By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Saat Hutan Kaltim Kian Terkikis, Pemerintah Diminta Jaga Hutan Tropis dalam IKN
Trending

Saat Hutan Kaltim Kian Terkikis, Pemerintah Diminta Jaga Hutan Tropis dalam IKN

Devi Nila Sari
Last updated: April 10, 2021 12:22 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Saat Hutan Kaltim Kian Terkikis, Pemerintah Diminta Jaga Hutan Tropis dalam IKN
Din Syamsuddin saat meresmikan IRI di kantor Kegubernuran Kaltim. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Saat Hutan Kaltim Kian Terkikis, Pemerintah Diminta Jaga Hutan Tropis dalam IKN
Din Syamsuddin saat meresmikan IRI di kantor Kegubernuran Kaltim. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Saat Hutan Kaltim Kian Terkikis, Pemerintah Diminta Jaga Hutan Tropis dalam IKN. Dalam pembangunan IKN, IRI akan memastikan megaproyek yang menalan ratusan triliun itu tidak boleh mengabaikan penyelamatan dan konservasi hutan.

Akurasi.id, Samarinda – Perambakan hutan yang terbilang sporadis, dari mulai kegiatan pertambangan hingga perkebunan kelapa sawit, telah mengikis kawasan hutan yang ada di Kaltim. Rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim diharapkan menjadi kilas balik agar hutan yang kian terkikis dapat kembali lestarikan.

Terlebih, rencana pembangunan kawasan IKN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusung konsep pelestarian lingkungan. Ide dan gagasan itu, diharapkan tidak hanya berhenti di kawasan IKN, melainkan dapat berlanjut ke wilayah lainnya yang ada di bentangan Kaltim maupun Pulau Kalimantan.

Saran itu salah satunya datang dari Ketua Dewan Penasehat Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin. Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Din Syamsuddin saat meresmikan IRI Kaltim, Jumat (9/4/2021).

Dalam hal rencana pembangunan IKN yang dilakukan pemerintah pusat di Tanah Benua Etam -sebutan Kaltim-, Din Syamsuddin tidak begitu mempersoalkannya. Pada dasarnya, dia mendukung saja rencana itu sepanjang itu memang untuk kepentingan kemajuan Tanah Air.

Walau begitu, dia mengaku, jika pembangunan IKN di Kaltim belum mengkaji secara detail konsep tersebut. Namun ia memastikan IRI mendukung program pemerintah itu dengan catatan tidak mengabaikan penyelamatan hutan.

“Saat ini kami belum mengkaji ya secara khusus, karena (IRI Indonesia) ini gerakan baru dan baru kami deklarasikan Oktober 2020, berlangsung di masa pandemi Covid-19,” tuturnya kepada awak media.

[irp]

Rencana pembangunan IKN sendiri tidak begitu dipersoalkan IRI Indonesia. Hanya saja, dalam pembangunan IKN, IRI akan memastikan bahwa megaproyek yang akan menalan puluhan hingga ratusan triliunan itu tidak boleh mengabaikan penyelamatan dan konservasi hutan.

“Apapun program pemerintah dan keputusan pemerintah yang terkait dengan hutan, tentu kami berada pada posisi yang ingin mendukung penyelamatan hutan. Jangan sampai program apapun justru merusak hutan,” tegasnya.

Dia berujar, seperti deklrasi IRI yang dilakukan pihaknya, tidak lain dalam rangka menjaga hutan tropis di Indonesia khususnya Kalimantan yang merupakan paru-paru dunia. Selain itu, hutan Kalimantan adalah satu dari empat provinsi yang memiliki hutan tropis.

“Ini adalah langkah kami membantu pemerintah dalam menjaga hutan tropis dari kerusakan dan pembakaran hutan, kita tahu ada Papua, Papua Barat, Riau, dan Kalimantan yang kita kenal sebagai paru-paru dunia,” ungkapnya.

Pada kehadirannya itu, dia menyampaikan, tokoh lintas agama menyatakan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan hutan di Kaltim. Langkah-langkah tersebut seperti perbaikan hutan, reboisasi, dan penyelamatan satwa-satwa yang hidup di hutan.

Ditambahkan olehnya, dunia mengakui bahwa agama-agama mempunyai peran strategis. Dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup yang berujung pada krisis lingkungan, akhirnya dipandang sebagai krisis moral.

“Ya, dunia mengakui agama-agama punya peran strategis. Maka dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup peran agama saya rasa dapat menanggulangi krisis lingkungan, yang dipandang sebagai krisis moral. Jadi krisis lingkungan hidup termasuk kerusakan hutan, itu sejatinya krisis moral. Terutama antara manusia memandang alam hutan sebagai obyek belaka,” ungkapnya.

[irp]

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, menerangkan agama dipandang sebagai pendekatan yang efektif untuk melindungi hutan di tingkat global. Terlebih lagi, Indonesia diwarnai oleh masyarakat dengan berbagai agama bahkan adat. Di sini, agama ditampilkan sebagai problem solver.

“Kita akan bekerja sama dengan pemuka agama, serta ormas-ormas, kepala adat, dan akademisi di Kaltim. Untuk menyosialisasikan konsep-konsep lingkungan hidup di dalam ajaran agama masing-masing,” bebernya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Editor: Dirhanuddin

 

TAGGED:Din SyamsuddinHutan Kaltim TerkikisHutan Tropis KaltimMenjaga Kelstarian Hutanpembangunan IKNPembangunan IKN KaltimPemerintah Indonesia
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

tenaga kerja
CorakTrending

Masyarakat Kaltim Perlu Bersiap, Pembangunan IKN Bakal Menyerap 16 Ribu Tenaga Kerja

By
akurasi 2019
Rian Ardianto dan Ribka Sugiarto Resmi Menikah di Karanganyar, Dua Pebulu Tangkis Indonesia Memulai Hidup Baru
SelebritisTrending

Rian Ardianto dan Ribka Sugiarto Resmi Menikah di Karanganyar, Dua Pebulu Tangkis Indonesia Memulai Hidup Baru

By
Wili Wili
Isu Pertemuan Jokowi dengan Megawati: Bantahan dan Tanggapan dari PDIP
HeadlineTrending

Isu Pertemuan Jokowi dengan Megawati: Bantahan dan Tanggapan dari PDIP

By
akurasi 2019
Lisa Mariana Tak Hadiri Pemeriksaan di Bareskrim Usai Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik RK
SelebritisTrending

Lisa Mariana Tak Hadiri Pemeriksaan di Bareskrim Usai Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik RK

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?