By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Riwayat > Sejarah Stadion Gelora Bung Karno Dari Perubahan Nama di Era Soeharto hingga Kembalinya Nama Sang Proklamator
RiwayatTrending

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno Dari Perubahan Nama di Era Soeharto hingga Kembalinya Nama Sang Proklamator

Wili Wili
Last updated: September 8, 2024 5:09 pm
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Sejarah Stadion Gelora Bung Karno: Dari Perubahan Nama di Era Soeharto hingga Kembalinya Nama Sang Proklamator
Sejarah Stadion Gelora Bung Karno: Dari Perubahan Nama di Era Soeharto hingga Kembalinya Nama Sang Proklamator. Foto: Tribun.
SHARE

Akurasi.id – Stadion Gelora Bung Karno (GBK) merupakan ikon kebanggaan masyarakat Indonesia yang terletak di jantung kota Jakarta. Dibangun pada tahun 1960, stadion ini awalnya dibangun untuk mendukung perhelatan Asian Games ke-IV pada tahun 1962. Namun, sejarah mencatat bahwa nama stadion ini pernah mengalami perubahan di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Awalnya, nama Gelora Bung Karno diusulkan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Berdasarkan kisah yang tercatat dalam otobiografi KH Saifuddin Zuhri: Berangkat dari Pesantren (2013), nama tersebut muncul dalam perbincangan pagi di Istana Negara. Saat itu, Soekarno membahas nama yang tepat untuk kompleks olahraga ini bersama beberapa menteri, termasuk Saifuddin Zuhri, yang merupakan ayah dari Menteri Agama era Jokowi, Lukman Hakim Saifuddin.

Soekarno awalnya ingin menamainya “Pusat Olahraga Bung Karno.” Namun, Saifuddin Zuhri mengusulkan perubahan karena kata “pusat” dianggap terlalu statis dan tidak mencerminkan semangat dinamis dari olahraga. Atas saran Saifuddin, nama “Gelanggang Olahraga Bung Karno” disepakati, dan disingkat menjadi “Gelora Bung Karno” yang lebih dinamis dan sesuai dengan tujuan utama olahraga.

Meski begitu, pada tahun 1984, Presiden Soeharto mengubah nama Gelora Bung Karno menjadi Gelanggang Olahraga Senayan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1984. Langkah ini merupakan bagian dari upaya de-Soekarnoisasi, atau penghapusan jejak-jejak Soekarno dalam sejarah bangsa.

Setelah 17 tahun berjalan, pada era Reformasi, muncul keinginan dari masyarakat untuk mengembalikan nama Bung Karno ke stadion tersebut. Aspirasi ini pertama kali disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dan Menteri Sekretaris Negara Djohan Effendi pada 24 Oktober 2000. Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), merespons positif aspirasi masyarakat ini.

Akhirnya, pada 17 Januari 2001, Gus Dur resmi menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2001 yang mengembalikan nama Gelanggang Olahraga Senayan menjadi Gelanggang Olahraga Bung Karno. Langkah ini dilakukan untuk menghormati Soekarno sebagai penggagas utama pembangunan stadion tersebut.

Sejak saat itu, Stadion Gelora Bung Karno kembali dikenal dengan nama yang mencerminkan semangat Proklamator RI dan terus menjadi simbol kebanggaan Indonesia hingga kini.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Abdurrahman WahidAsian Games 1962de-SoekarnoisasiGelora Bung Karnosejarah Indonesiasejarah stadionSoehartoSoekarnostadion olahraga Jakarta
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Limbah Batu Bara Mencemari Sungai, Warga Malinau Kesulitan Dapatkan Air Bersih
Trending

Limbah Batu Bara Mencemari Sungai, Warga Malinau Kesulitan Dapatkan Air Bersih

By
Devi Nila Sari
Penipu Jual Beli Tanah Ditangkap, Korban Rugi Rp 39 Juta
RagamTrending

Penipu Jual Beli Tanah Ditangkap, Korban Rugi Rp 39 Juta

By
Devi Nila Sari
Reza Rahadian Kaget Ditawari Jadi Kepala Daerah Tanpa Proses Seleksi: "Kok Gampang Banget
SelebritisTrending

Reza Rahadian Kaget Ditawari Jadi Kepala Daerah Tanpa Proses Seleksi: “Kok Gampang Banget

By
Wili Wili
Coach Justin Inspeksi Stadion Utama Gelora Bung Karno Jelang Pertandingan Indonesia vs Jepang
OlahragaTrending

Coach Justin Inspeksi Stadion Utama Gelora Bung Karno Jelang Pertandingan Indonesia vs Jepang

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?