By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Kesaksian Detik-Detik Peristiwa Berdarah Sengketa Lahan Warga Palaran, dari Penembakan Brutal hingga Aksi Pembunuhan
News

Kesaksian Detik-Detik Peristiwa Berdarah Sengketa Lahan Warga Palaran, dari Penembakan Brutal hingga Aksi Pembunuhan

Devi Nila Sari
Last updated: April 26, 2021 11:26 am
By
Devi Nila Sari
Share
6 Min Read
Kesaksian Detik-Detik Peristiwa Berdarah Sengketa Lahan Warga Palaran, dari Penembakan Brutal hingga Aksi Pembunuhan
Peristiwa penembakan brutal hingga pembunuhan dalam kasus sengketa lahan di Palaran, Samarinda, benar-benar membuat heboh dan trauma warga sekitar. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Kesaksian Detik-Detik Peristiwa Berdarah Sengketa Lahan Warga Palaran, dari Penembakan Brutal hingga Aksi Pembunuhan
Peristiwa penembakan brutal hingga pembunuhan dalam kasus sengketa lahan di Palaran, Samarinda, benar-benar membuat heboh dan trauma warga sekitar. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Kesaksian Detik-Detik Peristiwa Berdarah Sengketa Lahan Warga Palaran, dari Penembakan Brutal hingga Aksi Pembunuhan. Sebelum beraksi, para pelaku penembakan dan pembunuhan yang diketahui tak lain masih bersaudara, diduga telah menyusun rencana itu sejak awal.

Akurasi.id, Samarinda – Bentrok antara warga dengan Kelompok Tani Empang Jaya yang terjadi di Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Samarinda, Sabtu (10/4/2021) lalu, benar-benar menghebohkan warga. Apalagi dalam peristiwa itu, salah seorang warga bernama Burhanuddin tewas dengan luka gorok di leher hingga nyaris putus.

Ironisnya, aksi brutal dari penembakan menggunakan senja api rakitan terhadap 6 warga Palaran hingga jatuhnya korban jiwa itu, belakangan diketahui, rupanya merupakan bentuk penyergapan yang telah direncanakan.

Hal ini diungkapkan Saidal seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian berdarah tersebut. Kepada media ini, pria 53 tahun itu menjelaskan, jika permasalahan awal bermula dari penyerobotan tanah yang dilakukan Kelompok Tani Empang Jaya sejak 5 tahun belakangan.

Peristiwa yang tak kunjung usai itu pun pecah saat warga berkumpul pada Sabtu pagi, 10 April 2021. Tujuannya untuk memastikan patok lahan mereka yang kerap digeser oleh Poktan Empang Jaya tidak terjadi.

“Kami semua kumpul sekira jam 9 pagi. Terus sama-sama jalan kaki menuju lahan untuk membenahi patok di sana,” ucap Saidal memulai ceritanya, Senin (12/4/2021).

Sekira satu jam menempuh perjalanan kaki, Saidal bersama puluhan warga lainnya tiba di lokasi. Di sana mereka memastikan patok lahan mereka berdasarkan segel maupun Surat Peryataan Penguasaan Tanah (SPPT).

[irp]

“Kami tidak punya kelompok tani. Cuman yang jelas setiap warga itu menguasi sebidang lahan, sekitar satu sampai satu setengah hektare dengan surat izin yang legal,” lanjutnya.

Saat warga tengah membenahi patok lahan mereka, tiba-tiba ada seseorang dari Kelompok Tani Empang Jaya menghadang warga dan sempat terjadi adu mulut. Pria dari Poktan Empang Jaya itu melarang kelompok warga menggeser patok lahan. Sebab menurutnya penguasaan lahan itu sah dimiliki Poktan Empang Jaya.

Ketegangan mulai terjadi, tak lama berselang dari arah belakang pria itu, rekannya datang mendekat dilengkapi dengan senjata tajam setiap orangnya.

“Lama-lama rame. Kami instruksikan ke yang lain buat mundur. Jadi masyarakat akhirnya mundur. Setelah mundur, mereka teriak kenapa mundur pengecut. Saya lihat memang ada satu yang bawa penabur (senjata rakitan),” terangnya.

