By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Kronologi Kritik Bintang Emon Berujung Serangan di Medsos
Trending

Kronologi Kritik Bintang Emon Berujung Serangan di Medsos

akurasi 2019
Last updated: Juni 19, 2020 12:55 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
bintang emon
Komika Bintang Emon diserang akun-akun anonim usai mengkritik persidangan kasus Novel Baswedan. (Screenshot via instagram @bintangemon)
SHARE
bintang emon
Komika Bintang Emon diserang akun-akun anonim usai mengkritik persidangan kasus Novel Baswedan. (Screenshot via instagram @bintangemon)

Akurasi.id — Viralnya kritikan komika Bintang Emon terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan disambut hangat netizen. Tak hanya menuai komentar positif, Bintang Emon pun mendapat represi di media sosial dari akun-akun anonim hingga tudingan tak berdasar sebagai pengguna narkoba.

baca juga: Bank Syariah Bukopin Samarinda Disomasi Nasabahnya Lantaran Diduga Persulit Pencairan Deposito

Dua terdakwa penyiraman Novel, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dituntut 1 tahun oleh JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6). Jaksa menilai keduanya tidak sengaja melukai mata Novel, namun hanya hendak memberinya pelajaran.

Emon kemudian mengunggah video kritis sekaligus jenaka terkait tuntutan jaksa di akun media sosialnya, Jumat (12/6). Video itu kemudian menjadi viral. Sejumlah pesohor mengunggah ulang video itu. Komentar positif membanjiri Emon.

Pakar media sosial dari Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyebut kata ‘Emon’ baru menjadi viral pada Senin (15/6) pagi.

Sebelumnya, terkait persidangan kasus Novel itu medsos lebih meramaikannya dengan kata “Novel Baswedan” dan “Gak Sengaja” yang mengacu pada keterangan Jaksa soal ulah para terdakwa itu.

Ismail menyebut “Gak Sengaja” lebih banyak dikicaukan oleh pihak yang pro-oposisi. Namun, klaster ini sangat kecil dalam membahas “Bintang Emon”.

“Emon”, kata dia, menjadi viral setelah tiga akun minim follower yang kini sudah di-suspended, @LintangHanita, @tiara61636212, dan @LiarAngsa, masing-masing berkicau dua kali secara bersamaan soal tudingan penggunaan sabu oleh Emon pada Minggu (14/6) pukul 22.47 WIB dan 22.48 WIB.

Ismail sendiri menyebut ketiga akun tersebut sudah ditutup. “Sehingga tidak bisa ditelusuri afiliasi dan historinya,” lanjut dia.

Meski begitu, Ismail mempelihatkan tiga kicauan lainnya dari @LintangHanita dan @tiara61636212 pada jam yang sama dengan serangan terhadap Emon. Bahwa, keduanya menyerang Novel Baswedan.

Kedua akun itu menyalahkan Novel soal kasus pencurian sarang burung walet ketika dia masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu sambil membela dua terdakwa yang merupakan anggota Polri aktif itu. Padahal, Novel sudah terbukti tak terlibat dalam penganiayaan tersangka pencurian burung walet itu.

Meme Emon yang berisi tudingan penggunaan sabu pun beredar kemana-mana mulai Senin (15/6).

Sejak itu, pembelaan terhadap Emon meledak, terutama setelah sejumlah pesohor menyerang balik pemfitnah Emon tersebut seperti stand-up comedian Pandji Pragiwaksono (@pandji) dan Fiersa Besari (@FiersaBesari).

Warganet pun ramai-ramai menyebut serangan terhadap Emon merupakan ulah akun-akun buzzer sembari mengkritisi pemerintah yang takut pada generasi kritis Emon.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Sejak itu, kata “Emon” menjadi lebih viral dibanding kasus utamanya, yakni “Novel Baswedan”.

“Dari trend di atas, tampaknya netizen bergeser perhatiannya, dari membahas isu esensial (Novel Baswedan) menuju isu penyerta,” kata Ismail.

Usai mendapat serangan buzzer, Bintang sempat mengunci akun medsosnya. Baru pada Senin malam, Bintang kembali membuka akunnya.

Ia lantas mencuitkan ucapan terima kasih pada orang-orang yang telah mendukungnya di akun Twitter.

Tak lama setelah itu, muncul unggahan Bintang yang memamerkan surat keterangan negatif narkoba di akun Instagram. Surat itu memuat hasil pemeriksaan dari RS Pondok Indah yang menyatakan Bintang negatif narkoba berdasarkan pemeriksaan urin dan tes amphetamine, opiates coccaine, marijuana, dan benzodiazepine.

Ia selama ini memang dikenal kerap mengunggah video-video kritikan dengan selipan humor khas stand up comedian. Videonya yang berisi pesan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari bahaya Corona juga sempat viral pada Maret lalu.

Tak hanya diserang akun anonim, Bintang Emon juga diganggu lewat aduan di dunia nyata kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pemilik akun yang mengaku sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Charlie Wijaya, mengaku telah melaporkan Emon karena mengklaim hakim telah bersikap proporsional dalam kasus Novel Baswedan.

“Saya telah melaporkan Saudara BE kepada Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. @kemenkominfo. Aduan saya telah dicatat. Dengan nomor tiket #582000613. Kenapa saya melaporkan? bagi Saya hakim sudah melaksanakan tugasnya dengan semestinya dan kita tahu bersama kedua pelaku sudah diadili dan divonis bersalah serta di penjara,” kicau Charlie Wijaya.

Kepala Sub Divisi Digital at Risks SAFEnet, Ellen Kusuma, mengatakan serangan terhadap Emon di medsos tersebut merupakan upaya defamasi atau pencemaran nama baik berujung pada represi atau penindasan di internet.

“Ini menunjukkan situasi demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia yang sangat darurat. Adanya upaya defamasi yang dilakukan oleh buzzer-buzzer tidak jelas asal usulnya untuk mendelegitimasi Bintang Emon juga saya lihat muncul di Twitter,” ujar dia, kepada CNNIndonesia, Senin (15/6).(*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Yusva Alam

TAGGED:Bintang EmonKasus Novel BaswedanKritikSerangan MedsosTuntutan JPUViral
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tahun Depan BBM Premium Bakal Dihapus, Begini Penjelasan Komut Pertamina Ahok
HeadlineTrending

BBM Premium Bakal Dihapus Tahun Depan, Begini Penjelasan Komut Pertamina Ahok

By
akurasi 2019
Jonatan Christie Kalah dari Shi Yu Qi di BWF World Tour Finals 2024, Ini Kata Jojo Usai Pertandingan
OlahragaTrending

Jonatan Christie Kalah dari Shi Yu Qi di BWF World Tour Finals 2024, Ini Kata Jojo Usai Pertandingan

By
Wili Wili
Indonesia Kutuk Aksi Pembakaran Al-Quran oleh Politikus Swedia
CorakHeadlineRagamTrending

Indonesia Kutuk Aksi Pembakaran Al-Quran oleh Politikus Swedia

By
Devi Nila Sari
Viral, Karyawati Ditahan Pulang oleh Manajer Saat Anaknya Sakit hingga Meninggal Dunia
Hukum & KriminalTrending

Karyawati Ditahan Pulang oleh Manajer Saat Anaknya Sakit hingga Meninggal Dunia

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?