By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin?
Trending

Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin?

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 27, 2021 8:08 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin?
Mulai Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin. (Istimewa)
SHARE
Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin?
Mulai Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz Batal Terima Vaksin. (Istimewa)

Wali Kota Bontang Neni, Kapolres AKBP Hanifa, dan Ketua DPRD Andi Faiz batal terima vaksin? Mereka batal mendapatkan vaksin dikarenakan sejumlah alasan, dari masalah kesehatan hingga pernah terpapar Covid-19.

Akurasi.id, Bontang – Pelaksanaan vaksinasi perdana Covid-19 di Kota Bontang disambut antusias semua pihak. Pada vaksinasi perdana Rabu (27/1/2021) siang tadi misalnya, setidaknya tercatat ada 11 orang perwakilan lintas stakeholder yang terdaftar sebagai relawan penerima pertama vaksin.

Mereka yang masuk namanya sebagai penerima vaksin antara lain, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo, dan Komandan Kodim 0908 / BTG Letkol Arh Choirul Huda, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang Suhardi.

[irp]

Kemudian ada nama Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bontang Surya Widjaya, Ketua MUI Bontang Imam Hambali, Ketua PBNU Bontang Kamilan, Ketua Muhammadiyah Bontang Mardi Raharjo, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang Suriadi Said.

Hasil pantauan langsung media dan berdasarkan informasi yang didapatkan dari sejumlah pihak terkait, seperti Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni tidak bisa menjadi relawan pada kegiatan vaksinasi tersebut. Pertimbangannya, karena umur Neni sendiri telah melewati batas persyaratan penerima vaksin.

“Dari pemeriksaan kesehatan saya, semuanya sehat. Tapi saya terkendala dengan usia. Untuk saat ini, saya sudah 61 tahun (sementara yang bisa mengikuti vaksin, usianya adalah di bawah 60 tahun),” tutur Neni kepada para wartawan.

Nama lain yang gagal mengikuti vaksin perdana yakni Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo. Berbeda dengan Neni, AKBP Hanifa terpaksa menunda divaksin lantaran memiliki darah tinggi.

“Tensi darah harusnya 140/90. Jadi saya untuk saat ini tidak bisa ikut vaksinasi, saya disarankan untuk sementara waktu memperbanyak istirahat terlebih dahulu,” tutur AKBP Hanifa.

[irp]

Selain AKBP Hanifa, Ketua DPRD Bontang Andi Faiz Sofyan Hasdam juga gagal mendapatkan vaksin. Kasus yang dialami Andi Faiz juga cukup berbeda. Dari informasi didapatkan wartawan media ini, diketahui kalau Andi Faiz sebelumnya pernah terpapar Covid-19. Sebagaimana ketentuan, mereka yang pernah terpapar Covid-19 tidak lagi mengikuti vaksin.

Adapun dari 11 relawan vaksinasi perdana Covid-19 yang terdaftar dan sehat serta siap divaksin, yakni Dandim 0908/BTG Lektol Arh Choirul Huda, Kistari selaku Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dan Ketua PWI Bontang Suriadi Said.

Lalu ada Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sury, disusul Sudi Priyanto selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Plt Kadisdukcapil, kemudian Indra Wijaya Kusuma selaku Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bontang.

Relawan lainnya yang juga dinyatakan sehat dan bisa mengikuti vaksin ialah Talita perwakilan influencer Bontang, dilanjut dr Putri mewakili Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang, dan terakhir Ali Mustofa pewakilan Kemenag dan MUI Bontang. (*)

Penulis: Rizki Jaya
Dilengkapi: Dirhanuddin
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Batal Terima VaksinKapolres AKBP HanifaKetua DPRD Andi FaizVaksin Perdana BontangWali Kota Bontang Neni Moernianie
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Terkini: Debat Cawapres - Gibran Fokus pada Hal Teknis
HeadlineTrending

Berita Terkini: Debat Cawapres – Gibran Fokus pada Hal Teknis

By
akurasi 2019
ott kpk
Trending

BREAKING NEWS!! 8 Pejabat Kaltim Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Suap Proyek Jalan Kaltimtara

By
akurasi 2019
Kronologi Penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe, Diamankan Saat Hendak Papeda
HeadlineHukum & KriminalNewsTrending

Kronologi Penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe, Diamankan Saat Hendak Papeda

By
Devi Nila Sari
Banjir Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta dari Gambir dan Pasar Senen
PeristiwaTrending

Banjir Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta dari Gambir dan Pasar Senen

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?