By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Mahfud MD Desak Prabowo Usut Tuntas Kasus Vina, Habiburokhman Sebut Sudah Game Over
HeadlineHukum & Kriminal

Mahfud MD Desak Prabowo Usut Tuntas Kasus Vina, Habiburokhman Sebut Sudah Game Over

Wili Wili
Last updated: Juni 13, 2024 4:21 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Mahfud MD Desak Prabowo Usut Tuntas Kasus Vina, Habiburokhman Sebut Sudah Game Over
Mahfud MD Desak Prabowo Usut Tuntas Kasus Vina, Habiburokhman Sebut Sudah Game Over. Foto: Ist.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada tahun 2016 kembali mencuat setelah mendapat perhatian publik, terutama setelah difilmkan. Baru-baru ini, pernyataan kontroversial datang dari Mahfud MD, mantan Menko Polhukam, yang menyebut adanya permainan di balik kasus ini. Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan keras dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Contents
  • Mahfud MD Mengomentari Kasus Vina
  • Tanggapan Keras Habiburokhman
  • Kejelasan Kasus Vina dan Eky

Mahfud MD Mengomentari Kasus Vina

Mahfud MD melalui kanal YouTube-nya, Mahfud MD Official, mengomentari bahwa hukum di Indonesia sering kali bisa dimanipulasi. Menurutnya, kasus Vina dan Eky adalah salah satu contohnya. Ia menyebutkan bahwa terdapat permainan di balik penanganan kasus ini, yang menyebabkan ketidakprofesionalan dalam penegakan hukum.

“Hukum kita itu sering bisa dimain-mainkan ya. Saya tidak ingin katakan bahwa selalu dimain-mainkan tapi sangat sering dimain-mainkan kalau sudah menyangkut pejabat atau mungkin menyangkut duit,” ujar Mahfud.

Mahfud menyoroti ketidakjelasan status DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus ini. Awalnya ada tiga DPO, namun saat kasus ini kembali viral, hanya ada dua DPO yang disebutkan. Selain itu, satu dari DPO tersebut yang berhasil ditangkap ternyata bukan pelaku utama, melainkan hanya kambing hitam.

Tanggapan Keras Habiburokhman

Menanggapi pernyataan Mahfud, Habiburokhman meminta agar Mahfud tidak ikut campur dalam urusan ini. Ia menilai bahwa komentar Mahfud hanya memperkeruh suasana.

“Omong kosong lah Pak Mahfud. Sudah game over jangan banyak komen lagi,” ujar Habiburokhman kepada Kompas TV, Kamis (13/6/2024). Ia menegaskan bahwa kasus kematian Vina dan Eky seharusnya ditangani oleh aparat penegak hukum, bukan lembaga lain.

Habiburokhman juga menyarankan agar kasus ini dilakukan peninjauan kembali (PK) jika ada bukti baru yang kuat. Ia menekankan pentingnya mengikuti prosedur hukum yang benar.

Kejelasan Kasus Vina dan Eky

Kasus ini semakin rumit dengan adanya perbedaan pandangan antara Mahfud dan Habiburokhman. Menurut Mahfud, kasus ini harus diselesaikan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto setelah dilantik. Ia yakin bahwa penyelesaian kasus ini tidak akan merugikan posisi politik atau ekonomi Prabowo.

Di sisi lain, pengacara Pegi Setiawan, Toni RM, menyatakan bahwa kliennya bukanlah Pegi alias Perong yang dicari. Menurut Toni, sosok krusial dalam kasus ini adalah Andi, yang status DPO-nya telah dicabut. Andi disebut-sebut sebagai pemicu kejadian pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eky.

Kontroversi kasus Vina dan Eky di Cirebon menunjukkan betapa rumitnya penegakan hukum di Indonesia. Komentar dari Mahfud MD dan Habiburokhman menambah panas perdebatan ini. Publik berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan transparan, tanpa adanya permainan di balik layar.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Andi DPOHabiburokhmanKasus EkyKasus VinaKontroversi Hukum IndonesiaMahfud MDpembunuhan vina cirebonPeninjauan KembaliPrabowo SubiantoToni RM
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Uang Korupsi Masih Jadi Sumber Pencucian Uang Terbesar, Modusnya Transfer Rekening Keluarga Hingga Sopir Pribadi
HeadlineHukum & KriminalNews

Uang Korupsi Masih Jadi Sumber Pencucian Uang Terbesar, Modusnya Transfer Rekening Keluarga Hingga Sopir Pribadi

By
Devi Nila Sari
Serentak di Seluruh Indonesia, Pelat Nomor Putih Berlaku Bulan Depan
BirokrasiHeadline

Serentak di Seluruh Indonesia, Pelat Nomor Putih Berlaku Bulan Depan

By
akurasi 2019
Pemkot Bontang Buka Seleksi Pendaftaran PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan
HeadlinePariwaraRagam

Pemkot Bontang Buka Seleksi Pendaftaran PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan

By
Redaksi Akurasi.id
Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu
HeadlineTrending

Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?