By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Hukum & Kriminal > Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya
HeadlineHukum & Kriminal

Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya

akurasi 2019
Last updated: Juni 7, 2022 10:50 am
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya
Ilustrasi. Petinggi Satpol PP Surabaya diduga menjual barang hasil penertiban bernilai ratusan juta (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
SHARE

Akurasi.id, Surabaya – Seorang petinggi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya terduga menjual barang sitaan hasil penertiban, dilaporkan ke kepolisian.

Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christianto, mengatakan, saat ini sedang mendalami kasus tersebut di internal Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

“Saat ini sedang proses di Inspektorat dan Polrestabes Surabaya,” kata Eddy, Senin (6/6).

Eddy mengatakan, kasus ini bermula saat seorang petinggi Satpol PP Surabaya kedapatan menjual barang hasil penertiban yang ada di gudang penyimpanan di Jalan Tanjung Sari Baru 11-15, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Eddy mengaku mengetahui kejadian itu dari laporan anggotanya pada Senin (23/5), bahwa ada pengambilan barang hasil penertiban di Gudang Satpol PP Surabaya.

Barang-barang hasil penertiban itu pelaku ambil dan jual tidak sesuai dengan prosedur. Bahkan total keseluruhan, harga barang yang terjual itu bernilai ratusan juta rupiah.

Di gudang tersebut ada berbagai macam barang hasil penertiban, mulai dari potongan besi reklame, potongan utilitas, spanduk, tower, hingga gerobak pedagang.

[irp]

Peninjauan ke Lapangan

Setelah mengetahui kejadian tersebut, dia langsung memerintahkan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda) Satpol PP Surabaya untuk melakukan peninjauan lapangan ke gudang serta menghentikan semua kegiatan yang ada di gudang tersebut.

“Setelah kami cek di gudang, ternyata memang ada aktivitas dan langsung kami hentikan. Hari itu juga kami melakukan pemeriksaan secara maraton,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, pada Selasa (24/5), Eddy pun melaporkan kejadian tersebut kepada Asisten Pemerintahan juga ke Inspektorat Pemkot Surabaya.

“Rabu (25/5), pihak Inspektorat meninjau langsung gudang tersebut dan secara maraton pihak Inspektorat langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait hingga saat ini,” kata dia.

Selain laporan ke Inspektorat, pihaknya juga terus melakukan pemeriksaan internal hingga Selasa (31/5). Akhirnya, Eddy pun membawa kasus tersebut ke ranah kepolisian dan saat ini masih dalam penyelidikan.

“Pada 2 Juni 2022, kami minta bantuan Polrestabes Surabaya untuk melakukan penyelidikan terhadap permasalahan tersebut,” pungkasnya. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Barang SitaanHukum dan KriminalSatpol PPSatpol PP Surabaya
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kisah Pemilik Kos di Semarang yang Mengonsumsi Kucing untuk Stabilkan Gula Darah
HeadlinePeristiwa

Kisah Pemilik Kos di Semarang yang Mengonsumsi Kucing untuk Stabilkan Gula Darah

By
akurasi 2019
Akademisi yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Harry Setya Negara. (Istimewa)
HeadlineTrending

Pembahasan RUU Ibu Kota Negara Dianggap Belum Tuntas, Pengamat Minta Pemerintah Tidak Tergesa-Gesa 

By
Devi Nila Sari
Pasokan BBM untuk SPBU Swasta Dipastikan Masuk dalam 7 Hari, Bahlil: Stok Nasional Aman
HeadlinePeristiwa

Pasokan BBM untuk SPBU Swasta Dipastikan Masuk dalam 7 Hari, Bahlil: Stok Nasional Aman

By
Wili Wili
Jelang Kongres di Solo, Bendera PSI Berlogo Gajah Muncul di Jalanan Kota
HeadlinePeristiwa

Jelang Kongres di Solo, Bendera PSI Berlogo Gajah Muncul di Jalanan Kota

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?