By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Waduh, Mikrofon Irwan Fecho Dimatikan Saat Ajukan Interupsi Penundaan RUU Ciptaker
Trending

Waduh, Mikrofon Irwan Fecho Dimatikan Saat Ajukan Interupsi Penundaan RUU Ciptaker

akurasi 2019
Last updated: Oktober 6, 2020 6:19 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Waduh, Mikrofon Irwan Fecho Dimatikan Saat Ajukan Interupsi Penundaan RUU Ciptaker
Irwan Fecho, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat. (dpr.go.id)
SHARE
Waduh, Mikrofon Irwan Fecho Dimatikan Saat Ajukan Interupsi Penundaan RUU Ciptaker
Irwan Fecho, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat. (dpr.go.id)

Akurasi,id, Jakarta – Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menuai kontra dari berbagai pihak. Bahkan agenda rapat paripurna yang dipercepat jadi Senin (5/10/20) diwarnai drama. Di mana mikrofon Irwan Fecho dimatikan saat ajukan interupsi penundaan RUU Ciptaker.

Baca juga: SBSI 1992 Kaltim Apresiasi Sikap Demokrat Kritisi RRU Omnibus Law

Aksi mematikan mikrofon terjadi saat palu hendak diketok. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho mengajukan interupsi untuk meminta penundaan pengesahan.

Saat memberi argumen, Irwan disoraki anggota fraksi lainnya. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang memimpin rapat pun meminta Irwan berhenti bicara, pasalnya sikap fraksi telah disampaikan.

“RUU ini menghilangkan kewenangan-kewenangan kami di daerah, menghilangkan hak-hak rakyat kecil,” tutur Irwan, dilansir cnnindonesia.com.

Di saat yang sama, di meja pimpinan Azis berkomunikasi dengan Ketua DPR Puan Maharani yang ada di sebelahnya. Setelah itu, Puan terlihat mengarahkan tangannya ke meja di depannya, dan seketika mik yang dipakai Irwan berbicara mati.

“Kawan-kawan, kalau mau dihargai tolong menghar…,” tanda mikrofon dimatikan berbunyi, suara Irwan pun hilang.

“Sudah dibahas di rapat kerja, rapat panja, rapat timmus, dan rapat timsin yang ada perwakilan Demokrat,” kata Azis mengakhiri kesempatan Irwan.

Sebelumnya, drama pertama dilancarkan politikus Partai Demokrat Benny Kabur Harman. Benny berkali-kali menginterupsi Azis.

Dia ingin Demokrat diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan akhir terhadap draf usulan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu. Getolnya Benny melakukan interupsi, akhirnya Azis memberi waktu 5 menit bagi masing-masing fraksi mengirim perwakilan ke podium untuk membacakan pandangan.

Satu per satu perwakilan fraksi menyampaikan pandangan dari mulai PDIP, Golkar, dan Gerindra. Tak satu pun yang melewati batas waktu 5 menit hingga perwakilan NasDem bicara di podium. Taufik Basari sempat ditegur Azis karena melampaui waktu.

“Pak Tobas, sudah 5 menit, Pak. Tambah 1 menit saja, langsung billahi taufik wal hidayah,” ujar Azis.

Lalu, sampailah pada kesempatan Fraksi Partai Demokrat. Sekretaris Fraksi Demokrat Marwan Cik Hasan pun maju ke podium mewakili. Sama seperti Tobas, Marwan pun melewati batas waktu. Namun, perlakuan pimpinan rapat kini berbeda. Mikrofon Marwan dimatikan sepihak.

“Kami mencermati ada sejumlah persoalan mendasar dari RUU Ciptaker ini…,” ucap Marwan lalu mikrofon mati.

“Tolong 5 menit ya, Pak Marwan. Ini (mikrofon mati) otomatis, Pak,” kata Azis.

