By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Kronologis Kebakaran di Lempake yang Nyaris Memanggang Satu Keluarga dan Menewaskan Seorang Bocah
Trending

Kronologis Kebakaran di Lempake yang Nyaris Memanggang Satu Keluarga dan Menewaskan Seorang Bocah

akurasi 2019
Last updated: September 5, 2020 9:05 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Kronologis Kebakaran di Lempake yang Nyaris Memanggang Satu Keluarga dan Menewaskan Seorang Bocah
Tampak tim medis membawa jasad Febi korban kebakaran di Gunung Lingai ke ruang jenazah rumah sakit. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Kronologis Kebakaran di Lempake yang Nyaris Memanggang Satu Keluarga dan Menewaskan Seorang Bocah
Tampak tim medis membawa jasad Febi korban kebakaran di Gunung Lingai ke ruang jenazah rumah sakit. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Seorang bocah yang masih cukup belia meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka bakar, akibat kebakaran yang terjadi di Jalan Lempake, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda pada Jumat (5/9/2020) pukul 22.00 Wita.

Baca juga: Kisah Pilu Pasutri Asal Samarinda Harus Hidup di Gerobak dengan Bayinya Lantaran Tak Bisa Bayar Rumah Kontrakan

Kejadian naas itu terjadi saat satu kelurga sedang terlelap tidur, dan tak menyadari api telah menelan rumahnya.

“Yang meninggal Febi (7) di tewas setelah terjebak api, dia tak bisa menyelamatkan diri, karena pintu rumah yang terkunci dari dalam dan terlepas,” jelas Ari yang tidak lain adik dari orang tua Febi yang juga menjadi korban luka bakar.

Sedangkan ibu Febi bernama Irin (36) dan empat anaknya yang lain bernama Aril, Talita, Ira dan Wulan yang masih berusia 6 bulan pun ikut mengalai luka bakar akibat kebakaran tersebut.

“Ibu Febi dan 4 saudaranya berhasil menyelamatkan diri, pengakuan Aril ia sempat ingin menyelamatkan Febi, namun api yang cepat membesar membuat Aril tak sanggup menahan panasnya api dan terpaksan meninggalkan adiknya,” ucap ibu korban.

Saat ini kelima korban dilarikan di RSUD AW Sjahranie Samarinda guna melakukan pertelongan. Sedangkan jenazah Febi dibawa ke ruang jenazah.

Sumber Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik

Kebakaran yang terjadi di Jalan Lempake, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda pada Jumat (4/9) pukul 22.00 Wita, telah mengakibatkan satu keluarga menjadi korban. Bahkan satu di antaranya meninggal dunia yakni balita yang masih berusia 7 tahun.

Kejadian itu diduga berasal dari korsleting listrik dari rumah korban, dan menyebabkan 2 rumah lainnya ikut terbakar. Kelurga korban bernama Heni menerangkan, saat itu seluruh korban tengah terlelap, namun api yang membesar membuat para korban panik. Ditambah lagi pintu rumah yang terkunci, dan kuncinya sengaja dilepas dari gagang pintu.

“Ibu korban hanya sempat menyelamatkan anaknya yang berusia 6 bulan, sedangkan empat anak, berusaha menyelamatkan diri masing-masing,” jelas Heni keluarga korban saat dikonfirmasi di RSUD AW Sjahranie.

Dalam insiden itu, Febi (7) bocah malang yang tak dapat menyelamatkan diri menjadi korban atas kebakaran tersebut. Sedangkan ibu korban Irin (36) dan 4 anaknya yang lain selamat dengan luka bakar.

“Kunci pintu rumah memang sengaja dicabut lantaran malam sebelum kebakaran rumah keluarga saya itu kemalingan,” kata Heni.

Informasi yang didapat media ini, suami Irin sedang tak berada di rumah lantaran tengah bekerja di luar kota. “Suaminya sedang kerja di kebun di Kabupaten Mahakam Ulu, saat ini sedang menuju ke Samarinda,” ucapnya.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro, saat dihubungi melalui telepon membenarkan, bahwa dalam musibah kebakaran tersebut terdapat korban jiwa dan saat ini berada di rumah sakit.

“Kami masih melakukan penyelidikan, dan saat ini anggota kami tenggah mendatangi TKP untuk memastikan penyebab kebakaran,” ungkap Rengga. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Kebakarankebakaran lempakeKorban KebakaranSeorang bocah
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Innalillahi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo Tutup Usia
HeadlineTrending

Innalillahi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo Tutup Usia

By
Devi Nila Sari
Main Bola di JIS, Anies-Ridwal Kamil Pamer Keakraban
HeadlineTrending

Anies-Ridwal Kamil Pamer Keakraban, Main Bola di JIS

By
akurasi 2019
9 warga samarinda
Trending

Sempat Tunjukan Gejala Corona, Hasil Tes 9 Warga Samarinda Peserta Ijtima Ulama Negatif

By
akurasi 2019
Pria di Bone Cari Perlindungan di Kantor Polisi Usai Cekcok dengan Istri, Malah Babak Belur Dianiaya Oknum Polisi
Hukum & KriminalTrending

Pria di Bone Cari Perlindungan di Kantor Polisi Usai Cekcok dengan Istri, Malah Babak Belur Dianiaya Oknum Polisi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?