By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Corak > Sambut Baik Pengakuan Jokowi, PBB Desak Agar Pelanggaran HAM Berat di Indonesia Tak Terulang
CorakHeadlineRagamTrending

Sambut Baik Pengakuan Jokowi, PBB Desak Agar Pelanggaran HAM Berat di Indonesia Tak Terulang

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 15, 2023 3:20 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Sambut Baik Pengakuan Jokowi: PBB Desak Agar Pelanggaran HAM Berat di Indonesia Tak Terulang
Juru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Liz Throssell. (Dok OHCHR)
SHARE

PBB menyambut baik pengakuan Presiden Joko Widodo soal 12 pelanggaran HAM berat di Indonesia. Serta, mendesak pemerintah mengambil langkah nyata agar peristiwa serupa tak terulang.

Akurasi.id, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OHCHR, menyambut baik pengakuan dan pernyataan penyesalan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mengenai 12 pelanggaran HAM  yang terjadi di Indonesia di masa silam.

PBB menilai pengakuan tersebut merupakan langkah menggembirakan menuju keadilan kepada para korban.

“Kami menyambut pengakuan presiden Joko Widodo atas ungkapan penyesalan 12 peristiwa pelanggaran HAM berat. Termasuk penumpasan antikomunis 1965-1966, penembakan pengunjuk rasa 1982-1985, penghilangan paksa 1997 dan 1998, serta insiden Wamena di Papua pada 2003,” kata Juru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Liz Throssell kepada wartawan pada konferensi pers reguler di Jenewa, Jumat (14/1/2023).

“Sikap presiden tersebut merupakan langkah yang menggembirakan di jalan panjang menuju keadilan bagi para korban dan kehidupan mereka yang baru,” lanjutnya.

Lizz Throssell mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah nyata agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang. Dia menilai proses keadilan yang komperhensif bisa memutus impunitas kepada para pelaku dan bisa memulihkan serta memperkuat demokrasi Indonesia.

“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini dengan langkah-langkah nyata untuk memajukan proses keadilan transisional yang bermakna, inklusif dan partisipatif, menjamin keadilan kebenaran, reparasi, dan tidak terulangnya korban dan komunitas yang terkena dampak, termasuk korban kekerasan seksual terkait konflik,” ujarnya.

“Proses keadilan transisional yang komprehensif akan membantu memutus siklus impunitas selama puluhan tahun. Memajukan pemulihan nasional dan memperkuat demokrasi Indonesia,” tambahnnya.

Pengakuan Jokowi Soal 12 Pelanggaran HAM Berat

Beberapa waktu Presiden Joko Widodo mengakui adanya 12 peristiwa melanggar hak asasi manusia (HAM) berat di Indonesia yang terjadi di masa lalu. Sebagai kepala negara, ia mengaku, menyesali peristiwa tersebut.

“Dengan pikiran yang jernih, dan hati yang tulus saya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia, mengakui bahwa pelanggaran HAM yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa,” ungkap Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1/2023).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sangat menyesalkan terjadinya pelanggaran HAM berat tersebut. Ia pun menyebutkan 12 peristiwa pelanggaran HAM berat itu, yaitu peristiwa 1965-1966, penembakan misterius 1982 -1985, Talangsari di Lampung pada 1989, Rumoh Geudong dan Pos Sattis di Aceh 1989, penghilangan orang secara paksa pada 1997-1998.

Selain itu, juga ada peristiwa kerusuhan Mei 1998, tragedi Trisakti dan Semanggi 1 dan 2 pada 1998 dan 1999. Pembunuhan dukun santet 1998-1999, Simpang KKA di Aceh pada 1999. Kemudian, peristiwa Wasior di Papua 2001-2002, petaka Wamena di Papua pada 2003, dan Jambo Keupok di Aceh pada 2023. (*)

Penulis/Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Jokowi Akui 12 Pelanggaran HAM BeratPBBPelanggaran HAMPelanggaran HAM Berat di Indonesia
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pengusaha Kapal Asal Samarinda Meninggal Berstatus Positif, Keluarga Tolak Dimakamkan Secara Protokol Covid-19
Trending

Pengusaha Kapal Asal Samarinda Meninggal Berstatus Positif, Keluarga Tolak Dimakamkan Secara Protokol Covid-19

By
akurasi 2019
Uji Coba Rekayasa Lalin di Simpang Fatmawati Dimulai Hari Ini, Ini Rutenya
HeadlinePeristiwa

Uji Coba Rekayasa Lalin di Simpang Fatmawati Dimulai Hari Ini, Ini Rutenya

By
Wili Wili
Usai Serahkan SK B1-KWK, Andi Harun Minta 9 Paslon Diusung Kedepankan Politik Santun
Kabar Politik

Usai Serahkan SK B1-KWK, Andi Harun Minta 9 Paslon Diusung Kedepankan Politik Santun

By
akurasi 2019
Kolaborasi dengan TNI di Pra TMMD, DPK Bontang Bangun Musala dan Pojok Baca di Nyerakat Kiri
Kabar Politik

Kolaborasi dengan TNI di Pra TMMD, DPK Bontang Bangun Musala dan Pojok Baca di Nyerakat Kiri

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?