By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Mengenali Bahaya Penyakit Epilepsi dan Larangan Bagi Pengidapnya, Mulai Renang hingga Berkendaraan
KesehatanTrending

Mengenali Bahaya Penyakit Epilepsi dan Larangan Bagi Pengidapnya, Mulai Renang hingga Berkendaraan

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 22, 2021 3:26 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Mengenali Bahaya Penyakit Epilepsi dan Larangan Bagi Pengidapnya, Mulai Renang hingga Berkendaraan
Dokter Spesialis Saraf RSUD Taman Husada Bontang, dr Atika Ridwan saat menjelaskan bahaya penyakit epilepsi. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
Mengenali Bahaya Penyakit Epilepsi dan Larangan Bagi Pengidapnya, Mulai Renang hingga Berkendaraan
Dokter Spesialis Saraf RSUD Taman Husada Bontang, dr Atika Ridwan saat menjelaskan bahaya penyakit epilepsi. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Mengenali bahaya penyakit epilepsi dan larangan bagi pengidapnya, mulai renang hingga berkendaraan. Mengingat penyakit epilepsi sendiri terjadi karena adanya aktivitas sel saraf di otak yang terganggu yang menyebabkan kejang.

Akurasi.id, Bontang – Oleh sebagian besar orang, istilah epilepsi mungkin sudah cukup sering terdengar. Di mana, epilepsi diketahui sebagai penyakit akibat adanya gangguan pada aktivitas sel saraf otak yang mengakibatkan seseorang mengalami kejang-kejang.

Lalu sebarapa berbahaya penyakit epilepsi itu sendiri? Bercermin dari kasus temuan mayat seorang wanita yang mengapung di perairan Selambai, Kelurahan Loktuan, Kota Bontang belum lama ini, santer disebut meninggal setelah penyakit epilepsi yang diidapnya mendadak kambuh.

[irp]

Untuk mengenali bahaya penyakit epilepsi dan apa saja larangan yang tidak boleh dilakukan oleh pengidapnya, wartawan Akurasi.id kemudian mencoba membedahnya dengan berkonsultasi langsung dengan dr Atika Ridwan selaku Dokter Spesialis Saraf RSUD Taman Husada Bontang.

dr Atika berujar, pada dasarnya penyakit epilepsi atau yang lebih dikenal penyakit ayan tidak begitu berbahaya. Hanya saja, yang patut diwaspadai ekstra adalah lokasi atau di mana pengidap apilepsi itu berada. Karena, serangan epilepsi tidak diketahui kapan dan di mana akan terjadi.

Hal itu wajar sulit dikenali dan diketahui, lantaran epilepsi merupakan serangan kejang karena ada letupan-letupan listrik di otak. Bentuk kejang-kejangnya bermacam-macam, dari sekadar kejang-kejang hingga mengeluarkan liur. Gejala lainnya yakni mata pasien naik ke atas dan kaki menjadi kaku yang merupakan gejala umum.

“Ada juga kejang-kejang sederhana, cuma tangannya saja yang gerak, atau menggulang-ulang gerakan seperti mengetuk tangan, dan mata berkedip-kedip. Simpelnya, epilepsi merupakan serangan yang berulang dengan tipe yang sama,” jelas dr Atika saat ditemui media ini di ruangan kerjanya, Senin (25/1/2021).

Bawaan Genetik hingga Faktor Kecelakaan

Bicara soal penyebab epilepsi, dr Atika mengakui, faktornya terbilang cukup beragam. Namun secara umum, dia mengakui, ada dua penyebab yang biasa ditemukan dari pengidap epilepsi. Penyebab terbanyak genetik atau bawaan lahir dan kedua kelainan dalam otak bisa akibat kecelakaan, stroke maupun infeksi.

“Kalau pola hidup yang buruk, tidak menjadi faktor utama. Tetapi bisa menjadi faktor pencetus munculnya serangan kejang seperti kurang tidur, pola makan tidak sehat, maupun stress,” paparnya.

[irp]

Menurut wanita 38 tahun ini, bicara soal kesembuhan dari epilepsi sendiri, sangat tergantung respons dari setiap pasien atas proses pengobatan yang dilakukan. Semakin mudah usia pasien dan cepat mendapatkan perawatan serta pengobatan, maka itu bisa membantu proses penyembuhan.

Sebaliknya, jika seorang pengidap epilepsi telah berusia 18 tahun ke atas, maka untuk mengobatinya diakui terbilang susah-susah gampang. Namun demikian, pengobatan yang baik dan teratur akan sangat membantu pengidap epilepsi mengendalikan penyakit yang diidapnya.

