By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Menkeu Purbaya Tegas Tolak Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Gunakan APBN, Istana Sepakat Tak Bebani Negara
HeadlineKabar Politik

Menkeu Purbaya Tegas Tolak Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Gunakan APBN, Istana Sepakat Tak Bebani Negara

Wili Wili
Last updated: Oktober 13, 2025 3:49 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Gunakan APBN, Istana Sepakat Tak Bebani Negara
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Gunakan APBN, Istana Sepakat Tak Bebani Negara. Foto: Kompas.
SHARE

Akurasi.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap wacana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Ia menilai tanggung jawab pembayaran utang tersebut seharusnya menjadi kewenangan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia yang menaungi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Kalau ini kan KCIC di bawah Danantara, mereka sudah punya manajemen sendiri, punya dividen sendiri,” ujar Purbaya dalam Media Gathering Kementerian Keuangan di Bogor, Jumat (10/10/2025).

Purbaya menjelaskan, Danantara memperoleh dividen tahunan yang cukup besar, yakni sekitar Rp 80 triliun. Karena itu, menurutnya, perusahaan tersebut seharusnya mampu menanggung kewajiban utangnya tanpa melibatkan dana APBN.

“Jangan kita lagi, karena kan kalau enggak ya semua kita lagi termasuk dividennya. Jadi ini kan mau dipisahin antara swasta sama government,” tegas Purbaya.

Pernyataan ini menjadi respons atas usulan dari Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, yang sebelumnya menyarankan agar pemerintah membantu pembayaran utang KCIC menggunakan dana negara.

Menanggapi hal tersebut, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana menggunakan APBN untuk membayar utang proyek Whoosh.

“Beberapa waktu yang lalu juga sudah dibicarakan untuk mencari skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar,” kata Prasetyo usai rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Minggu malam (12/10/2025).

Prasetyo menegaskan, meskipun isu utang Whoosh belum dibahas dalam rapat terbatas tersebut, pemerintah tetap berkomitmen mencari solusi alternatif tanpa membebani keuangan negara.

“Malam ini tidak sempat. Whoosh bukan salah satu pembahasan malam ini,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, proyek kereta cepat Whoosh memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas dan konektivitas antara Jakarta dan Bandung. Ia juga menyinggung potensi pengembangan jalur kereta cepat hingga ke Surabaya, Jawa Timur.

“Justru kita ingin itu berkembang, tidak hanya ke Bandung. Mungkin juga kita sedang berpikir untuk sampai ke Jakarta–Surabaya,” ungkap Prasetyo.

Dengan penegasan dari Menkeu Purbaya dan dukungan Istana, pemerintah memastikan proyek strategis nasional ini akan terus dikembangkan tanpa membebani APBN. Fokus pemerintah kini adalah memastikan keberlanjutan investasi dan pengelolaan keuangan proyek secara mandiri dan profesional oleh pihak terkait.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:APBNDanantara IndonesiaEkonomi IndonesiaKcickereta cepat whooshMenkeu Purbaya Yudhi SadewaPrasetyo HadiPresiden Prabowo SubiantoProyek Strategis Nasionaltransportasi publikutang Whoosh
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan, Dananya Pakai Uang Koruptor

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan baru di sektor pendidikan.…

Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Apresiasi Inisiatif DPK Ajukan Raperda Penyelenggaraan Kearsipan, DPRD Bontang Segera Godok Aturannya
Kabar Politik

Apresiasi Inisiatif DPK Ajukan Raperda Penyelenggaraan Kearsipan, DPRD Bontang Segera Godok Aturannya

By
Devi Nila Sari
Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS, KPU Tetapkan 121.695 Pemilih Pilkada Bontang
Kabar Politik

Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS, KPU Tetapkan 121.695 Pemilih Pilkada Bontang

By
akurasi 2019
Belum Laksanakan Uji Publik, DPRD Kaltim Putuskan Perpanjang Masa Kerja Tiga Pansus Raperda
Kabar Politik

Belum Laksanakan Uji Publik, DPRD Kaltim Putuskan Perpanjang Masa Kerja Tiga Pansus Raperda

By
Devi Nila Sari
Megawati Soekarnoputri Soroti Keakuratan Survei Pemilu, Barisan Pendukung Ridwan Kamil-Suswono Optimis Menang di Pilkada Jakarta 2024
HeadlineKabar Politik

Megawati Soekarnoputri Soroti Keakuratan Survei Pemilu, Barisan Pendukung Ridwan Kamil-Suswono Optimis Menang di Pilkada Jakarta 2024

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?