Trending

RSUD Bontang Mulai Keteteran, Butuh Tambahan Nakes Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

Loading

RSUD Bontang Mulai Keteteran, Butuh Tambahan Nakes Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak
Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 membuat RSUD Taman Husada Bontang mulai kewalahan. (Ilustrasi)

RSUD Bontang Mulai Keteteran, Butuh Tambahan Nakes Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak. Toetoek mengungkapkan sejak sepekan lalu RSUD sangat kewalahan menangani pengidap Covid-19. Ada pasien yang sampai mengantre mendapatakan ruang ICU.

Akurasi.id, Bontang – Kasus Covid-19 di Bontang kian meningkat. Per 11 Juli 2021 ada 1.409 kasus aktif. Setidaknya terdapat 192 orang yang dirawat, dan 1.217 orang menjalani isolasi mandiri. Konfirmasi kasus harian pun meroket hingga 192 kasus.

Peningkatan kasus ini pun berdampak secara langsung pada sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan (nakes). Disinyalir ketersediaan nakes saat ini relatif minim, sementara pasien terus berdatangan. Peningkatan pasien positif membuat RSUD Bontang mulai keteteran.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Taman Husada Kota Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan itu. RSUD Bontang mengumumkan membutuhkan tambahan tenaga kesehatan guna memaksimalkan penanganan pasien terpapar Covid-19 di daerah itu.

Jasa SMK3 dan ISO

Dia menyebutkan, untuk saat ini, rumah sakit plat merah itu membutuhkan tambahan 4 orang dokter umum, 12 perawat, dan 1 apoteker untuk mendukung penanganan pasien Covid-19 yang terus bertambah jumlahnya.

Kata dia, kondisi ini terjadi usai beberapa nakes harus menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19. “SDM yang dimiliki saat ini semakin berkurang,” ungkap Toetoek, Senin (12/07/2021).

Tidak hanya itu, Toetoek mengungkapkan sejak sepekan yang lalu RSUD sangat kewalahan untuk menangani pengidap Covid-19, ada pasien yang sampai harus mengantre untuk mendapatakan ruang ICU. Sementara ketersediaan ruang ICU yang dimiliki sangat terbatas, hanya 16 tempat tidur. Pun sudah terisi penuh.

Begitu pun dengan ruang Seruni dan Cempaka yang sebelumnya dialihfungsikan dari ruangan umum menjadi ruang isolasi Covid-19 saat ini juga sudah terisi penuh. “Seruni dan Cempaka itu menyediakan 35 tempat tidur, namun sekarang sudah penuh juga,” sebutnya.

Melihat kondisi itu, pihaknya pun telah mengalihfungsikan ruang Wijaya Kusuma di lantai 5. Ruangan yang dulunya digunakan sebagai ruang VVIP sekarang dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19. Di sana terdapat 15 bet yang bisa digunakan.

Bila penambahan dalam signifikan masih akan terjadi, pihaknya berencana menambah ruangan dengan membangun tenda di halaman parkir RSUD Taman Husada. “Langkah itu akan diambil jika lonjalan semakin tinggi. Akan dibangun tenda di halaman parkir,” ujarnya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button