Pemerintah Tetapkan Program Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari, Hemat APBN Rp20 Triliun
Pemerintah Pangkas Program Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Demi Efisiensi Anggaran

![]()
Akurasi.id – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dilaksanakan selama lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah efisiensi anggaran serta transformasi budaya kerja yang mulai berlaku pada 1 April 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indrajaya menyampaikan keputusan tersebut melalui akun resmi Instagram Sekretariat Kabinet. Menurutnya, penyesuaian program MBG menjadi lima hari dalam seminggu bertujuan meningkatkan efisiensi di tengah dinamika geopolitik global.
“Kebijakan MBG hanya berfokus lima hari dalam seminggu, kecuali untuk kelompok tertentu seperti asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi,” ujar Teddy dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Efisiensi Anggaran Capai Rp20 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari langkah efisiensi pemerintah dalam menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap kondisi ekonomi dan energi.
Menurut Airlangga, pengurangan frekuensi program MBG berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp20 triliun.
“Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG dengan penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu. Potensi penghematan dari kebijakan ini mencapai Rp20 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers daring.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap memperhatikan beberapa pengecualian, seperti wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), asrama pendidikan, serta daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Bagian dari Transformasi Efisiensi Pemerintah
Pemerintah menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural untuk meningkatkan efisiensi ekonomi nasional. Selain program MBG, sejumlah kebijakan efisiensi lain juga tengah diterapkan, termasuk kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat.
Pemerintah juga mengajak masyarakat serta dunia usaha untuk mendukung berbagai langkah efisiensi tersebut.
“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif serta berpartisipasi aktif dalam mendukung transformasi budaya kerja ini,” ujar Airlangga.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









