By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Pariwara > Peningkatan Indeks Profesionalitas ASN, BKPSDM Bontang: Menuju Birokrasi Produktif
PariwaraRagam

Peningkatan Indeks Profesionalitas ASN, BKPSDM Bontang: Menuju Birokrasi Produktif

Devi Nila Sari
Last updated: April 9, 2022 11:45 am
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Peningkatan Indeks Profesionalitas ASN Pemkot Bontang, Wujudkan Gerakan dan Tekad Bersama Seluruh ASN
Kegiatan peningkatan profesionalitas ASN Pemkot Bontang. (Dok BKPSDM Bontang)
SHARE

BKPSDM Bontang terus berupaya membentuk ASN yang profesional, kompeten, produktif dan berintegritas. Sebagai cara peningkatan indeks profesionalitas  aparatur sipil negara (ASN).

Contents
  • Pengukuran IPASN Gunakan 4 Instrumen
  • Pemkot Bontang Hitung IPASN Secara Mandiri

Akurasi.id, Bontang – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang, terus mendorong peningkatan indeks profesionalitas di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Bontang. Salah satunya, dengan menggelar sosialisasi untuk peningkatana indeks profesionalitas.

Melalui Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) sesuai indikator-indikator kuantitatif di dalamnya. Hasilnya dapat berguna sebagai dasar penilaian dan evaluasi dalam upaya pengembangan profesionalisme ASN.

[irp]

Menurut Kepala BKPSDM Bontang Sudi Priyanto, seluruh instansi baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan input data IPASN ini. Tujuannya, untuk mengetahui tingkat pencapaian profesionalitas di sebuah organisasi.

Dengan memberikan ukuran yang lebih jelas dalam upaya perbaikan kualitas ASN. Sekaligus sebagai bahan masukan untuk perbaikan dan perencanaan. Serta, pengembangan profesionalitas ASN di masa yang akan datang.

“Ada 4 instrumen sebagai standar pengukuran IPASN, yaitu kualifikasi, kompetensi, kinerja dan disipilin,” kata dia, dalam keterangan tertulis.

[irp]

Pengukuran IPASN Gunakan 4 Instrumen

Untuk dimensi kualifikasi, menggambarkan tingkat atau jenjang pendidikan seseorang. Untuk memperoleh suatu pengetahuan dan/atau keahlian khusus. Sehingga, seseorang mengetahui, memahami dan dapat menjalankan pekerjaan tertentu sesuai bidang profesi atau tugas bidang jabatannya.

“Tujuan pengukuran dimensi ini adalah untuk mengukur dan mengindentifikasi pendidikan formal ASN dari jenjang paling tinggi sampai jenjang paling rendah,” jelasnya.

Sedangkan dimensi kompentensi, merupakan kemampuan seseorang yang merupakan kombinasi antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude). Serta mendapat dukungan program pengembangan kompetensi berkesinambungan. Tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior)  yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

“Pengukuran dan identifikasinya mampu memberikan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman praktis kepada pegawai. Yang memungkinkan penerapannya dengan cara yang praktis dalam praktek pelaksanaan tugas jabatan. Seperti diklat kepemimpinan, diklat fungsional, diklat teknis dan workshop/bimtek/magang/kursus sejenis,” paparnya.

[irp]

Selanjutnya pada dimensi kinerja, menggambarkan sasaran kerja pegawai berdasarkan perencanaan kerja pada tingkat individu  dan tingkat organisasi. Termasuk melalui unit dengan memperhatikan target, capaian, hasil dan manfaat yang dicapai pegawai.

“Indikator penilaiannya yaitu Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Perilaku Kerja Pegawai (PKP),” ungkapnya.

Terakhir, merupakan dimensi disiplin. Menggambarkan kesanggupan seorang pegawai untuk mentaati kewajiban dan menghindari larangan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan. Apabila terjadi pelanggaran, maka akan ada hukuman disiplin.

“Data pegawai yang pernah menerima hukuman disipilin baik tingkat ringan, sedang maupun berat. Menjadi cara untuk mengukur dimensi disiplin ini,” ujarnya.

[irp]

Pemkot Bontang Hitung IPASN Secara Mandiri

Berdasarkan surat Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Nomor : 870/B-BH.02.01/SD/C/2020 tanggal 13 januari 2022. Perihal Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN  Tahun 2021.

Pengukuran IPASN sebenarnya dapat menggunakan aplikasi online website https://ip-jasn.bkn.co.id. Namun, karena hasilnya hanya sementara. Sehingga, belum dapat menjadi tolak ukur dalam menilai capaian masing-masing dimensi indikator IPASN tersebut.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bontang telah melakukan perhitungan mandiri IPASN sebagai pencapaian IPASN tahun 2021. Dengan hasil penilaian sebagai berikut :

  1. Kualifikasi : 12,13 (dari target instansi 15, atau dengan capaian 80,86%)
  2. Kompetensi : 30,57 (dari target instansi 31, atau dengan capaian 98,61%)
  3. Kinerja : 23,89 (dari target instansi 25, atau dengan capaian 95,56%)
  4. Disiplin : 4,99 (dari target instansi 4, atau dengan capaian 124,75%)

[irp]

Dari hasil perhitungan tersebut, IPASN Pemkot Bontang tahun 2021 sebesar 71,59 dari target 75, atau dengan capaian 95,44%.  Angka capaian 71,59 tersebut berada di kategori sedang.

“Dari masing-masing dimensi kami telah merumuskan strategi percepatan pencapaian peningkatan IPASN. Guna membentuk ASN Kota Bontang yang profesional, kompeten, produktif dan berintegritas,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:ASNBKPSDM BontangBontangIPASNPemkot BontangProfesionalisme
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Asrama SMAN 10 Samarinda Dibongkar, Ketua Yayasan Melati Angkat Bicar
Ragam

Asrama SMAN 10 Samarinda Dibongkar, Ketua Yayasan Melati Angkat Bicara

By
Devi Nila Sari
Anak Pedagang Sayur Terpilih sebagai Wakil Rakyat
Kabar Politik

Anak Pedagang Sayur Terpilih sebagai Wakil Rakyat

By
akurasi 2019
Ayahanda Sarwendah, Hendrik Lo Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun
SelebritisTrending

Ayahanda Sarwendah, Hendrik Lo Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

By
Wili Wili
Covered StoryKabar Politik

Istri Jadi Ketua Dewan, Bupati Kutim Ismu Anggap (Dinasti Politik) Bukan Hal Baru

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?