By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Survei: Publik Kurang Berminat Capres Latar Belakang TNI-Polri dan Ulama
HeadlineKabar Politik

Survei: Publik Kurang Berminat Capres Latar Belakang TNI-Polri dan Ulama

akurasi 2019
Last updated: Juni 10, 2022 2:15 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Survei: Publik Kurang Berminat Capres Latar Belakang TNI-Polri dan Ulama
Responden dalam survei Poltracking Indonesia lebih suka capres dengan latar belakang kepala daerah ketimbang TNI-Polri dan ulama. Ilustrasi. (BBC.com)
SHARE

Capres dari TNI-Polri dan ulama kurang diminati masyarakat. TNI-Polri dan ulama kurang diminati berdasarkan survei poltracking

Akurasi.id, Jakarta – Responden dalam survei Poltracking Indonesia menyatakan kurang tertarik dengan capres-cawapres yang berasal dari kalangan TNI-Polri dan ulama.

Hanya 3,8 persen responden yang tertarik dengan capres-cawapres dari kalangan agamawan. Kemudian 5,1 persen responden tertarik dengan capres-cawapres berlatar belakang purnawirawan TNI-Polri.

Latar belakang capres-cawapres yang paling banyak responden sukai di survei Poltracking Indonesia adalah kepala daerah. Jumlahnya mencapai 23,3 persen.

Berikutnya sosok berlatar belakang menteri 9 persen, anggota DPR atau politikus 8,6 persen, birokrat 8,3 persen, dan akademisi 7,4 persen.

Pengusaha jadi latar belakang capres-cawapres yang paling tidak menarik bagi responden, yakni hanya 2,9 persen. Ada 31,6 persen responden yang tidak menjawab.

Selain latar belakang, survei ini juga menemukan sejumlah karakter pemimpin capres dan cawapres yang masyarakat inginkan.

[irp]


Peduli dan Perhatian ke Masyarakat

Karakter yang paling responden sukai adalah peduli dan perhatian terhadap masyarakat. Jumlahnya mencapai 16,8 persen. Kemudian jujur dan bersih dari korupsi disukai 16 persen responden.

“Berpengalaman 12,7 persen, berani dan tegas 11,6 persen,” ucap Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (9/6).

Lalu berprestasi 7,5 persen cerdas 6 persen, mampu memimpin 5,2 persen, berpenampilan menarik/tampan 3,8 persen, dekat dengan ulama 1,3 persen, lainnya 1,3 persen. Ada 17,8 responden yang tidak menjawab.

Sementara itu, berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang rilis pada 4 Juni 2022, tokoh politik yang menempati posisi pertama dengan tingkat popularitas tinggi yaitu Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Tingkat popularitas Prabowo yaitu 96,2 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di urutan kedua dengan tingkat popularitas sebesar 88,1 persen. Diikuti Menteri Parekraf Sandiaga Uno 84,0 persen dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 71,3 persen.

Berikutnya popularitas Ketua DPR RI Puan Maharani yakni sebesar 69,3 persen dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebesar 61,14 persen. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:CapresPolitikSurveiTNI/Polri
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tim Advokat Mahyunadi-Kinsu Laporkan Akun Facebook Bentho dengan Dugaan Pencemaran Nama Baik
Kabar PolitikRagam

Tim Advokat Mahyunadi-Kinsu Laporkan Akun Facebook Bentho dengan Dugaan Pencemaran Nama Baik

By
Devi Nila Sari
Rute Baru Transjabodetabek D41 Sawangan–Lebak Bulus Resmi Beroperasi, Tarif Mulai Rp2.000
HeadlinePeristiwa

Rute Baru Transjabodetabek D41 Sawangan–Lebak Bulus Resmi Beroperasi, Tarif Mulai Rp2.000

By
Wili Wili
Larangan Pengembangan Produksi Boeing 737 MAX oleh FAA Akibat Insiden Jendela Pesawat Copot
EkonomiHeadline

Larangan Pengembangan Produksi Boeing 737 MAX oleh FAA Akibat Insiden Jendela Pesawat Copot

By
Wili Wili
Komisi II Minta Warga Bontang Bayar Tagihan PDAM Tepat Waktu
Kabar Politik

Komisi II Minta Warga Bontang Bayar Tagihan PDAM Tepat Waktu

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?