By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Puncak Dabo Jadi Primadona Para Wisatawan Kaltim dan Luar Daerah
CorakRagam

Puncak Dabo Jadi Primadona Para Wisatawan Kaltim dan Luar Daerah

akurasi 2019
Last updated: Januari 10, 2021 4:48 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Puncak Dabo Jadi Primadona Para Wisatawan Kaltim dan Luar Daerah
SHARE
Puncak Dabo Jadi Primadona Para Wisatawan Kaltim dan Luar Daerah
Seorang pengunjung mengabadikan momen dengan berfoto di salah satu spot Puncak Dabo. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Lokasinya yang tinggi dan punya 10 spot instagramable, maka tak salah jika Puncak Dabo jadi primadona para wisatawan Kaltim dan luar daerah.

 

Akurasi.id,Samarinda – Kota Samarinda memiliki banyak tempat wisata Puncak, salah satunya Puncak Dabo.

Puncak Dabo terletak di Jalan Damai, Kecamatan Samarinda Ilir, lokasinya pun hanya berjarak 15 menit dari pusat Kota Samarinda, dari atas Puncak pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah Kota Samarinda, dan dapat melihat keindahan lekukan sungai Mahakam.

Di Puncak Dabo terdapat 10 spot instagramable yang ditawarkan kepada para pengunjung, yang ingin berburu koleksi foto untuk diunggah ke media sosial dengan latar pemandangan Kota Samarinda dan berbagai macam latar hiasan. Di antaranya, pintu tembus pandang, rumah terbalik, bintang bulan, dan yang menjadi primadonanya ialah latar rumah marsupilami.

[irp]

Nuraini, salah seorang pengunjung yang berasal dari Kota Bontang, mengaku tertarik dengan Puncak Dabo, lantaran dirinya kerap melihat teman-temannya di media sosial berfoto di salah satu latar yang ada di Puncak Dabo tersebut.

“Ini baru pertama kali, lantaran penasaran, lihat foto teman bagus-bagus, saat mereka foto di puncak ini,” ucap Nuraini saat ditemui di Puncak Dabo, Sabtu (9/1/2021) malam.

Ditemui ditempat yang sama, Novita salah seorang pengunjung dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan dirinya merasa penasaran dengan tempat wisata puncak yang ada di Samarinda itu.

“Di Samarinda ini lagi liburan tahun baru bersama keluarga, dengar-dengar dari orang, kalau di Samarinda ada wisata puncak, karena itu saya penasaran lalu ke sini. Pas lihat tempatnya lebih bagus dari ada yang di foto,” terang Novita.

Adi Dabo selaku pengelola Puncak Dabo menceritakan, awal mula tercetus ide membuat tempat wisata Puncak Dabo ini. Ketika Ia yang memiliki hobi traveling untuk sekedar mencari spot foto, menemukan potensi puncak yang berada dekat rumahnya, ia pun mengajak rekan-rekannya untuk mengelola puncak yang memiliki luas 30 x 40 Meter tersebut.

“Awalnya hanya satu aja kami buat latarnya, waktu itu latar hanya pintu tembus pandang, ketikan saya bagikan ke medsos, ternyata foto saya banyak dapat respon dari netizen, hingga akhirnya saya dan 29 teman berinisiatif mengelola puncak ini,” jelas Adi Dabo.

Nama Dabo sendiri berasal dari kata Damai Borneo, karena Puncak Dabo ada di Jalan Damai kemudian Borneo secara umum bicara soal Kalimantan.

Puncak Dabo buka dari pukul 4 sore hingga 10 malam, dengan biaya tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah per orang. Setiap harinya jumlah pengunjung dapat mencapai ratusan orang terutama menjelang weekend dan hari libur.

“Kalau hari biasa pengunjung yang datang biasanya 100 orang lebih, namun saat akhir pekan bisa sampai 300 orang lebih, dan sebagian besar pengunjung juga berasal dari luar daerah” ungkapnya.

[irp]

Adi menerangkan, waktu awal mula mengelola Puncak Dabo pada bulan Februari 2020, pengunjung Puncak Dabo bisa mencapai seribu orang, akan tetapi saat pendemi covid-19 masuk ke Indonesia, tempat wisatanya itu pun terkena imbas.

“Waktu awal kami mengelola puncak ini bisa sampai seribu pengunjung, tapi sekarang sudah mulai berkurang, tapi memang saat pandemi ini kami batasi dalam sehari hanya 300 orang saja sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Kalimantan TimurPuncak DaboPuncak Dabo Jadi PrimadonaWisata
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

DPK Bontang Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan
Birokrasi

DPK Bontang Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan

By
Devi Nila Sari
Presiden Prabowo dan PM Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia hingga 2029
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo dan PM Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia hingga 2029

By
Wili Wili
Pariwara

Peduli Orangutan, Pupuk Kaltim Serahkan Bantuan Mobil Senilai Rp 425 Juta kepada BOSF

By
akurasi 2019
Kabar PolitikNews

Jaang Utarakan Keinginan Mencalonkan Diri Jadi Gubernur IKN Kaltim Pertama

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?