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Nataru, Dipertimbangkan Diterapkan Saat Mudik Lebaran

Wili Wili
Last updated: Januari 5, 2026 10:46 am
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Kakorlantas Polri: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Nataru, Dipertimbangkan Diterapkan Saat Mudik Lebaran
Kakorlantas Polri: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Nataru, Dipertimbangkan Diterapkan Saat Mudik Lebaran. Foto: Detikcom.
SHARE

Akurasi.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menilai kebijakan work from anywhere (WFA) terbukti efektif dalam mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Keberhasilan tersebut membuat kebijakan serupa dipertimbangkan untuk kembali diterapkan pada momen mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Menurut Agus, kebijakan WFA membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu yang bersamaan. Hal itu disampaikan seusai memantau arus lalu lintas di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026).

“Kami sudah bincang-bincang dengan Pak Menhub, nanti pada saat Operasi Ketupat pun juga kita pikirkan hari-hari apa dilakukan work from anywhere,” ujar Agus kepada wartawan.

Selain WFA, Kakorlantas juga menyoroti efektivitas Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional kendaraan truk sumbu tiga. Kebijakan tersebut dinilai berkontribusi signifikan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Nataru. Agus menegaskan, aturan pembatasan truk sumbu tiga akan kembali diupayakan untuk diberlakukan saat Operasi Ketupat Lebaran mendatang.

“Termasuk juga pembatasan sumbu tiga. Ini sangat penting karena memang keselamatan dan kelancaran itu yang paling utama. Kita pastikan kendaraan berkeselamatan, jalan berkeselamatan, termasuk pengemudi yang berkeselamatan,” jelasnya.

Terkait arus balik Nataru, Agus menjelaskan bahwa puncak arus balik pada 4 Januari 2026 tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Dari proyeksi sekitar 2,9 juta kendaraan, sebanyak 96 persen telah keluar dari wilayah Jakarta. Dengan kondisi tersebut, Korlantas Polri memutuskan tidak memberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contra flow.

“Parameter traffic counting belum memenuhi ambang batas. Belum sampai 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut, sehingga tidak kita berlakukan contra flow,” kata Agus di Pos Pengamanan Libur Nataru, Bogor.

Ia menambahkan, larangan melintas bagi kendaraan sumbu tiga di jalan tol selama periode tertentu merupakan bagian dari Operasi Nataru yang mengedepankan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas, serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Nataru tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, lembaga, Mabes Polri, hingga jajaran kepolisian daerah.

“Ini bagian dari kehadiran negara dalam menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat, mulai dari perayaan Natal, Tahun Baru, hingga perjalanan mudik dan arus balik,” tuturnya.

Perihal kebijakan WFA, Kakorlantas menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan sebagai bahan pertimbangan untuk diterapkan kembali pada Operasi Ketupat mendatang. “Efektif. Ini akan kita evaluasi dan pertimbangkan untuk operasi berikutnya,” pungkasnya.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Arus BalikArus MudikKorlantas Polrilalu lintasMudik lebaranNataru 2025Operasi KetupatPembatasan Truk Sumbu TigaWFAWork From Anywhere
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Cak Imin Pimpin Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus
HeadlinePeristiwa

Cak Imin Pimpin Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru dan Lantik Panglima Pasukan Elite TNI
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru dan Lantik Panglima Pasukan Elite TNI

By
Wili Wili
Kemenkes Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300 Ribu, Ini Fakta-Fakta Terbarunya
HeadlineTrending

Kemenkes Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300 Ribu, Ini Fakta-Fakta Terbarunya

By
Devi Nila Sari
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Naik, Minggu 21 September 2025
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Naik, Minggu 21 September 2025

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?