By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Langka! Tiga Bayi di Kutim Lahir Dengan Kelainan Otak
News

Langka! Tiga Bayi di Kutim Lahir Dengan Kelainan Otak

akurasi 2019
Last updated: April 25, 2019 12:25 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Langka! Tiga Bayi di Kutim Lahir Dengan Kelainan Otak
Contoh bayi yang terlahir dengan kelainan otak atau bisa disebut microcephalus. (istimewa)
SHARE
Langka! Tiga Bayi di Kutim Lahir Dengan Kelainan Otak
Contoh bayi yang terlahir dengan kelainan otak atau bisa disebut microcephalus. (istimewa)

Akurasi.id, Sangatta –  Microcephalus merupakan kondisi kelainan perkembangan otak bayi. Ukuran lingkar kepala lebih kecil dibandingkan lingkar kepala normal pada usia dan jenis kelamin yang sama. Hal ini dialami salah satu keluarga di Bengalon, Kutai Timur (Kutim). Tiga anak terlahir dalam kondisi ukuran lingkar kepala lebih kecil dari kepala normal bayi pada umumnya.

Dikatakan microcephalus apabila ukuran lingkar kepala penderitanya memiliki standar deviasi kurang lebih 3 sentimeter di bawah angka rata-rata. Artinya, ukuran kepala jauh lebih kecil daripada kepala bayi normal.  Microcephalus atau microcephaly berarti kepala kecil.

Petugas Bagian Program Gizi Dinas Kesehatan Kutim, Jemy Mende mengungkapkan, setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan microcephalus. Antara lain faktor genetik atau keturunan, kelainan di masa kehamilan, dan kelainan dalam proses kelahiran.

Kata Jemy, seorang ibu yang menyadari kelainan dalam proses kehamilan bisa mencegah terjadinya penyakit ini. Dengan catatan, penyebabnya bukan faktor genetik. Kelainan di masa kehamilan bisa disebabkan kurangnya nutrisi pada ibu hamil, terpapar radiasi, atau terkena infeksi TORCH.

Infeksi TORCH merupakan kepanjangan dari toxoplasma, rubella, cytomegalovirus (CMV), dan herpes simplex. Sekelompok infeksi ini bisa ditularkan ibu hamil kepada janinnya. Akibatnya, bisa menyebabkan bayi terpapar cacat bawaan seperti microcephalus. Karenanya, penting bagi ibu hamil memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan. Pemeriksaaan meliputi cek darah, screening, dan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Dengan pemeriksaan rutin ini, dokter dapat mengetahui perkembangan janin di dalam perut ibu. Dokter juga bisa menghitung lingkar kepala janin dengan menggunakan USG. “Ketika dalam pemeriksaan ditemukan tanda-tanda kelainan, bisa segera dilakukan tindakan pencegahan. Misalnya bila ada tanda-tanda infeksi. Mesti segera diobati infeksinya,” ujar Jemy kepada Akurasi.id, Rabu (24/4/19).

Langka! Tiga Bayi di Kutim Lahir Dengan Kelainan Otak
Jemy Mende (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Demi menjaga kesehatan janin, nutrisi dan gizi untuk ibu hamil haruslah terpenuhi. Ketika terjadi malnutrisi atau kekurangan nutrisi pada ibu hamil, maka nutrisinya dapat ditambah. Selama hamil, ibu diharapkan menghindari lingkungan dengan radiasi dan radikal bebas.

Proses persalinan dan pasca melahirkan pun mesti diperhatikan dengan baik untuk menghindari terjadinya microcephalus. Kata Jemy, rahim yang terlalu sempit atau terlalu lama di dalam kandungan bisa berakibat bayi lahir dalam kondisi tidak normal. Dalam hal ini dokter kandungan dapat memutuskan proses persalinan normal atau melalui operasi.

“Setelah lahir pun kondisi bayi mesti dipantau. Seperti berat badannya normal atau tidak. Ketika ditemukan gejala tidak normal, harus segera diatasi sebelum terlambat,” tambahnya.

Akibat Kelainan Otak

Menurut Jemy, microcephalus berlangsung seumur hidup. Dengan kondisi lingkar kepala penderitanya tidak berkembang dengan baik, berada di bawah lingkar kepala normal dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Akibatnya, beberapa fungsi anggota tubuh yang dikendalikan otak pun terganggu. Di antaranya pada fungsi kognitif, koordinasi gerakan tubuh atau motorik, penglihatan, pendengaran, hingga alat kelamin.

“Penderita microcephalus biasanya sulit untuk menggerakkan anggota tubuhnya, tidak bisa berjalan, kaku pada otot, atau kesulitan berbicara,” jelasnya.

Dengan pertumbuhan yang tidak normal, organ-organ bagian dalam tubuh penderitanya juga bisa ikut terdampak. Seperti jantung, lambung, atau pencernaan seperti yang dialami tiga anak di Bengalon.

Penanganan terhadap penderita microcephalus disesuaikan dengan kasus yang dialami bayi. Umumnya, tidak ada pengobatan yang akan memperbesar kepala anak atau menghentikan komplikasi microcephaly. Biasanya para penderita kelainan ini diberikan terapi terpadu rehabilitasi untuk melatih organ-organ motoriknya.

“Pengobatannya untuk memperbaiki fungsi hidup. Di antaranya dilatih untuk memperbaiki kemampuan bergerak, berjalan, dan juga berbicara,” tandas Jemy.

Dia menyebut, jumlah pengidap microcephaly belum terdata secara spesifik. Saat ini Dinas Kesehatan sedang melakukan peninjauan dan pendataan terhadap para pengidap kelainan otak tersebut. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Kesehatan BayiMicrocephalus
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Viral Lapas Cibinong Ada Fasilitas Mewah Bak Hotel, Ini Daftar Penghuninya

Akurasi.id, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan temuan Ombudsman RI di Lembaga…

Akhiri Puasa 28 Tahun! Indonesia Akhirnya Raih Emas di Asian Games 2026

Akurasi.id, Jakarta - Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. Indonesia resmi pecah telur…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Keluarga Serahkan Pakaian Korban Penembakan di Malinau, Wakapolda Kaltara: Kami Serius Menangani Masalah Ini
Hukum & KriminalNews

Keluarga Serahkan Pakaian Korban Penembakan di Malinau, Wakapolda Kaltara: Kami Serius Menangani Masalah Ini

By
Devi Nila Sari
Mutilasi Sadis di Surabaya-Mojokerto: Alvi Maulana Bunuh Pacar Lalu Potong Jasad Jadi Ratusan Bagian
Hukum & KriminalTrending

Mutilasi Sadis di Surabaya-Mojokerto: Alvi Maulana Bunuh Pacar Lalu Potong Jasad Jadi Ratusan Bagian

By
Wili Wili
Harga Emas Antam Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi, Naik Rp29.000 Jadi Rp2.631.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi, Naik Rp29.000 Jadi Rp2.631.000 per Gram

By
Wili Wili
Kereta Cepat Whoosh Tabrak Biawak, KCIC Ungkap Penyebab dan Langkah Mitigasi
PeristiwaTrending

Kereta Cepat Whoosh Tabrak Biawak, KCIC Ungkap Penyebab dan Langkah Mitigasi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?