By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > DPRD Kembali Dorong Pemerintah Cairkan Santunan Kematian
Kabar Politik

DPRD Kembali Dorong Pemerintah Cairkan Santunan Kematian

Devi Nila Sari
Last updated: Juli 29, 2021 9:32 pm
By
Devi Nila Sari
Share
2 Min Read
DPRD Kembali Dorong Pemerintah Cairkan Santunan Kematian
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
DPRD Kembali Dorong Pemerintah Cairkan Santunan Kematian
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

DPRD kembali dorong pemerintah cairkan santunan kematian. Menurutnya, dalam kondisi pandemi saat ini, dana santunan wakaf itu sangat membantu masyarakat Kota Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam meminta pemerintah dapat segera mencairkan dana santunan kematian yang sempat terhenti pada Januari 2021 lalu.

Menurutnya dalam kondisi pandemi saat ini, dana santunan wakaf itu sangat membantu masyarakat Kota Bontang.

“Saya paham untuk dana santunan kematian, pemerintah saat ini terhalang payung hukum, dari itu saya menyarankan pemerintah harus segera membuat Perwali sebagai acuan merealisasikan anggaran itu,” jelas Nursalam usai menghadiri rapat kerja di sekretariat DPRD Bontang, Kamis (29/7/2021).

Dikatakannya, pemerintah terlalu berhati-hati dalam menyusun regulasi, lantaran berkaca dalam tahun sebelumnya, yang mana dana santunan terdahulu posnya selalu tidak tepat.

“Yang namanya kematian itu tidak bisa direncanakan, sementara santunan seperti itu harus terencana,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Bontang Amiluddin mengatakan, dana anggaran masih ada, namun untuk pencariannya belum dapat direalisasikan lantaran terbentur mekanisme.

[irp]

“Itu kenapa kita belum bisa mencairkan dana tersebut, sebab kami masih menunggu BPKP datang ke Bontang untuk melakukan  audiensi,” ucap Amiluddin.

Ia menyebut dana santunan kematian sejatinya tidak pernah dihapus, sebab sejak periode Neni Moerniaeni menjabat sebagai Wali Kota, dana tersebut sudah berjalan, hanya saja  lantaran adanya perubahan regulasi, pihaknya masih menunggu final badan hukumnya.

“Sistem kita sekarang kan tidak lagi menggunakan istilah santunan kematian, melainkan Pemberian Bantuan Sosial Tidak Terencana Santunan Kematian (BT2SK), yang saat ini kami tunggu regulasinya,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Editor: Rachman Wahid

TAGGED:BansosDPRD BontangnursalamSantunan Kematian
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas
PeristiwaTrending

571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas

By
Wili Wili
LPPDK Edi-Rendi Dalam Proses Audit KAP, Hasilnya Diumumkan 23-25 Desember 2020
Kabar PolitikRagam

LPPDK Edi-Rendi Dalam Proses Audit KAP, Hasilnya Diumumkan 23-25 Desember 2020

By
Devi Nila Sari
Kecewa Verikasi Faktual Tetap Jalan, Parawansa: KPU Samarinda Jangan Seperti Robot Tak Punya Hati
Kabar Politik

Kecewa Verikasi Faktual Tetap Jalan, Parawansa: KPU Samarinda Jangan Seperti Robot Tak Punya Hati

By
akurasi 2019
Selesaikan Sengkarut SMA 10 Melati, Disdikbud Diminta Hadir, Jawad: Kalau Perwakilan, Kami Usir
Kabar Politik

Selesaikan Sengkarut SMA 10 Melati, Disdikbud Diminta Hadir, Jawad: Kalau Perwakilan, Kami Usir

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?