By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Catatan > Korban Lubang Tambang Terus Bertambah, Apakah Isran Masih Layak Menahkodai Kaltim?
Catatan

Korban Lubang Tambang Terus Bertambah, Apakah Isran Masih Layak Menahkodai Kaltim?

akurasi 2019
Last updated: Juni 26, 2019 4:58 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Lubang Tambang di Wilayah Ibu Kota Negara Memakan Korban Jiwa
Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang menyoroti keberadaan lubang tambang di wilayah IKN. (Istimewa)
SHARE
Banjir di Samarinda, Kritik  dan Apresiasi atas Kinerja Pemkot
Pradarma Rupang (Istimewa)

Ditulis Oleh: Pradarma Rupang

26 Juni 2019

Sudah waktunya Gubenur Kaltim Isran Noor mengibarkan bendera putih. Kemudian menyerahkan tanggung jawab penutupan lubang tambang di Kaltim kepada pemerintah pusat. Bendera putih sebagai tanda ketidakmampuannya mengurus krisis sosial ekologis yang  tensinya terus memuncak di Kaltim.

Hal itu ditunjukkan dengan kematian remaja dan anak-anak di lubang tambang batu bara.  Tiga hari lalu, 22 Juni 2019,  Ahmad Setiawan, siswa kelas IV Sekolah Dasar, menjadi korban ke-35 yang meninggal di lubang tambang batu bara PT Insani Bara Perkasa (IBP). Sebelumnya, sudah empat anak yang meninggal di lubang milik perusahaan yang sama.

Tak hanya mengibarkan bendera putih, sudah waktunya para pejabat menghentikan “komentar-komentar jahat” yang tidak menunjukkan empati  terhadap keluarga korban. Karena statement itu menyakiti mereka yang telah kehilangan anak-anaknya serta menghina akal sehat bangsa Indonesia.

Upaya pemerintah menyalahkan keluarga korban adalah “cara jahat” pejabat di Kaltim. Mereka menutupi kealpaannya mengawasi aktivitas pertambangan di Bumi Etam.

Sejauh ini, tak terlihat peran pemerintah mengawasi lubang-lubang bekas tambang yang ditelantarkan. Tak ada pula pengawasan secara menyeluruh terhadap kawasan tersebut agar aman bagi masyarakat sekitar.

Padahal, sejumlah aturan yang mewajibkan pelaku tambang bertanggung jawab terhadap konsesi serta lubang tambangnya telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Paska Tambang, dan Peraturan Daerah (Perda) Kaltim Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Paska Tambang.

Beberapa rekomendasi untuk merespons kasus lubang tambang di Kaltim pun telah dihasilkan. Antara lain rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Panitia Khusus (Pansus) Reklamasi dan Investigasi Kasus Bekas Lubang Tambang DPRD Kaltim. Dari dua rekomendasi tersebut, tidak ada satu pun yang dijalankan oleh gubernur Kaltim.

Belum genap satu tahun Isran Noor dan Hadi Mulyadi memimpin Kaltim, sudah enam orang anak meregang nyawa di lubang bekas tambang. Pejabat-pejabat daerah hingga pusat memilih saling melempar tanggung jawab.

Apakah Isran Noor masih layak memimpin Kaltim untuk empat tahun ke depan? Kekecewaan publik kerap muncul disertai pernyataan ketidakpuasan terhadap kepemimpinannya selama beberapa bulan terakhir.

Obral izin di masa lalu tak diperhitungkan dampaknya. Kini, tempat tinggal warga tak lagi aman. Lahan bermain anak-anak terkesan menakutkan. Di sekitar rumah dan pekarangan tersebar lubang-lubang tambang. Ini ibarat ranjau perang yang setiap saat mengancam keselamatan manusia.

Tempat bermain yang aman untuk anak-anak kini hanya ada di mal, kolam hotel, waterboom, dan taman lampion. Akibatnya, orang tua harus merogok koceknya jika buah hatinya ingin bermain dengan aman.

Apakah wahana bermain seperti ini dapat diakses ibu Rahmawati, Nuraini, Marsini, Mulyana, dan beberapa ibu-ibu yang kondisi perekonomiannya berada di strata menengah ke bawah?

Saya mendengar keluhan mereka setelah membaca komentar Isran Noor, “Kami tak sanggup mengupah baby sitter. Seandainya Pak Isran Noor diposisikan seperti kami, apakah dia masih akan berbicara seperti itu?”

Kealpaan pejabat menjalankan tanggung jawabnya melindungi keselamatan rakyat terlihat dari pembiaran keberadaan lubang tambang di seluruh wilayah Kaltim yang jumlahnya 1.735.

Jumlah “lubang maut” yang demikian banyak ini tak membuat para pejabat di Kaltim terusik. Lubang-lubang itu ditelantarkan para pengusaha tambang saat pejabat negara mengagung-agungkan industri batu bara. Faktanya di negeri ini, batu bara jauh lebih berharga dari nyawa anak-anak. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Sekilas: Penulis adalah Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur.

TAGGED:catatanKorban Lubang TambangLubang Bekas TambangPradarma Rupang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Catatan

Memindahkan Ibu Kota, Mengalihkan Pusat Peradaban

By
akurasi 2019
Menyoal Pabrik Semen di Kaltim 
Catatan

Menyoal Pabrik Semen di Kaltim 

By
akurasi 2019
Potensi Konsep Media Sosial (Communication, Connecting, Sharing, Collaboration) Dalam Pendidikan Indonesia
CatatanRagam

Potensi Konsep Media Sosial (Communication, Connecting, Sharing, Collaboration) Dalam Pendidikan Indonesia

By
Redaksi Akurasi.id
Galeh Akbar Tanjung (Anggota Bawaslu Kaltim)
Catatan

Menjaga Kuat untuk Demokrasi Sehat

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?