By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Proyek Tebu di Merauke Era Jokowi: Ratusan Ribu Hektare Hutan Papua Dirusak untuk Swasembada
HeadlinePeristiwa

Proyek Tebu di Merauke Era Jokowi: Ratusan Ribu Hektare Hutan Papua Dirusak untuk Swasembada

Wili Wili
Last updated: September 25, 2024 2:16 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Proyek Tebu di Merauke Era Jokowi: Ratusan Ribu Hektare Hutan Papua Dirusak untuk Swasembada
Proyek Tebu di Merauke Era Jokowi: Ratusan Ribu Hektare Hutan Papua Dirusak untuk Swasembada. Foto: Antara.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Proyek besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencapai swasembada gula dan bioetanol kini menuai perhatian. Melalui Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023, Jokowi mencanangkan pembangunan perkebunan tebu di wilayah Merauke, Papua Selatan, dengan luas 2,29 juta hektare. Program ini bertujuan memperluas areal perkebunan tebu hingga 700 ribu hektare di Merauke, dengan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, ditunjuk sebagai ketua satuan tugas untuk mengawal proyek tersebut.

Contents
  • Perusakan Hutan Papua untuk Proyek Tebu
  • Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
  • Proyeksi Pabrik Bioetanol dan Masa Depan

Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2024 menggarisbawahi pentingnya percepatan swasembada gula dan bioetanol, dengan penyiapan lahan perkebunan tebu dan pabrik bioetanol seluas 1,11 juta hektare. Namun, upaya ini telah mengakibatkan perusakan hutan di Papua Selatan, dengan ratusan ribu hektare hutan dibabat habis untuk membuka lahan pertanian baru.

Perusakan Hutan Papua untuk Proyek Tebu

Proyek swasembada ini mendapat sorotan khusus terkait dampak ekologis yang ditimbulkan. Berdasarkan laporan Koran Tempo berjudul “Kongsi Sepuluh Raja Gula di Food Estate,” proyek ini meliputi 19 dari 22 distrik di Merauke. PT Global Papua Abadi, salah satu perusahaan yang terlibat, telah melakukan pembukaan lahan besar-besaran. Subkontraktor PT Myesha Shafiyah Gemilang (MSG) bertugas meratakan hutan di wilayah konsesi. Hamparan hutan sepanjang 12,51 kilometer telah rata dengan tanah, meninggalkan jejak tumpukan kayu yang berukuran besar.

Julianto, supervisor PT MSG, menyebutkan bahwa perusahaan mereka bertanggung jawab atas land clearing di Kampung Sermayam Indah, Distrik Tanah Miring. Proses perataan hutan alam ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak lingkungan yang cukup besar, mengingat banyaknya kayu-kayu besar yang ditebang menggunakan alat berat.

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

Untuk menanggulangi dampak lingkungan yang timbul, Kementerian Investasi bersama PT Global Papua Abadi telah menunjuk Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (Center for Regional Analysis, Planning, and Development) untuk menyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Kajian ini berfokus pada perkebunan tebu di kluster 3 dengan luas 600 ribu hektare.

Selamet Kusdaryanto, peneliti dari IPB, menjelaskan bahwa kajian tersebut akan mencakup seluruh aspek terkait lingkungan di wilayah perkebunan tebu, dengan harapan untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Proyeksi Pabrik Bioetanol dan Masa Depan

Dalam dokumen KLHS yang diperoleh Tempo, PT Global Papua Abadi berencana membangun pabrik tebu dengan kapasitas giling 80 ribu ton per hari. Pabrik ini tidak hanya akan memproduksi gula, tetapi juga biogas dan etanol. Proses ini melibatkan konsorsium beberapa perusahaan untuk menyiapkan lahan seluas 34 ribu hektare di grup 1.

Sejak 2014, PT Global Papua Abadi telah memegang izin usaha perkebunan dengan luas total 34.626 hektare. Proyek besar ini diperkirakan akan membawa dampak ekonomi signifikan bagi Papua Selatan, namun perlu dikawal dengan regulasi lingkungan yang ketat.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:BioetanolFood Estate MeraukeHutan PapuaInvestasi di PapuaJokowiKLHSPerusakan HutanProyek Tebu MeraukePT Global Papua AbadiSwasembada Gula
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Hina Nabi Muhammad, Arab Saudi hingga Qatar Rame-rame Kecam Jubir Partai BJP India
HeadlineTrending

Hina Nabi Muhammad, Arab Saudi hingga Qatar Rame-rame Kecam Jubir Partai BJP India

By
akurasi 2019
Puan Bantah Isu Gantikan Ma'ruf Demi Barter Tunda Pemilu 2024
HeadlineKabar Politik

Puan Bantah Isu Gantikan Ma’ruf Demi Barter Tunda Pemilu 2024

By
akurasi 2019
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Merespons Konflik Israel-Palestina dengan Resolusi Tidak Mengikat
Headline

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Merespons Konflik Israel-Palestina dengan Resolusi Tidak Mengikat

By
akurasi 2019
Anies Baswedan Tenangkan Chiki Fawzi di Rumah Duka Marissa Haque, Ikang Fawzi Lantunkan Azan di Pemakaman
PeristiwaTrending

Anies Baswedan Tenangkan Chiki Fawzi di Rumah Duka Marissa Haque, Ikang Fawzi Lantunkan Azan di Pemakaman

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?