By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Identifikasi Varian Delta di Kaltim Tunggu Hasil Laboratorium Litbang di Jakarta
Trending

Identifikasi Varian Delta di Kaltim Tunggu Hasil Laboratorium Litbang di Jakarta

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Agustus 18, 2021 12:04 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Identifikasi Varian Delta di Kaltim Tunggu Hasil Laboratorium Litbang di Jakarta
Kasus varian Delta kemungkinan besar sudah menyebar di Kaltim saat ini. (Ilustrasi)
SHARE
Identifikasi Varian Delta di Kaltim Tunggu Hasil Laboratorium Litbang di Jakarta
Kasus varian Delta kemungkinan besar sudah menyebar di Kaltim saat ini. (Ilustrasi)

Identifikasi Varian Delta di Kaltim Tunggu Hasil Laboratorium Litbang di Jakarta. Dugaan itu sedikit menguat, seiring melonjak drastisnya kasus Covid-19 di Tanah Benua Etam, sebutan Kaltim, dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan sudah ada 3 daerah masuk kategori PPKM Darurat.

Akurasi.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menduga bahwa varian Delta telah memasuki wilayah Kaltim. Dugaan ini diperkuat oleh lonjakan drastis kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim selama beberapa pekan terakhir.

Di mana sejak awal Juni 2021 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim semakin meningkat. Menyusul wilayah Jawa dan Bali yang kini diketahui telah lebih dulu mengalami lonjakan kasus secara drastis dan telah terkonfirmasi dikarenakan varian Delta.

Menurut keterangan Kepala Dinkes Kaltim Padilah Mante Runa, kalau melihat tingginya daya penularan Covid-19 selama beberapa pekan terakhir terlihat bahwa ada ciri-ciri varian Delta. Hanya saja ia belum bisa memastikan hal ini lantaran belum adanya hasil penelitian dari laboratorium.

“Tapi saya tidak bisa mengatakan kepastiannya. Kita tidak boleh mengatakan ini varian Delta karena hasil labnya belum ada. Kalau dilihat dari gejalanya ini memang mengerikan. Penularannya cepat dan ganas. Soalnya seperti Jawa dan Jakarta itu 90 persen sudah Delta. Kita tahu sendiri kan mobilisasi orang ke Jawa tinggi sekali,” terangnya belum lama ini.

Untuk mengidentifikasi keberadaan Covid-19 varian Delta yang disebut lebih berbahaya jika dibandingkan varian Covid-19 sebelumnya, Padillah mengaku, telah mengirimkan sejumlah sampel swab kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI pada awal Juni lalu. Hanya saja hingga saat ini Dinkes Kaltim belum menerima hasil analisis terhadap data pengurutan genom utuh atau whole genome sequencing (WGS) dari Jakarta.

Padahal, menurutnya, hasil analisis genom ini bisa diketahui 2 minggu setelah sampel dikirim. Namun, kini 6 minggu telah berselang, pihaknya pun belum dapat memastikan apakah varian Delta telah memasuki Kaltim lantaran belum menerima hasil yang akurat.

“Sejak 1 Juni kami sudah mengirimkan 400 data swab ke sana untuk melihat ini merupakan varian apa. Karena satu-satunya yang bisa memeriksa di Litbang Kemenkes Jakarta. Hasilnya biasanya 2 minggu, tapi ini sudah hampir 6 minggu kami belum menerima hasilnya,” tutur dia.

Dinkes Kaltim mengambil ratusan sampel yang dimaksud secara random dari orang-orang yang dianggap mencurigakan. Selain itu, data tersebut juga diambil dari beberapa klasifikasi sampel yang berbeda-beda.

[irp]

“Sampelnya diambil secara random dengan klasifikasi yang beragam. Seperti dari orang-orang yang sudah pernah divaksin, entah itu orang tua atau yang masih muda, dan beberapa klasifikasi lainnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Dinkes KaltimKaltimKaltim Varian DeltaLaboratorium LitbangTunggu Hasil LaboratoriumVarian Delta
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ahmad Dhani Ditegur MKD DPR: Kasus Marga "Pono" Berujung Sanksi, Rayen Pono Tak Terima
PeristiwaTrending

Ahmad Dhani Ditegur MKD DPR: Kasus Marga “Pono” Berujung Sanksi, Rayen Pono Tak Terima

By
Wili Wili
Bakri Hadi Nakhodai HIPMI Kaltim, Beberkan Program Kerja, Siap Cetak 300 Pengusaha Muda
Trending

Bakri Hadi Nakhodai HIPMI Kaltim, Beberkan Program Kerja, Siap Cetak 300 Pengusaha Muda

By
Devi Nila Sari
Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin?
Trending

Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin?

By
Devi Nila Sari
Kebakaran Gedung Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru: Penyebab Diduga Korsleting Listrik
PeristiwaTrending

Kebakaran Gedung Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru: Penyebab Diduga Korsleting Listrik

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?