Presiden Prabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi 8+4+5, Target Pertumbuhan 5,2% Persen di 2025
Lima Program Unggulan Siap Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Baru

![]()
Akurasi.id – Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi bertajuk 8+4+5 yang terdiri dari 8 program akselerasi di tahun 2025, 4 program lanjutan hingga 2026, dan 5 program penciptaan lapangan kerja. Program ini ditujukan untuk memperkuat daya tahan ekonomi, mendukung UMKM, sekaligus membuka jutaan lowongan kerja baru.
Peluncuran ini diumumkan usai rapat kabinet terbatas di Istana, yang dipimpin langsung Presiden Prabowo dan dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
8 Program Stimulus Cepat 2025
Menko Airlangga merinci delapan program akselerasi yang digelontorkan pemerintah di tahun 2025, di antaranya:
Magang untuk 20.000 fresh graduate dengan insentif setara UMP selama enam bulan.
PPh 21 ditanggung pemerintah untuk pekerja sektor pariwisata dengan gaji di bawah Rp10 juta.
Bantuan pangan beras 10 kg untuk Oktober–November.
Diskon iuran JKK dan JKM bagi pekerja transportasi online, sopir, kurir, dan logistik selama enam bulan.
Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan dengan bunga lebih rendah.
Program Padat Karya Tunai di bawah Kemenhub dan Kementerian PUPR.
Deregulasi PP28 dan integrasi RDTR digital ke OSS untuk percepatan investasi.
Program Perkotaan dan gig economy berupa penyediaan working space di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, hingga Makassar.
Program-program tersebut ditargetkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,2% di akhir 2025.
4 Program Jangka Panjang 2026
Pemerintah juga memastikan empat kebijakan berlanjut hingga 2026, termasuk:
Insentif PPh final 0,5% untuk UMKM dengan omzet maksimal Rp4,8 miliar per tahun hingga 2029.
Perluasan diskon iuran JKK dan JKM untuk petani, buruh, pedagang, hingga ibu rumah tangga.
Dukungan industri padat karya seperti alas kaki, tekstil, pakaian jadi, dan furnitur.
5 Program Penyerapan Tenaga Kerja
Selain stimulus, pemerintah menyiapkan lima program unggulan yang fokus pada penciptaan lapangan kerja:
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: target 1 juta tenaga kerja pada 2025.
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP): diproyeksikan menciptakan 200.000 lapangan kerja jangka panjang.
Revitalisasi tambak Pantura seluas 20.000 hektare, menyerap 168.000 pekerja.
Modernisasi 1.000 kapal nelayan, berpotensi menambah 200.000 tenaga kerja.
Program Perkebunan Rakyat: replanting 870.000 hektare dengan komoditas tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala, yang diperkirakan menciptakan 1,6 juta lapangan kerja dalam dua tahun.
HIPMI Apresiasi, Ingatkan Implementasi
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai paket stimulus ini sebagai angin segar bagi dunia usaha, khususnya UMKM dan sektor riil. Sekjen HIPMI Anggawira menilai program magang fresh graduate hingga dukungan gig economy sangat relevan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja muda.
Namun HIPMI menekankan pentingnya implementasi konsisten di lapangan, koordinasi pusat dan daerah, serta pendampingan UMKM agar manfaat kebijakan bisa dirasakan merata, tidak hanya di kota besar.
“HIPMI siap mengawal implementasi paket stimulus ini agar benar-benar menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Anggawira.
Dengan kombinasi program akselerasi, insentif jangka panjang, dan fokus pada penyerapan tenaga kerja, pemerintah menargetkan stimulus ekonomi 8+4+5 tidak hanya menopang pemulihan, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju produktif, inovatif, dan berkeadilan.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









