By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Kisah Pemilik Kos di Semarang yang Mengonsumsi Kucing untuk Stabilkan Gula Darah
HeadlinePeristiwa

Kisah Pemilik Kos di Semarang yang Mengonsumsi Kucing untuk Stabilkan Gula Darah

akurasi 2019
Last updated: Agustus 8, 2024 1:51 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Kisah Pemilik Kos di Semarang yang Mengonsumsi Kucing untuk Stabilkan Gula Darah
Kisah Pemilik Kos di Semarang yang Mengonsumsi Kucing untuk Stabilkan Gula Darah. Foto: Pixabay.
SHARE

Semarang, Akurasi.id – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari NY (63), seorang pemilik rumah kos di Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah. Dalam sebuah pengakuan yang menjadi viral, NY mengatakan bahwa ia telah mengonsumsi daging kucing sebagai cara untuk mengendalikan diabetesnya.

Kisah ini terungkap setelah kepolisian setempat melakukan investigasi menyusul sebaran video di media sosial yang menampilkan NY dan bekas pemotongan kucing. Kompol Agung Raharjo, Kepala Kepolisian Sektor Gunungpati, mengkonfirmasi kebenaran cerita tersebut dan menyatakan bahwa insiden ini telah menarik perhatian publik.

“Benar, ini terjadi dan kami telah memverifikasi kebenarannya,” ungkap Agung dalam wawancara dengan Akurasi.id. Menurutnya, polisi telah menemukan beberapa bukti fisik di lokasi, termasuk tulang dan bulu kucing yang diduga sebagai sisa dari tindakan NY.

Dalam penuturannya kepada polisi, NY mengungkapkan bahwa ia telah makan daging kucing sebanyak sepuluh kali selama setahun terakhir. Ia percaya bahwa daging kucing dapat membantu menurunkan kadar gula darah yang tinggi, yang merupakan bagian dari pengobatan diabetesnya.

“Pada awalnya, saya tidak tahu harus makan apa lagi untuk mengendalikan gula darah saya yang sering naik,” kata NY kepada Akurasi.id. “Saya mencoba daging kucing karena mendengar dari beberapa sumber bahwa itu bisa membantu.”

Kejadian ini telah memicu perdebatan etis dan kesehatan di media sosial dan di antara masyarakat Semarang. Beberapa ahli kesehatan yang dihubungi Akurasi.id menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa daging kucing dapat mengobati diabetes. Dr. Suryani, seorang dokter lokal, menjelaskan bahwa cara terbaik untuk mengelola diabetes adalah melalui diet yang terkontrol dan pengobatan yang sesuai resep dokter.

“Kami sangat menyarankan masyarakat untuk tidak mengikuti metode yang tidak berdasar seperti ini,” ujar Dr. Suryani. “Pengelolaan diabetes harus dilakukan di bawah pengawasan medis dengan menggunakan metode yang telah terbukti secara medis.”

Polisi kini sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai kasus ini dan NY telah diberikan peringatan keras atas tindakannya. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan kasus serupa agar dapat ditangani dengan segera.

Kasus ini mengingatkan kita pada pentingnya edukasi kesehatan yang benar dan berbasis bukti ilmiah. Penyalahgunaan informasi bisa berujung pada tindakan yang tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga makhluk hidup lain.(*)

Penulis/Editor: Ani

TAGGED:Berita ViralDiabeteskesehatan masyarakatperlindungan hewanSemarang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Momen Kebersamaan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dalam Reuni Fakultas Ekonomi UGM
HeadlinePeristiwa

Momen Kebersamaan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dalam Reuni Fakultas Ekonomi UGM

By
Wili Wili
Perbaikan Jalan Kukar-Kubar “Jalan di Tempat”, Libatkan 3 Kontraktor Besar, Habiskan Rp366 Miliar
HeadlineTrending

Perbaikan Jalan Kukar-Kubar “Jalan di Tempat”, Libatkan 3 Kontraktor Besar, Habiskan Rp366 Miliar

By
Redaksi Akurasi.id
Skandal Candra Kusuma: Anggota DPRD Bogor Diduga Telantarkan Keluarga, Gaji Bulanan Capai Rp 45 Juta
PeristiwaTrending

Skandal Candra Kusuma: Anggota DPRD Bogor Diduga Telantarkan Keluarga, Gaji Bulanan Capai Rp 45 Juta

By
Wili Wili
Ratu Elizabeth II Masuk Rumah Sakit
HeadlineTrending

Ratu Elizabeth II Masuk Rumah Sakit

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?