By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes, Begini Kronologisnya
HeadlineTrending

Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes, Begini Kronologisnya

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 18, 2021 2:06 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes, Begini Kronologisnya
MUI dan PKS mengkritisi rekam jejak Ataturk mengubah masjid Hagia Sophia jadi museum, mengganti azan dengan bahasa lokal, hingga melarang kewajiban berjilbab. (Dok Istimewa/Fatih Mehmet Koksoy)
SHARE
Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes, Begini Kronologisnya
MUI dan PKS mengkritisi rekam jejak Ataturk mengubah masjid Hagia Sophia jadi museum, mengganti azan dengan bahasa lokal, hingga melarang kewajiban berjilbab. (Dok Istimewa/Fatih Mehmet Koksoy)

Akurasi.id — Wacana nama Jalan tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk menuai protes sejumlah kalangan muslim di Indonesia. Sejak Duta Besar Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa

Indonesia mengusulkan menggunakan nama tokoh sekuler ini menjadi nama jalan, protes datang dari berbagai pihak terkait wacana nama jalan Ataturk tersebut. Pada Jumat (15/10), Iqbal menyampaikan bahwa Indonesia mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama Ataturk.

“Kami sudah meminta komitmen dari pemerintah DKI Jakarta untuk pemerintah memberikan nama jalan dengan founding fathernya Turki di Jakarta,” kata Iqbal dalam acara Ngopi Virtual, Jumat (15/10).

“Kita tahu bahwa nama pendiri bangsa Turki adalah Mustafa Kemal Ataturk. Ia pendiri bangsa Turki, Ataturk sendiri artinya bapak bangsa Turki,” ucap Iqbal lagi.

Kabar ini juga dibenarkan oleh Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria. Riza menyampaikan wacana penggunaan jalan ini merupakan bentuk kerja sama antara Indonesia dengan Turki. Walaupun begitu, Riza belum bisa memastikan lokasi ruas jalan yang akan diganti dengan nama Jalan Ataturk ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kompak memprotes usulan ini.

Penolakan MUI

Wakil MUI Anwar Abbas menolak rencana pemerintah mengganti nama salah satu jalan di Jakarta dengan nama Ataturk. “Jadi Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari fatwa MUI adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan,” kata Anwar dalam keterangan resminya, Minggu (17/10).

Anwar mengklaim bahwa Ataturk merupakan seorang tokoh yang telah mengacak-acak ajaran Islam. Ia menilai banyak hal yang sudah dilakukan Ataturk bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an dan sunah. Ia juga menilai langkah yang ditempuh Ataturk dalam menjadikan Turki negara maju menjauhkan rakyatnya dari ajaran agama Islam.

[irp]

“Jadi Ataturk ini adalah seorang tokoh yang sangat sekuler, yang tidak percaya ajaran agamanya akan bisa menjadi solusi dan akan bisa membawa Turki menjadi negara maju,” klaim Anwar. Lebih lanjut, Anwar mengatakan langkah pemerintah yang hendak mengabadikan nama Ataturk sama dengan menyakiti hati umat Islam Indonesia.

“Oleh karena itu kalau pemerintah tetap akan mengabadikan namanya menjadi salah satu nama jalan di Ibukota Jakarta hal itu jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dan tidak arif serta jelas-jelas akan menyakiti dan mengundang keresahan di kalangan umat Islam,” kata dia.

Penolakan PKS

Kompak dengan MUI, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin mendorong pembatalan rencana pemerintah mengganti nama salah satu jalan di Jakarta dengan nama Ataturk. “Jika memang sangat merugikan dan menyakiti kaum muslimin, lebih baik dibatalkan pemberian nama jalan tersebut,” kata Khoirudin dalam keterangannya yang sudah dikonfirmasi oleh pihak DPP PKS, Minggu (17/10).

[irp]

Khoirudin menyebut seharusnya keinginan pemerintah itu dikaji ulang. Menurutnya, jejak rekam sejarah Attaturk kerap merugikan kaum muslim dan peradaban manusia.

“Sangat diktator, dia juga membuat kebijakan merubah masjid Hagia Sophia menjadi museum, mengganti adzan berbahasa Arab dengan bahasa lokal, melarang jilbab dipakai di sekolah, kantor-kantor yang bersifat kepemerintahan,” jelasnya.

Klarifikasi Dubes RI di Ankara

Merespons penolakan ini, Dubes RI di Ankara, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa pemberian nama jalan Bapak Bangsa Turki di Jakarta tidak ditentukan pemerintah Indonesia atau Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

[irp]

“Sesuai tata krama diplomatik, kita akan memberikan nama jalan di Jakarta dengan nama jalan Bapak Bangsa Turki. Yang akan menentukan nama jalannya bukan Pemerintah Indonesia dan juga bukan Pemda DKI,” kata Iqbal dalam pernyataan resminya, Minggu (17/10) malam.

“Pemerintah Turki yang akan menentukan nama jalan tersebut nanti. Kita masih menunggu usulan resmi nama jalan tersebut,” ia menambahkan.  Apapun nama jalan itu nanti, ia melanjutkan, pasti itu mewakili harapan pemimpin dan rakyat Turki. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id
Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:HeadlineMUIMustafa Kemal AtaturkProtes
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

pasien sembuh kaltim 46
Trending

Kabar Baik!! Pasien Sembuh Covid-19 Kaltim Tertinggi di Kalimantan dengan 46 Kasus

By
akurasi 2019
Mal Mulai Beroperasi, Anak dan Lansia Dilarang Masuk
Trending

Mal Mulai Beroperasi, Anak dan Lansia Dilarang Masuk

By
Devi Nila Sari
Startup RI Dihantui Gelombang PHK, Ini Daftarnya!
EkonomiHeadline

Startup RI Dihantui Gelombang PHK, Ini Daftarnya!

By
akurasi 2019
18 Agustus 2025 Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional Tambahan, Pemerintah Hadirkan Banyak Hadiah Kemerdekaan
HeadlinePeristiwa

18 Agustus 2025 Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional Tambahan, Pemerintah Hadirkan Banyak Hadiah Kemerdekaan

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?