By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Selebritis > Musisi Tanah Air Bentuk VISI, Perjuangkan Sistem Royalti yang Lebih Adil
SelebritisTrending

Musisi Tanah Air Bentuk VISI, Perjuangkan Sistem Royalti yang Lebih Adil

Wili Wili
Last updated: Februari 20, 2025 12:41 pm
By
Wili Wili
Share
4 Min Read
Musisi Tanah Air Bentuk VISI, Perjuangkan Sistem Royalti yang Lebih Adil
Musisi Tanah Air Bentuk VISI, Perjuangkan Sistem Royalti yang Lebih Adil. Foto: Detik.
SHARE

Akurasi.id – Sejumlah musisi ternama Indonesia, seperti Armand Maulana, Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari (BCL), dan Kunto Aji, menggelar audiensi dengan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas untuk membahas sistem royalti dalam industri musik. Pertemuan ini berlangsung di tengah rencana revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang sedang dibahas di DPR.

Contents
  • VISI: Suara Penyanyi untuk Sistem Royalti yang Lebih Baik
  • Dukungan terhadap Agnez Mo dan Polemik Hak Cipta
  • Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Musisi

Dalam pertemuan tersebut, para musisi mengungkapkan keresahan mereka terhadap sistem royalti yang dianggap belum transparan dan adil bagi para pelaku industri musik. Mereka menekankan pentingnya peran negara dalam menyelesaikan persoalan yang kerap terjadi antara penyanyi dan komposer.

“Kami sebagai penyanyi merasa perlu memberikan masukan kepada pemerintah terhadap keresahan yang terjadi saat ini,” ujar Armand Maulana dalam pernyataan tertulisnya. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini belum ada serikat yang menaungi para penyanyi, sehingga beberapa musisi membentuk Vibrasi Suara Indonesia (VISI) sebagai wadah untuk menyuarakan aspirasi mereka.

VISI: Suara Penyanyi untuk Sistem Royalti yang Lebih Baik

VISI dibentuk bukan untuk berkonfrontasi dengan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), melainkan untuk memberikan sudut pandang dari sisi penyanyi mengenai permasalahan royalti dan hak cipta.

“Kita (VISI) di sini memberikan masukan kepada pemerintah bahwa ada sudut pandang dari penyanyi juga. Di VISI, ada penyanyi sekaligus komposer seperti Kunto Aji, Ariel, saya, dan BCL. Ini bukan soal persaingan, tetapi bagaimana penyanyi bisa menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah,” tambah Armand Maulana.

Ariel NOAH menegaskan bahwa VISI hadir untuk mewakili suara para penyanyi yang menginginkan penyelesaian atas polemik royalti yang tengah berkembang. “Kami ingin negara hadir untuk menengahi dan menyelesaikan persoalan ini agar ada kejelasan bagi semua pihak,” tutur Ariel.

Sementara itu, BCL menekankan pentingnya solusi yang adil bagi semua pihak agar industri musik bisa berjalan secara sehat. “Yang pasti, kami sebagai penyanyi ingin ada solusi agar industri musik bisa berjalan dengan fair dan baik untuk semua,” ujarnya.

Dukungan terhadap Agnez Mo dan Polemik Hak Cipta

Audiensi ini juga menjadi ajang bagi para musisi untuk menyuarakan dukungan terhadap Agnez Mo, yang sebelumnya juga menghadap Kementerian Hukum dan HAM untuk mencari kejelasan terkait regulasi hak cipta dan sistem royalti.

Di sisi lain, perbedaan pendapat muncul antara kelompok VISI dan AKSI, yang didukung oleh musisi seperti Ahmad Dhani dan Piyu. AKSI lebih condong mendukung langkah yang diambil oleh komposer Ari Bias dalam kasusnya dengan Agnez Mo, sementara VISI lebih berpihak pada kepentingan penyanyi yang menginginkan sistem yang lebih transparan.

Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Musisi

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengapresiasi masukan dari para musisi dalam audiensi ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendengarkan aspirasi masyarakat guna menciptakan regulasi hak cipta yang lebih adil.

“Setiap saat, kami menerima berbagai masukan, dan setelah menerima draf RUU dari parlemen, kami akan menindaklanjutinya dengan kajian lebih lanjut,” ujar Supratman.

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat dialog antara pemerintah dan para musisi demi menciptakan sistem royalti yang lebih transparan dan berkeadilan bagi industri musik Indonesia.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Agnez MoaksiAri BiasAriel NOAHArmand MaulanaBCLHak CiptaIndustri Musik IndonesiaKemenkumhamKunto Ajimusisi Indonesiasistem royaltivisi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

9 warga samarinda
Trending

Sempat Tunjukan Gejala Corona, Hasil Tes 9 Warga Samarinda Peserta Ijtima Ulama Negatif

By
akurasi 2019
Nia Ramadhani Kenang Pesan Sang Nenek: "Jangan Sombong dan Tetap Rendah Hati"
SelebritisTrending

Nia Ramadhani Kenang Pesan Sang Nenek: “Jangan Sombong dan Tetap Rendah Hati”

By
Wili Wili
penjualan umkm anjlok
Trending

Kejamnya Corona, 90 Persen Penjualan UMKM Anjlok, 49 Persen Karyawan di PHK

By
akurasi 2019
Desainer Hengki Kawilarang Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun, Sempat Dilarikan ke IGD
PeristiwaTrending

Desainer Hengki Kawilarang Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun, Sempat Dilarikan ke IGD

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?