Tanpa pikir panjang, salah seorang kelompok tani yang memegang senjata rakitan langsung membrondong warga. Hingga menyebabkan warga yang panik berhamburan menyelamatkan diri. “Saya langsung lari sekitar 100 meter, di dekat saya ada Burhanuddin dan satu warga lainnya yang juga melarikan diri,” kata Saidal.

Di tengah pelariannya, samar-samar dari belakang Saidal mendengar jika seseorang dari Kelompok Tani Empang Jaya berkata kepada si pemegang senjata penabur untuk menembak warga yang menggunakan pakaian dan topi berwarna hitam. Yang mana ciri itu mirip dengan pakaian yang dikenakan Burhanuddin saat kejadian.

“Selang beberapa detik dari perkataan itu, kemudian ada tembakan susulan. Saat itu Burhanuddin sama warga lainnya langsung terjatuh,” bebernya.

[irp]

“Waktu itu warga yang terjatuh sempat bangun dan lari lagi. Sedangkan almarhum (Burhanuddin) sudah terkapar, engga gerak lagi. Saya juga enggak lihat persis setelahnya. Kalau dari lukanya almarhum sih, indikasinya ya digorok setelah terjatuh itu,” sambungnya.

Duduk Perkara Sengketa Lahan

Tak hanya peristiwa itu, Saidal juga menerangkan awal sengketa tanah, diketahui ia dan warga lainnya pada 2004 silam membeli lahan itu melalui seorang pria bernama Alimuddin. Lahan yang dibeli Saidal pun sejatinya milik Kelompok Tani Empang Jaya namun masih dalam pimpinan sebelumnya, yakni almarhum Hanafi.

Sepeninggalan Hanafi, Poktan Empang Jaya berganti kepemimpinan. Yang mana ketua, wakil, dan sekretarisnya merupakan tiga bersaudara anak dari almarhum Hanafi. “Tapi pergantian pimpinan ini tidak pernah diketahui siapapun, bahkan kelurahan juga tidak mengetahuinya,” ulasnya.

Tanpa sepengetahuan pihak manapun, Kelompok Tani Empang Jaya dengan kepemimpinan baru ini lantas tidak mengakui jual beli lahan dari mendiang Hanafi kepada Saidal dan warga lainnya. Warga pun lantas tak diperbolehkan melakukan aktivitas tanam tumbuh.

Saat ada warga yang memaksa, maka pihak Kelompok Tani Empang Jaya tak segan melakukan pengerusakan. Hal ini terus berlangsung selama 5 tahun terakhir.

“Kami sudah beberapa kali melaporkan ke polisi tapi tidak ada tanggapan. Kami kembali ke lurah sebagai ujung tombak. Di kelurahan juga tidak bisa menyelesaikan karena hanya berupa saran,” keluhnya.

[irp]

Saat ini Saidal dan warga Handil Bakti berharap kasus ini tak berlarut-larut, dan kepolisian dapat mengusut tuntas persitiwa berdarah ini. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

 

TAGGED:#Kasus PembunuhanDetik-Detik Peristiwa BerdarahHandil BaktiKasus KriminalPembunuhan Warga PalaranPenembakan Brutal WargaSamarindaSengketa Lahan Warga Palaran
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

BGN Minta Maaf atas Keracunan MBG di Duren Sawit
HeadlinePeristiwa

BGN Minta Maaf atas Keracunan MBG di Duren Sawit

By
Wili Wili
Grup Musik Debu Kecelakaan di Tol Paspro, 2 Tewas 4 Luka
HeadlinePeristiwa

Grup Musik Debu Kecelakaan di Tol Paspro, 2 Tewas 4 Luka

By
akurasi 2019
Enam remaja
Hukum & KriminalTrending

Biadab!!! 6 Remaja Gilir Bocah 12 Tahun di Penginapan

By
akurasi 2019
Dihantam Batu Bata, Wanita Penjaga Warung Kopi Dirampok
News

Dihantam Batu Bata, Wanita Penjaga Warung Kopi Dirampok

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?