By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Anwar Usman Dicopot dari Jabatan Ketua MK, Namun Putusan MK Tak Ditinjau Ulang
Headline

Anwar Usman Dicopot dari Jabatan Ketua MK, Namun Putusan MK Tak Ditinjau Ulang

akurasi 2019
Last updated: November 8, 2023 2:43 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Anwar Usman Dicopot dari Jabatan Ketua MK, Namun Putusan MK Tak Ditinjau Ulang
Anwar Usman Dicopot dari Jabatan Ketua MK, Namun Putusan MK Tak Ditinjau Ulang. (Foto: Suara.com)
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 8 November 2023 – Mahkamah Konstitusi (MK) di Indonesia telah menjadi pusat perhatian dalam beberapa hari terakhir, setelah Ketua MK, Anwar Usman, dipecat dari jabatannya oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) sebagai akibat dari pelanggaran etik berat dalam putusan MK terkait batas usia calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres). Keputusan ini telah memicu perdebatan dan kontroversi di berbagai lapisan masyarakat.

Contents
  • Putusan MKMK Terkait Dengan Pelanggaran Etik
  • Kontroversi Putusan MK Nomor 90
  • Anwar Usman Dicopot, Tapi Putusan MK Tetap Berlaku
  • Masa Depan Politik dan Pemilihan Umum

Meskipun Anwar Usman telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK, putusan MK terkait dengan batas usia calon presiden dan wakil presiden (Putusan MK Nomor 90) tidak ditinjau ulang. Ini memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan dampak dari putusan tersebut terhadap proses politik dan pemilihan umum yang akan datang.

Putusan MKMK Terkait Dengan Pelanggaran Etik

Anwar Usman, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua MK, dijatuhi sanksi pemberhentian dari jabatannya oleh MKMK setelah ditemukan bersalah dalam pelanggaran etik berat. Pelanggaran etik tersebut terkait dengan putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023, yang mengubah syarat minimal usia calon presiden dan wakil presiden.

Jimly Asshiddiqie, Ketua MKMK, menjatuhkan sanksi tersebut dalam sidang pembacaan putusan etik pada Selasa (7/11/2023). MKMK juga mencopot Anwar Usman dari jabatan Ketua MK dan menginstruksikan Wakil Ketua MK, Saldi Isra, untuk menyelenggarakan pemilihan pimpinan MK yang baru dalam waktu 24 jam.

Putusan MKMK ini disambut dengan beragam tanggapan. Beberapa pihak menganggapnya sebagai tindakan tegas terhadap pelanggaran etik di lingkungan MK, sementara yang lain merasa bahwa sanksi tersebut masih kurang keras.

Kontroversi Putusan MK Nomor 90

Putusan MK Nomor 90 sendiri telah menjadi sumber kontroversi sejak pertama kali diumumkan. Putusan ini mengubah syarat batas usia minimum calon presiden dan wakil presiden, yang mengizinkan seseorang untuk mencalonkan diri sebagai capres-cawapres jika mereka berusia minimal 40 tahun atau pernah menduduki jabatan publik melalui pemilu.

Keputusan ini memungkinkan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024, meskipun usianya belum mencapai 40 tahun. Hal ini memicu perdebatan di tengah masyarakat tentang potensi pelanggaran etik dan konflik kepentingan, mengingat Gibran adalah keponakan Anwar Usman.

Banyak pihak, termasuk politisi, pengacara, dan akademisi, telah mengkritik putusan MK Nomor 90. Mereka menganggapnya sebagai langkah yang kontroversial dan cacat dalam hal prosedur hukum. Beberapa menganggap bahwa putusan tersebut menciptakan potensi konflik kepentingan yang serius, mengingat keterlibatan Anwar Usman dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

Anwar Usman Dicopot, Tapi Putusan MK Tetap Berlaku

Meskipun Anwar Usman telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK dan dijatuhi sanksi pemberhentian oleh MKMK, putusan MK Nomor 90 tidak ditinjau ulang. Ini memunculkan pertanyaan tentang apakah keputusan tersebut akan tetap berlaku dan berdampak pada pemilihan umum mendatang.

Denny Indrayana, seorang pakar hukum tata negara, telah mengkritik keputusan MKMK dan mengusulkan agar MKMK meminta Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa ulang perkara Nomor 90 dengan melibatkan komposisi hakim yang berbeda. Dia menilai bahwa prosedur hukum dalam putusan tersebut cacat, dan pengadilan harus mengambil langkah untuk memastikan integritas dan keadilan dalam proses hukum.

Namun, hingga saat ini, tidak ada indikasi bahwa Mahkamah Konstitusi akan mengkaji ulang putusan Nomor 90. Putusan tersebut tetap berlaku, dan calon-calon potensial untuk Pilpres 2024 harus beradaptasi dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Masa Depan Politik dan Pemilihan Umum

Putusan ini telah memunculkan pertanyaan tentang masa depan politik di Indonesia dan bagaimana putusan MK Nomor 90 akan mempengaruhi pemilihan umum yang akan datang. Calon-calon potensial, termasuk Gibran Rakabuming Raka, harus mempertimbangkan dampak putusan tersebut pada pemilihan mereka.

Kontroversi dan perdebatan yang melingkupi putusan MK Nomor 90 juga menciptakan ketidakpastian hukum, dan ini dapat mempengaruhi keyakinan masyarakat terhadap proses pemilihan dan keadilan dalam sistem hukum.

Dengan pemilihan umum Pilpres 2024 yang semakin mendekat, semua mata tertuju pada perkembangan selanjutnya dalam hal putusan MK dan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi proses politik di Indonesia. Sebagian besar pihak berharap agar integritas, keadilan, dan kepastian hukum dapat tetap dijaga dalam menjalani proses pemilihan yang transparan dan adil.(*)

Editor: Ani

TAGGED:anwar usmandenny indrayanaMkmk
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Update Terbaru Konflik Israel-Palestina: Reaksi Negara Arab dan Dampaknya pada Pasar Global
HeadlineTrending

Update Terbaru Konflik Israel-Palestina: Reaksi Negara Arab dan Dampaknya pada Pasar Global

By
akurasi 2019
Sah, Zuckerberg Ganti Nama Perusahaan Facebook Jadi Meta
HeadlineTrending

Sah, Zuckerberg Ganti Nama Perusahaan Facebook Jadi Meta

By
Devi Nila Sari
Presiden Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Targetkan Investasi Rp 75,8 Triliun
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Targetkan Investasi Rp 75,8 Triliun

By
Wili Wili
Momen Unik di Rusia: Anak Diaspora Minta Lego ke Presiden Prabowo, Langsung Dibelikan
HeadlineKabar Politik

Momen Unik di Rusia: Anak Diaspora Minta Lego ke Presiden Prabowo, Langsung Dibelikan

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?