By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Plang IKN Terpasang di Tanah Adat Tanpa Sosialisasi, Warga PPU: Kami Dianggap Tak Ada
HeadlineTrending

Plang IKN Terpasang di Tanah Adat Tanpa Sosialisasi, Warga PPU: Kami Dianggap Tak Ada

akurasi 2019
Last updated: Maret 16, 2022 10:17 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Plang IKN Terpasang di Tanah Adat Tanpa Sosialisasi, Warga PPU: Kami Dianggap Tak Ada
Warga PPU, Kaltim kecewa atas pembangunan IKN. Titik nol IKN. (Pikiranrakyat.com)
SHARE

Warga PPU kecewa karena plang IKN terpasang di tanah adat tanpa sosialisasi. Plang IKN terpasang di tanah adat ini, warga menganggap mencaplok tanah secara sepihak.

Akurasi.id, Jakarta – Warga Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yati Dahlia kecewa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Memasang plang di tanah masyarakat adat untuk lahan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tanpa sosialisasi.

Ketika Jokowi dan sejumlah gubernur mengadakan ritual Kendi Nusantara kemarin, kata Yati, warga lebih merasa masa bodoh. Menurutnya, mereka sudah terlanjur kecewa.

“Teriakan kami selama ini tidak terdengar. Kami seperti dianggap tidak ada di sini,” kata Yati saat konferensi pers virtual, Selasa (15/3).

Dia mengatakan, warga setempat menerima informasi terkait kedatangan dan kemah rombongan Jokowi hanya sekadar kabar angin. Suku Balik, masyarakat adat yang berada di wilayah IKN Nusantara, pun menurutnya tak ada ajakan dialog dengan kedatangan presiden.

Saat ini, kata Yati, warga adat Balik lebih fokus pada sejumlah lahan yang sudah terpasang plang pembangunan IKN. Ia pun kecewa, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor sebelumnya menyatakan bahwa lahan IKN tak mencaplok tanah warga.

“Tapi kenyataannya yang kami alami di sini, plangnya sudah ke pemukiman warga,” ujar Yati.

[irp]

Warga Tak Boleh Balik Nama Lahan

Selain itu, masyarakat juga kecewa dengan surat edaran gubernur yang tak mengizinkan balik nama kepemilikan lahan dari nenek moyang mereka. Yati pun meminta kejelasan terkait lahan warga agar tidak terkena dampak IKN.

Dia menilai pemasangan plang di lahan masyarakat adat merupakan pengambilan tanah secara sepihak. Sebab selama ini mereka tak pernah diajak bertemu, apalagi berkoordinasi terkait penyelesaian sengketa tanah warga.

“Jadi kami berharap pemerintah menanggapi suara kami ini,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala adat Balik di Kampung Sepaku Lama, Sibukdin, khawatir kehadiran IKN akan menghilangkan hak-hak lahan pertanian dan pemukiman mereka. Selama ini lahan itu hanya diakui sebagai bagian dari kawasan budi daya kehutanan (KBK).

Status ini dianggap membingungkan. Dia pun berharap status tanah tersebut jadi Areal Penggunaan Lain (APL).

Sibukdin mengatakan sejauh ini belum ada komunikasi atau sosialisasi kepada kepala kampung ataupun kepala adat di Kecamatan Sepaku.(*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:IKNLahan AdatTrendingWarga PPU Kecewa
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gunawan 'Sadbor' Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Promosi Judi Online
Hukum & KriminalTrending

Gunawan ‘Sadbor’ Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Promosi Judi Online

By
Wili Wili
Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dilakukan Estafet, Terkendala Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk
PeristiwaTrending

Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dilakukan Estafet, Terkendala Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk

By
Wili Wili
212 Merek Beras Diduga Oplosan, Pemerintah dan DPR Desak Penindakan Tegas
PeristiwaTrending

212 Merek Beras Diduga Oplosan, Pemerintah dan DPR Desak Penindakan Tegas

By
Wili Wili
Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun, Indonesia Berduka
HeadlinePeristiwa

Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun, Indonesia Berduka

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?