By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Normalisasi SKM, Warga di Bantaran Sungai Sebaiknya Perlu Berkemas Diri!
Trending

Normalisasi SKM, Warga di Bantaran Sungai Sebaiknya Perlu Berkemas Diri!

akurasi 2019
Last updated: Juni 18, 2019 12:34 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Normalisasi SKM, Warga di Bantaran Sungai Sebaiknya Perlu Berkemas Diri!
Banjir yang melanda Kota Samarinda membuat aktivitas ribuan warga hampir sepekan lamanya lumpuh total. (Yusuf Arafah/Akurasi.id)
SHARE
Normalisasi SKM, Warga di Bantaran Sungai Sebaiknya Perlu Berkemas Diri!
Banjir yang melanda Kota Samarinda membuat aktivitas ribuan warga hampir sepekan lamanya lumpuh total. (Yusuf Arafah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Banjir bandang yang melanda Kota Samarinda selama sepekan terakhir membuat pemerintah setempat mulai mengencangkan ikat pinggang. Di antaranya dengan mengevaluasi ulang pola tata ruang. Baik untuk kawasan perumahan, permukiman, dan tambang.

Contohnya, dalam waktu dekat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, berencana mengkaji ulang keberadaan rumah-rumah warga yang ada di atas Sungai Karang Mumus.

Langkah itu diambil pemerintah dengan berbagai pertimbangan. Antara lain, karena semakin menyempitnya daerah aliran sungai (DAS) dan tingginya sedimentasi terhadap SKM. Hal itu tidak lepas dari menjamurnya bangunan rumah warga yang ada di atas sempadan sungai.

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mulai menata kembali DAS SKM. Terutama yang berada di Gang Nibung dan belakang Pasar Segiri.

Aliran air di kedua tempat itu dirsakan sudah sangat dangkal dan menyempit. Sehingga dinilai perlu untuk segera dilakukan penyodetan atau pun pengerukan. Seperti halnya banjir yang terjadi di Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, penyebabnya karena luapan air SKM yang melintasi daerah itu.

“Kami akan segera mengeluarkan surat pengumuman adanya kegiatan pengerukan dan penyodetan di Gang Nibung dan di belakang  Pasar Segiri. Warga yang tinggal di bantaran sungai di Pasar Segiri dan sekitarnya akan segera kami minta untuk pindah,” kata dia, Senin (17/6/19).

Normalisasi SKM, Warga di Bantaran Sungai Sebaiknya Perlu Berkemas Diri!
Tampak dari atas ketinggian aliran Sungai Karang Mumus yang membelah Kota Samarinda. Sempadan sungai tampak telah banyak dibangun rumah warga. (Istimewa)

Sugeng mengutarakan, usulan relokasi Pasar Segiri juga sudah masuk dalam pertimbangan pihaknya. Menurut dia, pemindahan salah satu pasar tradisional itu adalah opsi yang cukup baik agar kegiatan normalisasi sungai yang ada di kawasan itu bisa optimal dilaksanakan.

“Memang bisa jadi Pasar Segiri akan kami relokasi ke pingir kota. Supaya di daerah itu tidak terjadi kemacetan seperti yang sering terjadi selama ini,” ujarnya.

Sebagai gantinya, Pasar Segiri nanti akan dibangun menjadi rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Dengan begitu, sebagian dari lokasi pasar bisa dikeruk atau dilebarkan lagi. Sehingga aliran air SKM menjadi lebih lancar lagi.

“Semisalnya di lokasi pasar itu dibangun rusunawa, saya kira warga yang tinggal di bantaran sungai pasti mau direlokasi ke tempat itu. Karena lokasinya berada di pusat kota,” ujarnya.

Untuk jangka panjangnya, pemerintah akan melakukan kegiatan normalisasi SKM. Mulai dari hulu hingga hilir sungai. Untuk merealisasikan itu, pemerintah akan menyiapkan dulu skema relokasi warga yang akan terdampak proyek tersebut.

“Ya, setidaknya memang akan ada sekitar 25 ribu rumah warga yang harus direlokasi apabila mau mengembalikan wajah Sungai Karang Mumus sebagaimana dulu,” ungkapnya.

“Dan memang butuh alokasi anggaran yang cukup besar untuk melaksanakan itu. Tapi itu memang harus dilakukan jika banjir di Samarinda tidak ingin terus-terus terulang,” tambah dia. (*)

Penulis: Yusuf Arafah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:#SamarindaCalapNormalisasi SKMSungai Karang Mumus
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Robert Francis Prevost Terpilih Jadi Paus Leo XIV, Paus Pertama dari Amerika Serikat
PeristiwaTrending

Robert Francis Prevost Terpilih Jadi Paus Leo XIV, Paus Pertama dari Amerika Serikat

By
Wili Wili
Duo Tachibana Resmi Hengkang dari Red Aliens, Berikut Sederet Prestasinya
DestinasiHeadlineKesehatanOlahragaRagamTrending

Duo Tachibana Resmi Hengkang dari Red Aliens, Berikut Sederet Prestasinya

By
akurasi 2019
Lisa Mariana Diperiksa Bareskrim Terkait Laporan Ridwan Kamil Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
PeristiwaTrending

Lisa Mariana Diperiksa Bareskrim Terkait Laporan Ridwan Kamil Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik

By
Wili Wili
Ada Prostitusi Terselubung di Kawasan KPC?
Trending

Ada Prostitusi Terselubung di Kawasan KPC?

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?