By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Program KB Jadi Syarat Penerima Bansos dan Beasiswa di Jabar, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi
HeadlinePeristiwa

Program KB Jadi Syarat Penerima Bansos dan Beasiswa di Jabar, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi

Wili Wili
Last updated: April 29, 2025 2:19 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Program KB Jadi Syarat Penerima Bansos dan Beasiswa di Jabar, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi
Program KB Jadi Syarat Penerima Bansos dan Beasiswa di Jabar, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi. Foto: Kompas.
SHARE

BANDUNG, Akurasi.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggulirkan wacana baru yang kontroversial: keikutsertaan dalam program Keluarga Berencana (KB) akan menjadi syarat wajib bagi masyarakat yang ingin menerima bantuan sosial (bansos), beasiswa, dan bantuan pemerintah lainnya di Provinsi Jawa Barat.

Dalam rapat koordinasi bidang kesejahteraan rakyat bertajuk “Gawé Rancagé Pak Kadés jeung Pak Lurah” di Pusdai Jawa Barat, Senin (28/4/2025), Dedi menegaskan bahwa integrasi program KB dengan penyaluran bansos bertujuan untuk menciptakan distribusi bantuan yang lebih merata dan mengurangi ketimpangan.

“Seluruh bantuan pemerintah nanti akan diintegrasikan dengan KB. Jangan sampai kesehatannya dijamin, kelahirannya dijamin, tetapi negara menjamin keluarga itu-itu saja,” kata Dedi, dikutip dari Antara. “Yang dapat beasiswa, bantuan melahirkan, perumahan keluarga, bantuan non-tunai, semua mikul di satu keluarga saja. Ini harus diubah,” tambahnya.

Dedi menyoroti fakta bahwa tingginya angka kelahiran di keluarga prasejahtera kerap membebani keuangan negara. Menurutnya, biaya persalinan yang tinggi seharusnya bisa dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan, misalnya untuk pembangunan rumah. Ia juga berbagi pengalaman menemukan keluarga dengan 22 anak dan lainnya yang sedang mengandung anak ke-11.

Dalam wacana ini, Dedi menekankan pentingnya keterlibatan pria dalam program KB, terutama melalui metode vasektomi (MOP). Menurutnya, keterlibatan laki-laki diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program, mengingat metode KB berbasis perempuan kerap menemui kendala seperti kelupaan minum pil KB.

“Jangan membebani perempuan saja. Harus laki-laki juga ikut KB, karena kalau perempuannya lupa minum pil, programnya jadi tidak efektif,” ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa berbagai jenis bantuan seperti sambungan listrik baru, beasiswa pendidikan, bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu), dan bantuan sosial lain hanya akan diberikan kepada keluarga yang sudah menjadi peserta KB.

“Ada sekitar 150 ribu penerima bantuan sambungan listrik baru dari Pemprov. Syaratnya, boleh, tapi harus KB dulu,” tegasnya.

Untuk memastikan akurasi, Dedi mendorong integrasi data kependudukan dengan data penerima bantuan sosial, lengkap dengan status kepesertaan KB. “Saat akan memberikan bantuan, dicek dulu: sudah ikut KB atau belum. Kalau belum, harus KB dulu, dan diprioritaskan KB pria,” kata Dedi.

Wacana ini turut disampaikan di hadapan sejumlah pejabat nasional, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Kepala BKKBN Wihaji, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dedi berharap dengan kebijakan ini, kesejahteraan masyarakat Jawa Barat bisa lebih meningkat, sekaligus mendorong kesadaran berkeluarga secara bertanggung jawab.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Bansos Jabar 2025Bansos Terbarubantuan sosialBeasiswa Jabarberita Jawa BaratBKKBNDedi MulyadiKB JabarKeluarga BerencanaProgram KB IndonesiaProgram Pemerintah JabarRutilahu JabarSambungan Listrik BaruVasektomi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ratusan Siswa Terancam Gagal Ikut SNBP 2025, Aksi Protes Melanda Sekolah-sekolah di Indonesia
PeristiwaTrending

Ratusan Siswa Terancam Gagal Ikut SNBP 2025, Aksi Protes Melanda Sekolah-sekolah di Indonesia

By
Wili Wili
Doxing Peneliti ICW dan Nominasi Jokowi sebagai Tokoh Korup Terbesar 2024: Kontroversi dan Dampaknya
HeadlineKabar Politik

Doxing Peneliti ICW dan Nominasi Jokowi sebagai Tokoh Korup Terbesar 2024: Kontroversi dan Dampaknya

By
Wili Wili
Pembangunan IKN Nusantara Diawali dengan Dana Rp5,3 Triliun: Agustus Mulai Kerja
HeadlineTrending

Pembangunan IKN Nusantara Diawali dengan Dana Rp5,3 Triliun: Agustus Mulai Kerja

By
Redaksi Akurasi.id
Tak Boleh Lagi, Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Keagamaan di Sidang
HeadlineHukum & Kriminal

Tak Boleh Lagi, Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Keagamaan di Sidang

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?