“Tadi NasDem dikasih tambahan 2 menit, Pak. Kami minta 2 menit juga,” ujar Marwan berteriak dari podium ke arah meja pimpinan rapat karena mikrofon mati.

Azis pun memberi kesempatan waktu tambahan, dan Marwan menuntaskan pidatonya.

Setelah Marwan giliran fraksi PKS yang pandangannya dibacakan Amin AK. Seperti Tobas dan Marwan, Amin pun berbicara melebihi waktu yang ditentukan. Nasib Amin pun sama seperti Marwan yakni mikrofon di depannya tiba-tiba tak berfungsi.

“Nah itu otomatis, Pak. Tambah 1 menit lagi ya,” ucap Azis usai mikrofon dimatikan.

Polah Puan dan Aziz dalam rapat paripurna yang ditayangkan langsung itu pun ditangkap netizen yang lalu menjadikannya sindiran terhadap ambisi pemeritnah dan DPR ingin mengesahkan Omnibus Law RUU Ciptaker jadi undang-undang.

Selain drama mik, panas rapat paripurna itu diwarnai adu mulut antara Benny K Harman dengan Aziz Syamsuddin. Adu mulut itu bahkan berujung pada sikap Fraksi Demokrat memilih keluar atau walk out dari rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Ciptaker.

“Maka kami Demokrat menyatakan walkout dan tidak bertanggung jawab (atas RUU Ciptaker),” tandas Benny seraya memimpin Fraksi Partai Demokrat meninggalkan ruangan.

RUU Cipta Kerja pun disahkan dengan dukungan tujuh fraksi, yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PPP, dan PAN. PAN sendiri menyatakan setuju dengan memberi catatan.

Pada masa pandemi Covid-19, pembahasan RUU Ciptaker dikebut. DPR dan pemerintah bahkan menggelar rapat di hotel ke hotel, juga pada akhir pekan demi merampungkan pembahasan ini. Setelah pembicaraan di tingkat panja selesai pada Sabtu (3/10/20) itu sedianya Rapat Paripurna untuk pengesahan digelar pada 8 Oktober mendatang.

Selain mempercepat pengambilan keputusan terhadap RUU Ciptaker, DPR juga akan mempercepat masa reses dimulai besok Selasa (6/10/20). Sebelumnya masa reses dijadwalkan mulai Jumat (9/10/20).

Pengesahan RUU Ciptaker ini mendapatkan penolakan dari kalangan rakyat. Selain aksi massa yang digelar secara langsung, protes pun atas rencana pengesahan Omnibus Law Ciptaker pun bergaung di media sosial, salah satunya lewat tagar#DPRRIKhianatiRakyat, #MosiTidakPercaya, dan #tolakomnibuslaw, dan #BatalkanOmnibusLaw. (*)

Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:DPR RIFraksi DemokratMikrofon Irwan FechoOmnibus LawPengesahan RUU Cipta KerjaPenolakan RUU Omnibus LawRUU Cipta Kerja
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

4 POSITIF COVID-19
Trending

4 Warga Kutim Klaster Gowa Positif Covid-19, Satu Pasien Berusia 16 Tahun

By
akurasi 2019
Luna Maya dan Maxime Bouttier Gelar Siraman dan Sungkeman Menjelang Pernikahan di Bali
SelebritisTrending

Luna Maya dan Maxime Bouttier Gelar Siraman dan Sungkeman Menjelang Pernikahan di Bali

By
Wili Wili
"Bunda Dor Dor Curhat Diduga Ditipu, Hanya Dibayar Rp15 Juta Usai Kebanjiran Job di Jakarta"
PeristiwaTrending

“Bunda Dor Dor Curhat Diduga Ditipu, Hanya Dibayar Rp15 Juta Usai Kebanjiran Job di Jakarta”

By
Wili Wili
Pesawat Kepresidenan Ganti Warna Merah Putih Disorot Warganet
Trending

Pesawat Kepresidenan Ganti Warna Merah Putih Disorot Warganet

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?