“Lewat obat-obatan, biasanya kami cuma bisa menjarangkan serangan, jadi kalau misalnya dalam 1 tahun paling sedikit 5 kali, itu bisa kami jarangkan dari 1 hingga 2 kali,” sebutnya.

Tidak Dianjurkan Berenang dan Berkendaraan Sendiri

Kepada pengidap penyakit ayan atau pitam, dr Atika mengingatkan, agar mereka yang memiliki penyakit itu tidak mencoba-coba berenang sendirian, baik di kolam renang, terlebih-lebih di laut. Begitu juga dalam berkendaraan, sebaiknya pengidap epilepsi selalu ditemani oleh orang lain.

Dia menuturkan, yang sangat berbahaya dari epilepsi adalah serangan penyakit ini tidak diketahui kapan dan di mana akan terjadi. Walaupun kadang ada beberapa pasien yang mendapat gejala sebelum serangan. Namun tetap saja, pengidap epilepsi tidak dianjurkan untuk sendirian.

“Yang paling berbahaya itu yang tidak diketahui serangannya kapan. Tidak ada gejala sebelumnya. Saya biasanya selalu memberitahukan pasien, yang berbahaya dari epilepsi adalah pada saat kerja di ketinggian,” jelasnya.

[irp]

Karenanya, dr Atika sangat tidak menganjurkan bagi seorang yang punya penyakit epilepsi bekerja di tempat yang tinggi. Termasuk untuk tidak berenang sendirian. Jika serangannya di air, maka pengidap bisa saja tenggelam.

Selain itu, pengidap epilepsi juga diimbau agar tidak dekat dengan api. Contohnya, ada beberapa kasus pada saat memasak, pengidap hendak menuangkan air panas, lalu tiba-tiba terjadi serangan, akibatnya air panas tersiram ke badan dan mengakibatkan luka bakar.

“Terakhir, jangan membawa kendaraan, karena jika terjadi serangan atau kejang, itu yang membuat tidak bisa mengendalikan kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil, hal itu dapat mengakibatkan kecelakaan,” sarannya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Dokter Spesialis Sarafdr Atika RidwanLarangan Bagi PengidapnyaLarangan Renang BerkendaraanMengenali Bahaya Penyakit EpilepsiRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar
  • homepage berkata:
    Oktober 5, 2026 pukul 12:27 pm

    De lesbicas online porn videoSlutload mature asian massageHot ass naked girl videosPale brunette fuckedHayley williams
    photos nudeBig tit blowjobs redheadHot tanned girls nakedNaruto hentai
    douginSoft nude menSmoking marijuana reduces
    sperm motility xnxx Vermont adult resort weekendPorn starring chris wattsStrip against willTanning in the nudeTits slideshowJanet jackson nude sunbatheBest asian massage new yorkLesbian bi kissingMoby dick –
    raisin bran https://free.xnxxtubexxx.cc/ Bottom line videoHow to strip a wooden deckWays to masturbate femaleHairy maclary and friendsBlack moms tight
    pussyLesbian girls kissing big titsFree celb nudesWinnie
    the pooh 2pc bikiniNaked submissive womenGay teem boys xnxx She penis eunuchBra breast perkyAverage number of sexual
    partners womenStream adult flixClit game xxxChina xxxAdult services eugene 0rVintage stanley rulers 1
    type 1Ted saucier’s bottom’s upConsent for medical treatment for adultsGay
    mobile porn passwordsNaughty wife is spankedWeird bump on my penisGay gooey cum eatAsshole xuereb maltaFleching tranny cum slutloadLick from your head to your toes lyrics

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gegara Zoom Meeting 'Lemot,' Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buah
HeadlineTrending

Gegara Zoom Meeting ‘Lemot,’ Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buah

By
Devi Nila Sari
Kaltim Jadi Magnet Ekonomi, Kadin Pusat Soroti Kesiapan IKN dan Upaya Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19
Trending

Kaltim Jadi Magnet Ekonomi, Kadin Pusat Soroti Kesiapan IKN dan Upaya Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

By
Devi Nila Sari
covid-19
Trending

Tren Covid-19 Menurun, Kasmidi: Pos Pengawasan Harus Diperketat

By
akurasi 2019
Fanny Kondoh Ungkap Perjalanan Haru Kehamilan dan Kepergian Suami di Podcast Denny Sumargo
PeristiwaTrending

Fanny Kondoh Ungkap Perjalanan Haru Kehamilan dan Kepergian Suami di Podcast Denny Sumargo

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?