By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Catatan > Menyoal Pabrik Semen di Kaltim 
Catatan

Menyoal Pabrik Semen di Kaltim 

akurasi 2019
Last updated: April 8, 2019 6:55 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Menyoal Pabrik Semen di Kaltim 
Toni Kumayza(Istimewa)
SHARE
Menyoal Pabrik Semen di Kaltim 
Toni Kumayza (Istimewa)

Ditulis Oleh: Toni Kumayza

8 April 2019

Karts Sangkulirang‑Mangkalihat adalah tandon alam untuk menyimpan cadangan air. Tidak ada makhluk di muka bumi ini yang sanggup membuat air.

Framing media terhadap aksi adalah bagian dari perang wacana kapitalis. Perusahaan tentu memonopoli media-media mainstreem. Corporate social responsibility (CSR) sebelum pendirian pabrik dalam ekspansi ruang kapitalis adalah cara efektif memecah belah perlawanan. Setidaknya barisan kontra tambang akan memilih diam.

Dengan sejumlah “politik kebajikan” yang dilancarkan, perusahaan akan berupaya membangun citra melalui wacana media. Misalnya kemunculan sepanduk dukungan masyarakat lokal di pegunungan karst atas pendirian pabrik tersebut. Ini adalah bentuk adu domba dan pecah belah sesama anggota masyarakat.

Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) adalah kuasa produktif untuk menundukkan perlawanan secara rasional. Amdal sebagai ruang negosiasi sosial dengan membawa bukti ilmiah harus dikritisi setidaknya pada aspek: Pertama, sains disalahgunakan ketika data ilmiah dipilih secara sengaja untuk mendukung argumen para pemangku kepentingan.

Kedua, tidak ada sains yang independen. Pemerintah atau civil society tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mempekerjakan para ilmuwan agar dapat melakukan studi Amdal. Pekerjaan ilmiah umumnya dilakukan orang-orang profesional yang disewa perusahaan. Akibatnya, para profesional ini tidak independen untuk berbicara secara bebas tentang dampak negatif proyek.

Pertumbuhan ekonomi lewat pengukuran produk domestik bruto (PDB) yang dipercaya untuk membangun kesejahteraan lewat investasi adalah suatu nalar yang perlu dikritisi. Asumsi pertumbuhan ekonomi sama dengan kemajuan dan naiknya PDB menjadikan kehidupan lebih baik masih menjadi mantra yang diyakini para birokrat, politisi, akademisi, ekonom, hingga masyarakat arus utama.

PDB menyederhanakan kompleksitas sosial menjadi angka-angka yang kering dan menekankan pada ekonomi pasar sembari mengabaikan kepentingan manusia, sosial, dan ekologi. PDB menghantarkan sebuah era kekayaan materi sembari menumbuhkan ketimpangan, pengurasan sumber daya alam (SDA), dan naiknya keresahan sosial. PDB tak lebih dari cara mengubah yang gratis menjadi berbayar. Maka mengizinkan ekspansi kapitalis, sama saja memberikan kesempatan untuk merampok ruang-ruang kehidupan kita.

Pertumbuhan ekonomi boleh jadi adalah agama sekuler yang dianut dunia. Tapi ia adalah dewa yang gagal bagi sebagian besar masyarakat dunia. Dorongan tiada akhir untuk terus menumbuhkan perekonomian telah melemahkan masyarakat dan lingkungan. Ia menyulut perebutan secara beringas atas energi dan sumber daya lainnya; ia gagal menciptakan lapangan kerja yang dibutuhkan, dan ia mengandalkan konsumerisme pabrikan yang diciptakan bukan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar manusia.

Selama ratusan tahun semenjak era Belanda, Kaltim bergantung pada industri SDA. Industri yang tunduk pada batas-batas tehnologi yang telah mendominasi secara politik, menghancurkan, serta mewariskan kerusakan besar dan lama bagi tanah dan manusia. Perekonomian berbasis SDA adalah perekonomian paksaan, berasal dari luar, dan turun dari tampuk-tampuk tertinggi kekuasaan dan kemakmuran. Inilah hasil dari kecerdasan abstrak industrial dan bayaran, yang asing bagi hakikat tanah, bagi pikiran dan kehidupan rakyat.

Secara umum, mereka untung kita buntung. Sebab kapitalisme adalah perekonomian dengan biaya-biaya tak dibayar. Karena biaya untuk produksi tak diperhitungkan dalam perencanaan bisnis. Mereka tidak membayar biaya hancurnya puncak gunung, nyawa yang hilang pada lubang tambang, kontaminasi ikan dan manusia oleh zat kimia, naiknya keasaman laut, dan pemanasan global akibat karbon dioksida.

Kendati pabrik semen dapat dipaksa memikul biaya polusi dan kerusakan lingkungan, sejatinya harga yang dibayar dalam bentuk uang tidak akan pernah mendekati biaya penuh akibat kerusakan bumi dan isinya. Kini yang terjadi adalah demi sesuap nasi kita akan menghancurkan puncak gunung.

Seorang kawan mengatakan tepat di wajahku, “Aku tahu makanku berasal dari situ. Tapi aku benci menghancurkan pegunungan seperti itu.” Wahai kawanku yang tersandera sistem kerja, kalian terpaksa mengambil pekerjaan yang jenisnya-jenisnya ditentukan kapitalisme yang menyebabkan konflik batin antara kebutuhan akan pekerjaan dan kebutuhan akan lingkungan yang sehat.

Inilah konflik batin dalam benak buruh terdidik yang lahir dari mereka (birokrat, politisi, akademisi, pengusaha) yang terus berusaha mengubah setiap hal di muka bumi ini menjadi komoditas yang bisa diberi label harga. Kalian yang tak berjiwa terus memanipulasi hasrat agar terus tumbuh dan menjual lebih banyak.

Janganlah jumawa akan kemenangan manusia atas alam. Karena untuk setiap kemenangan seperti itu, alam akan membalasnya kepada kita. Frederich Engels berkata, “Memang setiap kemenangan pada saat pertama membawa hasil-hasil yang diinginkan. Tetapi pada saat kedua dan ketiga, dampak-dampak berbeda yang tak terduga selalu sering menghapus yang pertama.” (*)

Editor: Ufqil Mubin

Sekilas: Toni Kumayza adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong. Saat ini, Toni Kumayza sedang menempuh studi doktoral di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

TAGGED:catatanPolemik Pabrik SemenToni Kumayza
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Autobiografi Andri (2): Tak Direstui Ayah
Catatan

Autobiografi Andri (2): Tak Direstui Ayah

By
akurasi 2019
Perang, Hoaks, dan Kepentingan Ekonomi di Suriah
Catatan

Perang, Hoaks, dan Kepentingan Ekonomi di Suriah

By
akurasi 2019
Musik dan Energi Motivasi
Catatan

Musik dan Energi Motivasi

By
akurasi 2019
Tentang Non-Muslim Bukan Kafir
Catatan

Tentang Non-Muslim Bukan Kafir

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
  • Crumbl Cookies Week Menu
  • RK88 Apk Slot
  • Kontak Agen Slot Resmi
  • Apk Slot Mahjong Terbaru Update
  • Data Live Draw
  • Ketentuan Situs Slot Apk
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?