By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Utang Luar Negeri Bengkak Jadi Rp 6.000 T per September 2021
HeadlineTrending

Utang Luar Negeri Bengkak Jadi Rp 6.000 T per September 2021

Devi Nila Sari
Last updated: November 15, 2021 4:25 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Utang Luar Negeri Bengkak Jadi Rp 6.000 T per September 2021
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia membengkak 3,7 persen menjadi US$423,1 miliar atau setara Rp6.000 triliun pada akhir kuartal III 2021. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
SHARE
Utang Luar Negeri Bengkak Jadi Rp 6.000 T per September 2021
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia membengkak 3,7 persen menjadi US$423,1 miliar atau setara Rp6.000 triliun pada akhir kuartal III 2021. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).

Akurasi.id — Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia membengkak 3,7 persen menjadi US$423,1 miliar atau setara Rp6.000 triliun (kurs (Rp14.189 per dolar AS) pada akhir kuartal III 2021. Secara kuartalan, utang bertumbuh 2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kepala Departemen Komunikasi sekaligus Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono mengungkapkan utang luar negeri bengkak disebabkan kenakan pertumbuhan ULN di sektor publik dan swasta.

Erwin memaparkan ULN pemerintah tercatat sebesar US$205,5 miliar atau naik 4,1 persen secara tahunan pada kuartal III 2021. Kenaikan terjadi karena pembayaran neto pinjaman seiring lebih tingginya pinjaman yang jatuh tempo dibandingkan penarikan pinjaman itu sendiri.

“Hal ini terjadi di tengah penerbitan global bonds, termasuk Sustainable Development Goals (SDG) Bond sebesar 500 juta euro, yang merupakan salah satu penerbitan SDG Bond konvensional pertama di Asia,” ungkap Erwin dalam keterangan resmi, dikutip Senin (15/11).

Sementara, ULN swasta naik 0,2 persen menjadi US$208,5 miliar secara tahunan pada kuartal III 2021. Pertumbuhan ini didorong kenaikan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 1 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan ULN lembaga keuangan kontraksi 2,7 persen secara tahunan, lebih rendah dari kontraksi kuartal sebelumnya 6,9 persen secara tahunan,” kata Erwain.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar berasal dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap atau air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.

Kemudian, ULN bank sentral tercatat sebesar US$9,1 miliar pada kuartal III 2021. Angkanya naik US$6,3 miliar dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

[irp]

Meski secara keseluruhan naik, utang luar negeri bengkak, tetapi Erwin memastikan struktur ULN Indonesia kuartal III 2021 tetap sehat dan terkendali. Hal ini terlihat dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang sebesar 37 persen atau turun dari kuartal sebelumnya yang sebesar 37,5 persen.

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,2 persen dari total ULN,” tutup Erwin. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:HeadlineUtang IndonesiaUtang Luar NegeriUtang Membengkak
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kontroversi Penyambutan Ibu Negara di Bandara Sentani: Kehadiran Ibu-Ibu Tanpa Mama Papua
DestinasiHeadline

Kontroversi Penyambutan Ibu Negara di Bandara Sentani Kehadiran Ibu-Ibu Tanpa Mama Papua

By
Wili Wili
2021 Pembelajaran Tatap Muka, Begini Sistem Sekolah di Bontang
Trending

2021 Pembelajaran Tatap Muka, Begini Sistem Sekolah di Bontang

By
akurasi 2019
2586 Calon Jemaah Haji Kaltim Gagal Berangkat, Kemenag: Saudi Arabia Belum Umumkan Kuota
Trending

2586 Calon Jemaah Haji Kaltim Gagal Berangkat, Kemenag: Saudi Arabia Belum Umumkan Kuota

By
Devi Nila Sari
Prabowo Subianto Sayangkan Kisruh Pajak di Pati, Minta Pejabat Hati-Hati Buat Kebijakan
HeadlinePeristiwa

Prabowo Subianto Sayangkan Kisruh Pajak di Pati, Minta Pejabat Hati-Hati Buat Kebijakan

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?