By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Nestapa Warga Kampung Miliarder di Tuban, Duit Habis dan Kini Sulit Cari Pekerjaan
Trending

Nestapa Warga Kampung Miliarder di Tuban, Duit Habis dan Kini Sulit Cari Pekerjaan

akurasi 2019
Last updated: Maret 6, 2022 8:22 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Duit Habis Tak Dapat Pekerjaan yang Dijanjikan, Nestapa Warga Kampung Miliarder di Tuban
Ratusan pemuda protes di depan Kilang Pertamina di Tuban, Senin (24/1/2022). (Kumparan.com)
SHARE

Akurasi.id, Tuban – Pada bulan Februari 2021 sejumlah desa di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim, menjadi sorotan masyarakat luas. Musababnya, ratusan warga mendadak menjadi miliarder setelah menjual tanahnya kepada PT Pertamina. Namun kini nestapa warga kampung miliarder merundung.

Contents
  • Nestapa Warga Kampung Miliarder di Tuban
  • Pernyataan Pertamina Atas Nestapa Warga Kampung Miliarder di Tuban

Tanah tersebut dijual untuk pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) yang bekerja sama dengan perusahaan Rusia, Rosneft. Dari menjual tanah itu, rata-rata masyarakat setempat mendapatkan uang miliaran rupiah, tertinggi Rp 28 miliar.

Namun, seiring berjalannya waktu beberapa warga mengaku menyesal menjual lahannya untuk kepentingan pembangunan kilang minyak. Alasannya, mereka kini kesulitan mencari mata pencarian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tak dapat pekerjaan yang dijanjikan.

Kondisi itu salah satunya dirasakan Musanam (60), salah satu warga ring satu perusahaan tepatnya di Dusun Tadahan, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. Setelah menjual tanah tahun lalu, kini kakek tersebut tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia terpaksa menjual sapi peliharaannya.

“Saya menjual sapi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Musanam mewakili kondisi dan nestapa warga kampung miliarder di Tuban.

Demi mendapatkan pekerjaan, kakek tersebut juga ikut demo terkait prioritas tenaga lokal untuk diperhatikan perusahaan, di depan kantor Kilang Minyak Jenu, Tuban, Senin (24/1/2022). Demo tersebut juga diikuti ratusan pemuda di enam desa yang ada di Kecamatan Jenu.

[irp]

“Dulu sebelum menjual tanah dan bangunan rumah, katanya mau dikasih pekerjaan. Sampai sekarang tak dapat pekerjaan yang dijanjikan,” ungkapnya.

Nestapa Warga Kampung Miliarder di Tuban

Perjuangan Musanam untuk mendapatkan penghidupan layak di ring satu perusahaan kilang minyak tak sendiri. Warga lain yang bernama Mugi (60) juga bernasib sama.

Perempuan yang tinggal di kampung miliarder ini juga kini nyaris tak memiliki pekerjaan usai tanah seluas 2,4 hektar dijualnya ke PT Pertamina.

“Ya, menyesal sudah menjual lahan pertanian saya ke Pertamina, dulu lahan saya ditanami jagung dan cabai dan setiap kali panen bisa menghasilkan Rp 40 juta. Sekarang saya sudah tidak lagi memiliki penghasilan setelah menjual lahan pertanian,” kata Mugi.

Lahan Mugi dibeli Pertamina dengan harga sekitar Rp 2,5 miliar lebih dengan dijanjikan anaknya akan bisa bekerja di proyek kilang.

Mugi menabung uang hasil penjualan tanah dan sisanya digunakan untuk bertahan hidup.

“Saya dirayu untuk menjual tanah, katanya mau diberikan pekerjaan anak-anak saya, pokoknya dijanjikan enak-enak. Tapi sekarang mana, enggak ada,” kata dia.

[irp]

Pernyataan Pertamina Atas Nestapa Warga Kampung Miliarder di Tuban

Pihak Pertamina angkat bicara terkait persoalan tersebut. Hal tersebut disampaikan Kadek Ambara Jaya, Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

“PRPP dan Pertamina Project GRR berkomitmen merekrut pekerja yang memenuhi persyaratan dan memenuhi kompetensi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Kadek Ambara Jaya.

Pihaknya memastikan untuk mengimplementasikan rekrutmen tenaga kerja dengan baik dan transparan, proses rekrutmen pada tahun 2022 didukung oleh PT Pertamina Training & Consulting (PTC). Penunjukan PTC didasari agar proses rekrutmen dapat dilakukan secara transparan, independen, dan bebas dari intervensi mana pun.

“Terkait dengan pemenuhan tenaga kerja untuk proyek GRR Tuban di tahun 2022 ini, kami tetap akan melanjutkan komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat lokal seperti tahun sebelumnya,” ujar dia.

[irp]

Meski demikian, Kadek menjelaskan untuk kebutuhan tenaga kerja yang memerlukan kompetensi tertentu, pihaknya akan melakukan seleksi sehingga nantinya akan diperoleh putra daerah sebagai calon pekerja yang sehat jasmani dan rohani, disiplin, profesional, kompeten serta berdedikasi tinggi untuk bersama-sama kami mendukung setiap fase pembangunan kilang.

“Kami juga punya harapan besar bahwa para calon tenaga kerja yang kami rekrut, dapat menjadi representasi warga lokal yang membanggakan, bukan hanya kepada daerah Tuban tetapi juga bagi GRR Tuban dan PRPP serta dapat meningkatkan reputasi perusahaan di hadapan para pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Kadek. (*)

Sumber: Kumparan.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:DemontrasiHardnewsKampung Miliarder TubanPertamina
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

fase pertama relaksasi covid-19
Trending

Fase Pertama Relaksasi Covid-19 di Samarinda Diawali dengan Membuka THM

By
akurasi 2019
transmisi lokal kutim
Trending

Pasien Positif Covid-19 Kutim Kini Berjumlah 29 Orang, Kasus Transmisi Lokal Kian Membayangi

By
akurasi 2019
Truk Tabrak Kereta di Kaligawe Semarang, 1 Tewas dan Lalu Lintas Macet Total
PeristiwaTrending

Truk Tabrak Kereta di Kaligawe Semarang, 1 Tewas dan Lalu Lintas Macet Total

By
Wili Wili
Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini Turun Berikut Daftar Lengkapnya
EkonomiTrending

Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini Turun Berikut Daftar Lengkapnya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?