Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6% pada 2026, Kuartal IV 2025 Diprediksi Melesat
Ekonomi Kuartal IV 2025 Diprediksi Melesat hingga 5,7 Persen

![]()
Akurasi.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melaju lebih cepat dalam beberapa tahun mendatang. Ia memastikan bahwa kondisi ekonomi nasional mulai menunjukkan perbaikan signifikan seiring penerapan berbagai kebijakan baru yang dianggap tepat sasaran.
Purbaya menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh hingga 6 persen pada tahun 2026, melampaui target pemerintah sebesar 5,4 persen yang sebelumnya ditetapkan saat Sri Mulyani masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.
“Tahun depan saya perkirakan lebih cepat lagi, mungkin di sekitar 6 persen. Kalau kebijakan sekarang terus dijalankan dengan baik, kita ada di arah yang benar,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (16/11).
Kuartal IV 2025 Diproyeksi Tumbuh 5,6–5,7 Persen
Purbaya bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,6–5,7 persen, melampaui perkiraan Gubernur BI Perry Warjiyo. Proyeksi ini menjadi sinyal pemulihan kuat setelah kuartal III hanya mencatatkan pertumbuhan 5,04 persen, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12 persen.
Ia menegaskan bahwa berbagai kebijakan ekonomi yang saat ini dijalankan pemerintah telah memberikan dampak positif dan akan menjadi motor penggerak pertumbuhan pada akhir 2025.
“Kalau kebijakan yang sekarang dijalankan terus dengan baik, kita berada di arah yang benar,” tambahnya.
Defisit Fiskal Tetap Terjaga
Dari sisi fiskal, Purbaya memastikan defisit APBN tetap aman dan tidak akan melampaui batas 3 persen dari PDB. “Defisitnya masih aman, kita jaga di bawah 3 persen, jadi enggak usah takut saya melanggar prinsip kehati-hatian,” tegasnya.
Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen ditopang oleh beberapa sektor utama:
Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 1,13 persen.
Perdagangan menyumbang 0,72 persen.
Informasi dan komunikasi berkontribusi 0,63 persen.
Pertanian menyumbang 0,61 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 53,14 persen terhadap PDB tumbuh stabil di angka 4,89 persen. Sementara pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memberikan kontribusi 29,09 persen terhadap total PDB.
Optimisme Pemerintah: Permintaan Masyarakat Menguat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya juga mengungkapkan keyakinannya bahwa kuartal IV akan menunjukkan pemulihan ekonomi yang lebih kuat. Ia menyebut sejumlah indikator ekonomi utama sudah kembali meningkat, antara lain:
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 115
Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur naik ke level 51
Mandiri Spending Index dan data pengeluaran BCA meningkat
Penjualan emas dan perhiasan naik
Inflasi mulai menanjak di akhir kuartal III, mencerminkan meningkatnya permintaan
“Daya beli naik di Q4… Itu sejalan dengan kenaikan konsumsi,” jelas Airlangga.
Pemerintah juga memberi sinyal bahwa berbagai stimulus ekonomi di kuartal IV akan menjadi dorongan tambahan untuk menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan sekitar 5,2 persen secara tahunan.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









