ISBI Kaltim Gelar Ujian Akhir Pertama Kalinya di Tengah Pandemi

![]()

Akurasi.id, Samarinda – Untuk pertama kalinya di tengah pandemi Covid-19, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim menggelar ujian tugas akhir pertama kali untuk mahasiswa angkatan 2016, Kamis (6/8/20) lalu. Ujian dilaksanakan di Gedung B kompleks Museum Mulawarman, Tenggarong Kukar.
Baca juga:Jaksa Agung RI: Jangan Ada Lagi Maling Sebatang Kayu Terpidana
Ujian digelar untuk 4 jurusan yang berjumlah 65 mahasiswa. Yakni program studi (prodi) film dan televisi sebanyak 26 orang, prodi tari 23 mahasiswa, prodi karya seni 10 mahasiswa, dan prodi etonomusikologi 6 orang. Namun dari 4 Jurusan yang ada, hanya prodi film dan televisi dan etonomusikologi melakukan pendadaran secara daring lantaran adanya pandemi Covid-19 dan terbatasnya alat di kampus.
Koordinator Ujian Akhir ISBI Kaltim, I Wayan Dana mengatakan selain alasan pandemi Covid-19 yang membatasi pertemuan antara dosen dan mahasiswa, sulitnya jaringan di daerah Kaltim menjadi persoalan ISBI Kaltim dalam melakukan pendadaran secara tatap muka.
“Mahasiswa dari berbagai daerah sekitar sini ada yang mendapat tempat dengan sinyal bagus. Tapi ada juga yang kurang, sering terputus-putus jaringannya. Jadi kami putuskan sebagian ujian tatap muka,” jelasnya.
I Wayan yang merupakan dosen asal ISI Yogyakarta ini menuturkan bahwa ujian akhir merupakan satu tradisi baru dalam pelaksanaan ujian pendadaran. Sebab dilaksanakan di tengah Covid-19 dan keterbatasan pihak kampus mengadakan pendadaran secara online.
“Saya berharap ISBI Kaltim bisa terus berkembang, sebab di Kaltim ini banyak potensi-potensi mahasiswa berbakat, terutama di daerah pelosok,” ucapnya.
Dalam 2 tahun terakhir, kata I Wayan, ISBI Kaltim memang sudah tidak menerima mahasiswa baru lantaran kondisi kampus yang tersendat masalah biaya. Pasalnya, lanjutnya, tidak adanya bantuan lagi yang diterima dari Pemprov Kaltim.
“Dengan adanya keterbatasan kampus saya berharap Pemprov Kaltim bisa membantu pihak kampus dalam hal pembiayaan. Sebab sudah 2 tahun kami tak terima mahasiswa baru lantaran pembiayaan kampus yang tak lagi ditanggung pemerintah,” bebernya.
Salah satu mahasiswi ISBI Kaltim dari prodi tari Catrina Depung telah mengikuti pendadaran secara tatap muka. Dia mengaku puas lantaran telah menyelesaikan tahapan pendidikannya tersebut. Selain itu, perempuan asal Kabupaten Mahakam Ulu ini merasa senang dengan keberadaan ISBI di Kaltim.
“Cukup puas terutama saya yang suka dengan tari-tarian bisa belajar di ISBI Kaltim, dan saya berharap ISBI bisa eksis di tengah keterbatasan saat ini,” harapnya. (*)
Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi









