By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Kasus Hasto Kristiyanto, Effendi Simbolon Desak Megawati Mundur dari PDIP
HeadlinePeristiwa

Kasus Hasto Kristiyanto, Effendi Simbolon Desak Megawati Mundur dari PDIP

Wili Wili
Last updated: Januari 9, 2025 4:03 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Kasus Hasto Kristiyanto, Effendi Simbolon Desak Megawati Mundur dari PDIP
Kasus Hasto Kristiyanto, Effendi Simbolon Desak Megawati Mundur dari PDIP. Foto: Tribun.
SHARE

Akurasi.id – Kasus dugaan suap yang melibatkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, terus memicu polemik politik. Mantan kader PDIP, Effendi Simbolon, menyebut kasus ini sebagai “petaka besar” bagi partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Effendi bahkan mendesak Megawati untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas kasus hukum yang menjerat Hasto.

Contents
  • Tanggapan Keras dari PDIP
  • Kasus yang Bermuatan Politik?
  • Kronologi Kasus

“Kejadian ini fatal. Harusnya semua kepemimpinan, termasuk Ketua Umum, juga mengundurkan diri. Ini bukan hanya masalah etika, tetapi masalah hukum yang serius,” ujar Effendi, Rabu (8/1/2025).

Effendi menyebut, langkah mundur Megawati dapat menjadi simbol tanggung jawab partai terhadap publik. Dia juga menyerukan restrukturisasi menyeluruh dalam kepemimpinan PDIP, termasuk jabatan strategis lainnya.

Tanggapan Keras dari PDIP

Pernyataan Effendi langsung mendapat reaksi keras dari internal PDIP. Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menyebut pernyataan Effendi tidak pantas mengingat dirinya sudah dipecat dari partai.

“Pernyataannya yang meminta Ibu Megawati mundur adalah tindakan kurang ajar. Effendi tidak memiliki legitimasi untuk mengomentari PDIP,” tegas Guntur.

Guntur bahkan menduga pernyataan Effendi muncul setelah pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, ada pihak-pihak yang ingin mengacak-acak PDIP dengan menggunakan kasus ini sebagai pintu masuk.

Kasus yang Bermuatan Politik?

PDIP mencurigai bahwa penetapan tersangka Hasto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermuatan politik. Ketua Tim Penasihat Hukum Hasto, Todung Mulya Lubis, juga mengungkapkan keraguannya terkait motif di balik kasus ini.

“Kami semakin meragukan perkara ini murni penegakan hukum. Ada indikasi kuat kasus ini digunakan untuk menekan Ibu Megawati mundur,” ujar Todung.

Kecurigaan ini diperkuat oleh pernyataan Guntur Romli yang menyebut kasus Hasto sebagai “orderan politik”. Menurutnya, hal ini adalah bagian dari strategi lawan politik untuk menjatuhkan citra PDIP dan Megawati.

Kronologi Kasus

KPK menetapkan Hasto Kristiyanto dan stafnya, Donny Tri Istiqomah, sebagai tersangka pada 24 Desember 2024. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap terkait mantan caleg PDIP, Harun Masiku, yang melibatkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Hasto juga diduga memerintahkan Harun untuk merusak barang bukti berupa ponsel dan melarikan diri. Selain itu, ia dituduh mengondisikan saksi agar memberikan keterangan tidak jujur kepada KPK.

Kasus ini memunculkan berbagai opini di kalangan politik dan masyarakat. Sementara Effendi menilai perlu adanya pembaruan total di tubuh PDIP, pihak internal PDIP justru melihat ini sebagai serangan terhadap partai.

Bagaimanapun, kasus ini menjadi ujian besar bagi PDIP menjelang tahun politik. Langkah partai dalam menghadapi tekanan hukum dan politik akan menentukan masa depan mereka di panggung nasional.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

 

TAGGED:berita terkini PDIPdesakan mundur MegawatiEffendi SimbolonHasto Kristiyantokasus korupsi PDIPkasus suap Harun MasikuKomisi Pemberantasan KorupsiMegawati SoekarnoputriPDIPpolitik indonesia
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemdes Donowarih Imbau Warga Mengungsi Sementara karena Karnaval Gunakan 11 Sound Horeg
PeristiwaTrending

Pemdes Donowarih Imbau Warga Mengungsi Sementara karena Karnaval Gunakan 11 Sound Horeg

By
Wili Wili
PDIP Jelaskan Alasan Tia Rahmania dan Rahmad Handoyo Batal Dilantik Sebagai Anggota DPR
HeadlineKabar Politik

PDIP Jelaskan Alasan Tia Rahmania dan Rahmad Handoyo Batal Dilantik Sebagai Anggota DPR

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Sebut TNI Anak Kandung Rakyat, Tekankan Kepemimpinan dan Teknologi di Era AI
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Sebut TNI Anak Kandung Rakyat, Tekankan Kepemimpinan dan Teknologi di Era AI

By
Wili Wili
MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah, Pemilu Serentak 5 Kotak Dihapus Mulai 2029
HeadlinePeristiwa

MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah, Pemilu Serentak 5 Kotak Dihapus Mulai 2029

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?