By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Kronologi Lengkap Bocah 12 Tahun Bunuh Ibu Kandung di Medan
Hukum & KriminalTrending

Kronologi Lengkap Bocah 12 Tahun Bunuh Ibu Kandung di Medan

Wili Wili
Last updated: Desember 30, 2025 5:14 pm
By
Wili Wili
Share
5 Min Read
Kronologi Lengkap Bocah 12 Tahun Bunuh Ibu Kandung di Medan
Kronologi Lengkap Bocah 12 Tahun Bunuh Ibu Kandung di Medan. Foto: Detikcom.
SHARE

Akurasi.id – Polisi mengungkap kronologi lengkap kasus pembunuhan seorang ibu berinisial FS (42) yang tewas ditikam di rumahnya di Medan Sunggal, Sumatra Utara. Peristiwa tragis ini diduga dilakukan oleh anak kandung korban sendiri, berinisial AI (12), yang masih berstatus pelajar sekolah dasar.

Contents
  • Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Awal
  • Detik-Detik Kejadian
  • Motif: Dendam dan Tekanan Psikologis
  • Pelaku Masih di Bawah Umur

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan rekaman CCTV, pemeriksaan saintifik, serta keterangan para saksi dan anggota keluarga. Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan tidak ada pihak lain yang keluar-masuk rumah korban sejak dua hari sebelum kejadian.

Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Awal

Calvijn memaparkan, pada 8 Desember 2025 atau dua hari sebelum kejadian, korban sempat keluar rumah menggunakan transportasi online pada pukul 08.44 WIB dan kembali ke rumah sekitar pukul 11.23 WIB. Aktivitas korban dan keluarganya terekam jelas dalam CCTV, yang menunjukkan seluruh mobilitas menggunakan layanan transportasi daring tanpa kendaraan pribadi.

“Selalu menggunakan Grab, tidak ada mobil yang mereka gunakan secara pribadi,” ujar Calvijn dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).

Sehari kemudian, pada 9 Desember 2025, dua anak korban terlihat berangkat sekolah pukul 07.06 WIB. Suami korban menyusul berangkat kerja pukul 09.25 WIB dan kembali ke rumah pada malam hari. Sejak 8 Desember hingga peristiwa terjadi, korban tidak tercatat keluar rumah lagi.

“Tidak ada orang lain yang masuk atau keluar selain keluarga ini,” tegas Calvijn.

Detik-Detik Kejadian

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, korban tidur di kamar lantai satu bersama dua anaknya, AI dan kakaknya yang berusia 16 tahun. Sementara suami korban tidur terpisah di lantai dua karena hubungan rumah tangga yang sudah lama tidak harmonis.

Menurut keterangan polisi, AI terbangun dini hari dan memandangi ibunya yang tidur di sampingnya. Rasa marah yang telah lama terpendam kembali muncul. AI kemudian mencuci muka, mengambil pisau di dapur, dan membuka bajunya agar tidak terkena noda darah sebelum melukai korban.

Aksi tersebut sempat diketahui kakak AI yang terbangun dan berusaha menghentikan adiknya dengan merampas pisau. Pisau itu sempat dibuang, namun AI kembali mengambil pisau kecil lain di dapur. Terjadi tarik-menarik hingga pisau terjatuh. Kakak AI kemudian berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayahnya.

Saat ayah dan kakak kembali ke lantai satu, korban masih dalam kondisi hidup dan sempat meminta pertolongan. Ambulans dipanggil, namun nyawa FS tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia dengan sekitar 20 luka tikaman di bagian tangan dan punggung.

Motif: Dendam dan Tekanan Psikologis

Polisi mengungkap, motif pembunuhan dipicu oleh rasa marah dan dendam yang telah lama dipendam pelaku. Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui kerap memarahi, memaki, bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap anak-anaknya.

“Kakak sering dimarahi, dimaki, dipukul menggunakan sapu dan tali pinggang. Adik sering dimarahi dan dicubit,” ungkap Calvijn.

Selain itu, korban juga pernah mengancam suami dan anak-anaknya dengan pisau. Tekanan tersebut membuat pelaku sempat terlintas untuk melukai ibunya sejak 22 November 2025, namun baru memiliki kesempatan pada hari kejadian.

Faktor lain yang memperkuat niat pelaku adalah rasa sakit hati karena game online miliknya dihapus oleh korban. Pelaku juga diketahui kerap menonton tayangan kartun, anime, dan adegan pembunuhan dalam game online, yang disebut turut memberi inspirasi cara melakukan aksinya.

Pelaku Masih di Bawah Umur

Kasus ini menjadi sorotan publik karena pelaku merupakan anak di bawah umur. Setelah kejadian, AI sempat mengganti pakaian dan naik ke lantai dua untuk memeluk ayahnya sebelum akhirnya turun bersama-sama ke lantai satu.

Polisi menegaskan penanganan kasus ini dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku bagi anak berhadapan dengan hukum, dengan tetap mempertimbangkan aspek perlindungan anak dan pendampingan psikologis.

Kasus pembunuhan FS ini menjadi pengingat serius tentang dampak kekerasan dalam rumah tangga serta pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan lingkungan tumbuh kembang anak.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:anak bunuh ibuBerita KriminalKapolrestabes Medankasus kriminal MedanKDRTkronologi pembunuhan Medanpembunuhan anak di bawah umurpembunuhan di MedanSumatera Utara
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

bertambah 1 orang
Trending

Bertambah 1 Orang Positif Covid-19, Begini Kronologis Riwayat Perjalanannya

By
akurasi 2019
keponakan
Hukum & KriminalNews

Tak Tahu Balas Budi, Keponakan Curi Mobil Paman dan Lari ke Kubar, Digadai Rp45 Juta

By
akurasi 2019
KPK Tangguhkan Penahanan Lukas Enembe Karena Kondisi Kesehatan
HeadlineHukum & KriminalNews

KPK Tangguhkan Penahanan Lukas Enembe Karena Kondisi Kesehatan

By
Devi Nila Sari
Waduh, Ojol di Samarinda Nekat Mencuri Lantaran Takut Dicerai Istri Setelah Pakai Uang Dapur Buat Judi Online
Hukum & KriminalNews

Waduh, Ojol di Samarinda Nekat Mencuri Lantaran Takut Dicerai Istri Setelah Pakai Uang Dapur Buat Judi Online

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?