Birokrasi

Wakil Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Serius Tangani Dampak Flu Burung

Loading

Wakil Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Serius Tangani Dampak Flu Burung
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Wakil Ketua DPRD Bontang minta pemerintah serius tangani dampak flu burung. Sebab, pedagang ayam potong di Bontang mulai merugi lantaran virus unggas tersebut merebak.

Akurasi.id, Bontang – Virus flu burung yang tengah menimpa Kota Bontang pada awal Bulan November berdampak pada pedagang ayam potong di Kota Taman -sebutan Bontang. Hal itu mengakibatkan penjualan ayam potong mengalami penurunan sehingga banyak pedagang ayam merugi.

Baca juga: Jelang Arus Mudik Bontang, DPRD Bontang Minta Gugus Tugas Covid Berantisipasi

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang harus segera mencarikan solusi terhadap dampak flu burung bagi para pedagang. Sebab jika terus berlanjut, maka akan berdampak pada perekonomian para pedagang di Bontang.

Jasa SMK3 dan ISO

“Pemerintah harus bisa cekatan menyikapi persoalan ini, agar para pedagang tidak khawatir berjualan ayam,” jelas Agus Haris saat ditemui, belum lama ini.

Menurutnya, pemerintah melalui dinas terkait dapat memberikan pendampingan kepada para pedagang maupun masyarakat. Yakni Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) maupunPusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bontang.

“Berikan pendampingan kepada pedagang bagaimana ciri-cirinya penyakit flu burung ini, agar para pembeli bisa lebih tenang,” ungkapnya.

Agus Haris juga menambahkan, flu burung yang terjadi di Kota Bontang bukanlah kejadian yang pertama kali. Bahkan, kata dia, virus unggas tersebut datang di Kota Bontang hampir setiap tahun.

“Kalau memang virus ini datangnya hampir setiap tahun, pemerintah harus mencari solusinya agar tak berkelanjutan terus menerus,” paparnya.

Rencananya Agus Haris, akan mendorong para komisi di DPRD Bontang terkait untuk melakukan koordinasi kepada pemkot Bontang melalui dinas terkait.

“Dalam waktu dekat ini, saya akan meminta para ketua komisi yang terkait segera memanggil dinas-dinas terkait untuk dapat hadir, membahas persoalan flu burung ini,” tuturnya.

Selain itu, Agus Haris juga berpesan kepada para pemilik perternakan ayam rumahan maupun pengusaha agar dapat menjaga kebersihan kandang ternaknya. Selain itu juga selalu memberikan vaksin agar terbebas dari flu burung.

“Kesadaran para perternakan juga perlu, sebagai langkah penanggulangan virus flu burung di Kota Bontang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button