By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Komisi III DPRD Kaltim Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Diam Atas Aktivitas Truk Batu Bara di Jalan Umum
Kabar Politik

Komisi III DPRD Kaltim Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Diam Atas Aktivitas Truk Batu Bara di Jalan Umum

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 17, 2021 7:30 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Komisi III DPRD Kaltim Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Diam Atas Aktivitas Truk Batu Bara di Jalan Umum
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis mempertanyakan sikap diam pemerintah atas adanya aktivitas truk batu bara di jalan-jalan umum seperti di Jembatan Mahkota II Samarinda. (Istimewa)
SHARE
Komisi III DPRD Kaltim Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Diam Atas Aktivitas Truk Batu Bara di Jalan Umum
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis mempertanyakan sikap diam pemerintah atas adanya aktivitas truk batu bara di jalan-jalan umum seperti di Jembatan Mahkota II Samarinda. (Istimewa)

Komisi III DPRD Kaltim Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Diam Atas Aktivitas Truk Batu Bara di Jalan Umum. Di antara jalan umum yang diduga kerap disalahgunakan truk hauling pengangkut batu bara yakni Jembatan Mahkota II Samarinda.

Akurasi.id, Samarinda – Permasalahan klasik perihal tambang ilegal di Kota Tepian -sebutan Samarinda- terus menimbulkan permasalahan. Selain lubang menganga yang tak direklamasi para penjarah emas hitam, aktivitas lalu lintas truk batu bara pun turut menjadi permasalahan yang tak bisa diabaikan.

Seperti Jembatan Mahkota II yang menjadi jalur hubung Kecamatan Palaran dengan Kecamatan Sambutan. Jembatan dengan konstruksi terpanjang di Samarinda ini diduga kerap dijadikan jalur perlintasan truk-truk hauling berisi muatan batu bara.

Merespons perlintasan yang tidak sesuai peruntukannya ini, anggota Komisi III DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis mengatakan, kalau perilintasan Jembatan Mahkota II harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat.

“Yang jelas hal itu jangan sampai terjadi. Ayo saling mengawasi. Yang harusnya mengawasi ayo tanggung jawabnya,” ujar perempuan yang karib disapa Nanda ini, Senin (15/3/2021).

Dorongan politikus Fraksi PDI Perjuangan ini tentu bukan tanpa sebab. Lumrahnya, jembatan dibangun untuk kepentingan masyarakat umum, yang mana harusnya juga menjadi perlintasan kendaraan umum. Bukannya justru menjadi jalur lintas kendaraan industrial.

Oleh sebab itu, Nanda pun mendorong agar pemerintah daerah mampu memperketat pengawasan di Jembatan Mahkota II. Bahkan ia menekankan jika ada terdapat pelanggaran, maka jangan ragu untuk mengambil tindakan tegas. “Harus ditindak tegas jika terdapat pelanggaran,” tekannya.

[irp]

Selain menyorot fasilitas umum, Nanda pun juga menekankan agar pengawasan aktivitas pertambangan juga diseriusi oleh pemerintah. Merujuk data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim medio 2020, tercatat sedikitnya ada 1.735 lubang tambang di Bumi Etam -sebutan Kaltim.

Dari ribuan lubang pasca tambang ini yang terus mengancam kerusakan lingkungan, pasalnya korban jiwa pun turut berjatuhan. Medio 2014 hingga 2020 lubang pasca tambang telah menelan 39 korban jiwa.

Aktivitas kejahatan lingkungan ini pula pasalnya tak lagi malu-malu. Teranyar, praktik tambang ilegal dilakukan tak jauh dari pemakaman pasien Covid-19. Tepatnya di Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara.

[irp]

Ancaman banjir pun terus menghantui masyarakat Samarinda. Sebab wilayah utara yang menjadi daerah resapan air terus terkikis oleh penjarah kekayaan perut bumi. “Pastinya ada tanggung jawab. Rusaknya alam kita ya ulah manusia itu sendiri. Nanti kita pastikan lagi,” pungkas Nanda. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimAktivitas Truk Batu BaraKomisi III DPRD KaltimPemerian Dianggap DiamPertanyakan Sikap PemerintahTruk Tambang Jalan Umum
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Subianto Ulang Tahun ke-74, Hari Ini Menu Makan Bergizi Gratis Serentak Nasi Goreng di Seluruh Indonesia
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Subianto Ulang Tahun ke-74, Hari Ini Menu Makan Bergizi Gratis Serentak Nasi Goreng di Seluruh Indonesia

By
Wili Wili
DPRD Kaltim
Birokrasi

Hasil Rapat AKD, Jahidin Pimpin Komisi I, Veridiana Ketua Komisi II

By
akurasi 2019
Dukung Anies Baswedan Bacapres 2024, AHY: Percepatan ‘Paket Komplet’ Jadi Game Changer
HeadlineKabar PolitikRagamTrending

Dukung Anies Baswedan Bacapres 2024, AHY: Percepatan ‘Paket Komplet’ Jadi Game Changer

By
Devi Nila Sari
Momen Anak-Anak Soeharto Berpelukan Usai Sang Ayah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
HeadlineKabar Politik

Momen Anak-Anak Soeharto Berpelukan Usai Sang Ayah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?