
![]()
Akurasi.id – Langkah ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di babak semifinal German Open 2026. Kekalahan ini sekaligus memastikan habisnya wakil Indonesia di turnamen yang digelar di Westenergie Sporthalle, Sabtu (28/2/2026) malam WIB.
Tiwi/Fadia harus mengakui keunggulan pasangan China Li Yi Jing / Wang Yi Duo lewat pertarungan tiga gim dengan skor 18-21, 21-8, dan 19-21.
Duel Sengit Tiga Gim
Gim pertama berlangsung ketat sejak awal. Li/Wang sempat memimpin 9-5 sebelum Tiwi/Fadia bangkit dengan lima poin beruntun untuk menyamakan kedudukan. Saling kejar angka terjadi hingga skor 18-16 untuk keunggulan Indonesia. Namun, pasangan China mampu membalikkan situasi dan merebut gim pembuka dengan skor 21-18.
Memasuki gim kedua, Tiwi/Fadia tampil dominan. Enam poin beruntun membuka keunggulan yang kemudian diperlebar menjadi 12-2. Tekanan agresif yang konsisten membuat mereka mengunci kemenangan telak 21-8 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Tiwi/Fadia sempat memimpin 11-9 saat interval dan menjaga keunggulan hingga 12-9. Namun, Li/Wang bangkit dan membalikkan skor menjadi 13-12. Pertandingan kembali berjalan sengit hingga kedudukan imbang 19-19. Sayangnya, pukulan terlalu panjang dari Tiwi memberi match point bagi lawan, yang kemudian memastikan kemenangan 21-19 untuk pasangan China.
Evaluasi Poin Kritis Jelang All England
Usai pertandingan, Tiwi mengakui timnya kehilangan fokus pada poin-poin akhir, terutama di gim pertama dan ketiga.
“Jelas kami harus lebih fokus di poin-poin akhir. Terutama antisipasi bola-bola tanggung atau setengah-setengah, itu harus lebih siap lagi ke depannya,” ujar Tiwi dalam keterangan resmi PP PBSI.
Ia menilai pola permainan sebenarnya sudah berjalan sesuai rencana, terutama pada gim kedua yang berhasil mereka menangi dengan dominan. Namun, pada gim penentuan, mereka justru bermain terlalu hati-hati.
“Padahal harusnya lebih berani ambil keputusan,” katanya.
Fadia juga mengakui keraguan di momen krusial menjadi faktor kekalahan. “Di akhir-akhir gim kami terlalu hati-hati dan seperti takut melakukan kesalahan. Akhirnya justru jadi tidak lepas,” ujarnya.
Meski gagal melaju ke final, Tiwi/Fadia langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, yakni All England. Keduanya bertekad memulihkan kondisi dan memperbaiki fokus agar tampil maksimal.
“Kalau ada kesempatan latihan, kami tetap mau latihan supaya lebih siap. Pastinya kami ingin memberikan yang terbaik di All England nanti,” kata Fadia.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Tiwi/Fadia untuk meningkatkan konsistensi dan ketenangan dalam menghadapi tekanan, terutama pada poin-poin penentuan.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









