By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Pemerintah dan DPR Desak Penindakan Tegas
PeristiwaTrending

212 Merek Beras Diduga Oplosan, Pemerintah dan DPR Desak Penindakan Tegas

Wili Wili
Last updated: Juli 15, 2025 1:26 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
212 Merek Beras Diduga Oplosan, Pemerintah dan DPR Desak Penindakan Tegas
212 Merek Beras Diduga Oplosan, Pemerintah dan DPR Desak Penindakan Tegas. Foto: Antara.
SHARE

Akurasi.id – Pemerintah mengumumkan bahwa sebanyak 212 merek beras medium dan premium diduga merupakan hasil oplosan. Temuan ini tersebar di 10 provinsi dan mencuat setelah penindakan oleh kepolisian terhadap gudang di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, yang diduga memutihkan beras Bulog dan mengemas ulang dengan label merek komersial seperti Ramos dan Bantuan Pangan Bapanas.

Beras oplosan tersebut telah dipasarkan di sejumlah wilayah seperti Bogor, Tangerang, Serang, dan Kota Cilegon, dan diketahui telah beroperasi sejak 2019. Praktik ini disebut menghasilkan keuntungan Rp732 juta hanya dalam kurun waktu Desember 2023 hingga Maret 2024.

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan investigasi lanjutan dengan mengambil 268 sampel beras dari berbagai pasar di Jabodetabek, Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, pada 6–23 Juni 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • 85,56% beras premium tidak memenuhi standar mutu nasional.

  • 59,78% beras premium dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

  • 21,66% beras premium memiliki berat lebih rendah dari label kemasan.

  • 88,24% beras medium juga tidak sesuai standar mutu.

  • 95,12% beras medium dijual melampaui HET.

  • 9,38% beras medium memiliki kekurangan berat nyata.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada kompromi terhadap praktik curang yang merusak pasar dan merugikan petani serta masyarakat. Ia menyebut pengoplosan beras sebagai bentuk “pengkhianatan terhadap semangat swasembada pangan Presiden Prabowo”.

“212 merek ini terbukti tidak sesuai ketentuan mutu, berat, dan harga. Saya telah melaporkan langsung kepada Kapolri dan Jaksa Agung agar segera ditindak,” ujar Amran.

Kementan bahkan memperkirakan kerugian konsumen akibat praktik ini mencapai Rp99,35 triliun per tahun, akibat manipulasi kualitas dan harga distribusi.

Satgas Pangan Polri turut memeriksa empat produsen beras berinisial WG, FSTJ, BPR, dan SUL/JG sejak Kamis (10/7), dan melanjutkan pemeriksaan terhadap produsen lain pada Senin (14/7). Namun jumlah total produsen yang diperiksa belum diungkapkan oleh Brigjen Pol Helfi Assegaf, Ketua Satgas Pangan Polri.

Ketua DPR RI Puan Maharani juga bersuara keras terhadap kasus ini. Ia menyebut pengoplosan beras sebagai pembohongan publik dan bentuk kejahatan ekonomi yang menyasar kehidupan masyarakat secara langsung.

“Negara tidak boleh kalah dari mafia beras. Ini soal keadilan ekonomi dan martabat rakyat. DPR RI akan mengawal agar reformasi sistem pangan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” tegas Puan.

Puan mendesak aparat untuk menindak tegas seluruh jaringan pelaku, dari produsen, distributor, hingga korporasi. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sipil dan akademisi dalam pengawasan distribusi pangan, guna mencegah dominasi informasi oleh pelaku industri.

Kasus beras oplosan ini menjadi alarm serius terhadap tata kelola pangan nasional. Pemerintah diminta bertindak cepat dan transparan agar kepercayaan publik kembali pulih, serta memastikan bahwa hak masyarakat atas pangan yang layak, terjangkau, dan jujur tetap terjaga.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:212 merek berasberas oplosanberas palsuberas premium curangberas putih bulogDPRHET berashukum pangankejahatan panganKementanKementerian Pertanianmafia panganmutu beraspengoplosan berasPuan MaharaniSatgas Pangan Polri
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tragedi di Sorong: Ajudan Wakapolres Ditemukan Tewas Tergantung di Dapur
Hukum & KriminalTrending

Tragedi di Sorong Ajudan Wakapolres Ditemukan Tewas Tergantung di Dapur

By
Wili Wili
Kontroversi Perhitungan Kerugian Lingkungan oleh Guru Besar IPB Bambang Hero Saharjo
PeristiwaTrending

Kontroversi Perhitungan Kerugian Lingkungan oleh Guru Besar IPB Bambang Hero Saharjo

By
Wili Wili
Hari Ke-909 Invasi Rusia: Ukraina Setujui Larangan Gereja Ortodoks Terkait Rusia, Rusia Klaim Rebut Permukiman New York
PeristiwaTrending

Hari Ke-909 Invasi Rusia: Ukraina Setujui Larangan Gereja Ortodoks Terkait Rusia, Rusia Klaim Rebut Permukiman New York

By
Wili Wili
Febby Rastanty Resmi Menikah dengan Drajad Djumantara, Ini Momen Haru Pernikahan Mereka
SelebritisTrending

Febby Rastanty Resmi Menikah dengan Drajad Djumantara, Ini Momen Haru Pernikahan Mereka

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?