By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > 571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas
PeristiwaTrending

571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas

Wili Wili
Last updated: Juli 12, 2025 1:14 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas
571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas. Foto: Detik.
SHARE

Akurasi.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sebanyak 571.410 rekening penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online (judol), bahkan hingga pendanaan terorisme dan tindak pidana korupsi. Seluruh rekening tersebut telah diblokir demi mencegah penyalahgunaan dana negara.

Contents
  • Manipulasi Data dan Penyimpangan Identitas
  • Reaksi Publik dan Tanggapan Parlemen
  • Penyebab Sosial dan Solusi Pemerintah

“Jika terkait bansos, sudah terverifikasi berdasarkan NIK. Mau sadar atau tidak, intinya uang bansos tidak boleh dipakai judol,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada wartawan, Sabtu (12/7).

Dari 28,4 juta penerima bansos yang dianalisis, PPATK menemukan bahwa sekitar 7,5 juta transaksi mencurigakan bernilai hampir Rp957 miliar dilakukan oleh lebih dari 571 ribu penerima bansos. Temuan ini hanya berdasarkan data dari satu bank, sehingga jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar.

Ivan menyebut sebagian rekening sudah diverifikasi ulang dan sejumlah penerima datang langsung ke bank untuk menyelesaikan permasalahan. Namun, ia menegaskan bahwa dana bansos tidak boleh disalahgunakan untuk kegiatan ilegal.

Manipulasi Data dan Penyimpangan Identitas

Salah satu temuan penting PPATK adalah adanya ketidaksesuaian antara nama pemilik rekening dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos. Indikasi ini membuka kemungkinan manipulasi data atau pemalsuan identitas demi mendapatkan bantuan yang tidak seharusnya.

Selain itu, ditemukan pula rekening dorman (tidak aktif) dan rekening dengan saldo jutaan rupiah, padahal ditujukan untuk warga miskin. Ini menandakan adanya kelemahan sistem verifikasi dan validasi data dalam penyaluran bansos.

Reaksi Publik dan Tanggapan Parlemen

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq meminta agar bansos kepada individu yang terbukti berjudi online segera dihentikan. “Negara tidak boleh membiayai gaya hidup yang merusak,” tegasnya.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya verifikasi akurat sebelum menjatuhkan sanksi, untuk menghindari kesalahan dan pelanggaran hak warga negara.

Penyebab Sosial dan Solusi Pemerintah

Fenomena ini menunjukkan bahwa judi online kerap menjadi pelarian bagi masyarakat di bawah tekanan ekonomi. Meskipun bukan pembenaran, tekanan hidup bisa menjadikan judi tampak seperti solusi cepat, meski akhirnya memperparah kondisi kemiskinan.

PPATK dan sejumlah pengamat menyoroti pentingnya literasi keuangan dan pendidikan moral sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah penyalahgunaan bansos. Selain itu, pemerintah diimbau memperkuat program pemberdayaan ekonomi agar penerima bansos bisa mandiri dan “lulus” dari ketergantungan bantuan.

Sesuai Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025, distribusi bansos ke depan harus berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), demi mencegah penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Di luar faktor sistem, masalah ini juga mengarah pada poverty mindset atau mental miskin sikap yang selalu merasa kurang, konsumtif, dan bergantung pada bantuan, meskipun secara ekonomi sudah mampu.

Tanpa perubahan paradigma ini, program bansos yang bertujuan mulia bisa berubah menjadi “mesin pasif” yang justru menghambat kemandirian. Diperlukan sinergi antara ketegasan hukum, reformasi data, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan nilai untuk menyembuhkan masyarakat dari jerat kemiskinan struktural dan mental.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Bansosbansos 2025DTSENIvan YustiavandanaJudi OnlineKebijakan SosialKomisi VIII DPRliterasi keuanganmental miskinpendanaan terorismepenerima bansospenyalahgunaan bansosPPATKrekening diblokirverifikasi NIK
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Balita di Ngawi Tewas Diduga Usai Minum Oli dan Pertalite yang Disimpan di Rumah
PeristiwaTrending

Balita di Ngawi Tewas Diduga Usai Minum Oli dan Pertalite yang Disimpan di Rumah

By
Wili Wili
Elon Musk Tantang PBB, Siap Jual Saham Atasi Kelaparan Dunia
HeadlineTrending

Elon Musk Tantang PBB, Siap Jual Saham Atasi Kelaparan Dunia

By
Devi Nila Sari
Indonesia U-23 Ditahan Imbang Laos, Pelatih Lawan Bandingkan dengan Era Shin Tae-yong
OlahragaTrending

Indonesia U-23 Ditahan Imbang Laos, Pelatih Lawan Bandingkan dengan Era Shin Tae-yong

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Subianto Tunaikan Umrah dan Masuk Ka'bah, Didoakan untuk Keberkahan Bangsa
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Subianto Tunaikan Umrah dan Masuk Ka’bah, Didoakan untuk Keberkahan Bangsa

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?