By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Duduk Perkara di Balik Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Kaliorang, Bermula Dituding Mencuri
News

Duduk Perkara di Balik Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Kaliorang, Bermula Dituding Mencuri

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Agustus 18, 2021 11:52 am
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Duduk Perkara di Balik Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Kaliorang, Bermula Dituding Mencuri
Seorang warga Samarinda meninggal dunia usai menjadi korban penganiayaan dari bosnya saat bekerja di Kaliorang, Kutim. (Ilustrasi)
SHARE
Duduk Perkara di Balik Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Kaliorang, Bermula Dituding Mencuri
Seorang warga Samarinda meninggal dunia usai menjadi korban penganiayaan dari bosnya saat bekerja di Kaliorang, Kutim. (Ilustrasi)

Duduk Perkara di Balik Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Kaliorang, Bermula Dituding Mencuri. Korban yang dituding mencuri handphone, semula berinisiatif melapor polisi, lantaran merasa namanya dicemarkan. Niat itu ditentang pelaku hingga akhirnya berujung adu mulut dan penganiayaan.

Akurasi.id, Sangatta – Misteri di balik kasus penganiayaan berujung maut di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kamis 24 Juni 2021 lalu, akhirnya terungkap. Korban dalam peristiwa maut itu diketahui merupakan karyawan dari pelaku pembunuhan tersebut.

Belakangan juga diketahui, korban bernama Randi (44), merupakan warga asal Kota Samarinda. Mirisnya lagi, korban merupakan karyawan baru di perusahaan milik GF yang tidak lain adalah pelaku dalam perkara itu.

“Korban itu karyawannya pelaku. Dia baru beberapa hari bekerja. Mereka bekerja sebagai pemecah batu gunung,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko melalui Kapolsek Kaliorang AKP Rihard Nixon, Selasa (6/7/2021).

Dia menceritakan, pemicu pertikaian keduanya diawali saat korban dituding mencuri handphone dari rekan kerjanya. Kendati tak terima dengan tuduhan itu, korban lalu mendatangi rumah bosnya (pelaku), untuk meminta izin melaporkan rekannya ke kantor polisi. Dengan alasan pencemaran nama baik.

Akan tetapi, pelaku melarang korban untuk melapor. Lantaran, permasalahan itu bisa diselesaikan secara baik-baik. Tak perlu sampai melaporkan ke polisi. Alhasil, adu mulut pun mewarnai pertemuan mereka. Pelaku awalnya menyuruh korban untuk kembali bekerja. Tapi, korban tetap bersikukuh melaporkan tuduhan itu ke pihak berwajib.

Pelaku yang mulai tersulut emosi seketika melayangkan bogem mentah ke leher dan dagu korban. Tak hanya itu, korban juga didorong hingga kepalanya membentur batu. Takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pelaku kemudian memerintahkan tiga anak buahnya mengantar korban ke Puskesmas Bengalon. Lalu melaporkan ke tim medis bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan pengakuan anak buah pelaku, korban masih dalam keadaan sadar saat di antar menuju puskesmas. Kendati demikian, sesampai di puskesmas tim medis menyatakan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. “Diperkirakan korban meninggal saat di perjalanan,” terang AKP Rihard. Usai mengantar korban, ketiga anak buah pelaku lantas meninggalkan korban begitu saja.

[irp]

Kejahatan pelaku tersebut akhirnya tercium aparat usai tim medis yang bertugas di Puskesmas Bengalon melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bengalon. Pelaku sendiri kini telah ditahan pihak kepolisian. Dengan sejumlah bukti yang telah dikumpulkan, pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#Kasus PembunuhanKasus PenganiayaanKutai TimurPembunuhan di KaliorangPolsek Kaliorang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali KM 72 Tewaskan 5 Orang, Puluhan Luka-Luka
PeristiwaTrending

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali KM 72 Tewaskan 5 Orang, Puluhan Luka-Luka

By
Wili Wili
Polisi Fasilitasi Pengembalian Barang Dijarah dari Rumah Ahmad Sahroni
HeadlinePeristiwa

Polisi Fasilitasi Pengembalian Barang Dijarah dari Rumah Ahmad Sahroni

By
Wili Wili
Investigasi Kematian Brigadir RAT Menguak Kejanggalan dan Tuntutan Klarifikasi Memperdalam Misteri
Covered StoryHeadlineHukum & Kriminal

Investigasi Kematian Brigadir RAT Menguak Kejanggalan dan Tuntutan Klarifikasi Memperdalam Misteri

By
akurasi 2019
Kronologis Seorang Ustaz di Samarinda Ditemukan Gantung Diri Dengan Seutas Tali di Balkon Rumah
News

Kronologis Seorang Ustaz di Samarinda Ditemukan Gantung Diri Dengan Seutas Tali di Balkon Rumah

By
Redaksi Akurasi.id
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?