
![]()
Akurasi.id – Pemerintah mulai menyalurkan kendaraan operasional berupa mobil pickup impor dari India untuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang telah menyelesaikan pembangunan fisik gerai dan gudang. Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan fasilitas koperasi di berbagai daerah.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sekitar 105 ribu kendaraan impor dari India yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik kini mulai didistribusikan kepada koperasi yang sudah rampung pembangunannya.
Menurut Ferry, hingga saat ini sebanyak 3.135 Kopdeskel Merah Putih telah menerima mobil pickup tersebut. Kendaraan ini menjadi bagian dari fasilitas operasional koperasi yang juga dilengkapi dengan pembangunan gerai, gudang, dan berbagai kelengkapan lainnya.
Pengadaan mobil pickup impor tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan dengan target total mencapai 105 ribu unit. Kebijakan impor ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan Kopdeskel Merah Putih.
Kebutuhan Kendaraan Capai 160 Ribu Unit
Ferry menjelaskan setiap Kopdeskel Merah Putih nantinya akan mendapatkan dua kendaraan operasional, yakni satu unit mobil pickup dan satu unit truk. Dengan target pembentukan sekitar 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia, total kebutuhan kendaraan diperkirakan mencapai 160 ribu unit.
Distribusi kendaraan dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan pembangunan fisik koperasi. Saat ini pemerintah masih memprioritaskan koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan gerai dan gudang.
Prioritaskan Industri Otomotif Nasional
Meski sebagian kendaraan diperoleh melalui impor, pemerintah menegaskan tetap memprioritaskan industri otomotif nasional dalam pengadaan kendaraan operasional koperasi.
Namun, Ferry mengakui kebutuhan kendaraan yang sangat besar membuka kemungkinan pengadaan dari negara lain jika produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi seluruh permintaan.
“Kita tetap memprioritaskan industri otomotif nasional. Tetapi jika kapasitasnya belum mencukupi, sisanya terpaksa kita penuhi dari negara lain,” katanya.
Saat ini pemerintah masih memantau perkembangan distribusi kendaraan yang telah masuk. Fokus utama Kementerian Koperasi adalah memastikan setiap koperasi yang telah selesai dibangun segera dilengkapi fasilitas operasional.
Puluhan Ribu Kopdeskel Masih Dibangun
Selain koperasi yang telah rampung, pemerintah juga mencatat sekitar 34 ribu Kopdeskel Merah Putih masih dalam tahap pembangunan fisik.
Ferry menargetkan pembangunan tersebut dapat selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan sehingga koperasi dapat segera beroperasi dan menerima fasilitas kendaraan operasional.
Program pembangunan Kopdeskel Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan koperasi dan peningkatan fasilitas pendukung operasional.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









