By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Siswa SD di Medan Dipaksa Duduk di Lantai Karena Belum Bayar SPP
PeristiwaTrending

Siswa SD di Medan Dipaksa Duduk di Lantai Karena Belum Bayar SPP

Wili Wili
Last updated: Januari 11, 2025 3:04 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Siswa SD di Medan Dipaksa Duduk di Lantai Karena Belum Bayar SPP
Siswa SD di Medan Dipaksa Duduk di Lantai Karena Belum Bayar SPP. Foto: Kompas.
SHARE

Medan, Akurasi.id – Viral di media sosial seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan, Sumatera Utara, berinisial MI (10), dipaksa duduk di lantai kelas selama tiga hari lantaran menunggak Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama tiga bulan. Insiden ini menuai perhatian publik dan mengundang keprihatinan berbagai pihak.

Contents
  • Keprihatinan Publik dan Respons Wakil Ketua DPRD Sumut
  • Kesulitan Ekonomi dan Permintaan Dispensasi

Ibu siswa tersebut, Kamelia (38), merasa terpukul dengan perlakuan tak manusiawi yang diterima putranya. “Saya sempat nangis, ‘Ya Allah kok begini sekali.’ Saya lihat anak saya memang duduk di lantai, dan saya bilang kejam sekali gurumu, nak,” ujar Kamelia sambil terisak saat ditemui di rumahnya di Jalan Brigjen Katamso, Gang Jarak, Medan Johor.

Menurut penuturan Kamelia, hukuman tersebut berlangsung dari 6 hingga 8 Januari 2025, saat MI, siswa kelas IV SD Yayasan Abdi Sukma, Medan, diharuskan duduk di lantai keramik selama jam pelajaran berlangsung. Hal ini terjadi karena tunggakan SPP sebesar Rp450 ribu yang belum terbayar. Kamelia menjelaskan bahwa biaya pendidikan anaknya biasanya ditutupi dengan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP), namun dana tersebut belum cair.

Keprihatinan Publik dan Respons Wakil Ketua DPRD Sumut

Kasus ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, yang langsung mengunjungi kediaman Kamelia pada Jumat (10/1/2025). Ihwan mengecam tindakan pihak sekolah dan meminta Dinas Pendidikan Kota Medan untuk segera menindaklanjuti kasus ini.

“Ini adalah pelanggaran nilai-nilai pendidikan. Dinas Pendidikan harus segera mengambil tindakan terhadap pihak sekolah dan wali kelas MI agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Ihwan.

Ia juga menyoroti pentingnya empati lembaga pendidikan terhadap kondisi ekonomi siswa. “Sekolah, baik negeri maupun swasta, harus memikirkan keberlangsungan pendidikan siswa, bukan hanya soal SPP.”

Kesulitan Ekonomi dan Permintaan Dispensasi

Kamelia, yang bekerja sebagai relawan di Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), mengaku telah meminta dispensasi agar anaknya tetap bisa mengikuti ujian semester. Permintaan itu dikabulkan, namun MI tetap tidak diizinkan mengambil rapor karena tunggakan belum dilunasi.

“Saya sempat sakit saat pembagian rapor, jadi tidak bisa ke sekolah. Setelah itu, anak saya langsung dipaksa duduk di lantai saat kembali belajar,” ungkap Kamelia.

Ia merasa bersalah karena tidak mampu membayar SPP tepat waktu, namun menyesalkan perlakuan pihak sekolah yang menghukum anaknya. “Kalau mau menghukum, hukum saya sebagai orang tua, bukan anak saya yang hanya ingin belajar.”

Kamelia berencana melunasi tunggakan dengan menjual atau menggadaikan ponselnya. Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar siswa tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa. “Anak-anak hanya ingin belajar. Jangan sampai pendidikan mereka terganggu karena masalah keuangan.”

Sementara itu, publik berharap adanya tindak tegas terhadap sekolah yang melanggar prinsip dasar pendidikan. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk MI dan keluarganya.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Dinas Pendidikan Medandiskriminasi sekolahkasus MI Medanpendidikan di Medansiswa dipaksa duduk di lantaisiswa SD dihukumsiswa SD Medantunggakan SPPviral MedanWakil Ketua DPRD Sumut
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Banyak Anak yang Cuci Darah, Pakar di RSHS Sebut Bukan Akibat Minuman Manis
KesehatanTrending

Banyak Anak yang Cuci Darah, Pakar di RSHS Sebut Bukan Akibat Minuman Manis

By
Wili Wili
Korban Kecelakaan Tugboat Blue Dragon 12 Ditemukan Meninggal Dunia
HeadlinePeristiwa

Korban Kecelakaan Tugboat Blue Dragon 12 Ditemukan Meninggal Dunia

By
Devi Nila Sari
Warga Antusias Saksikan Geladi Bersih HUT Ke-79 TNI di Monas, Berfoto Bersama TNI Jadi Momen Spesial
PeristiwaTrending

Warga Antusias Saksikan Geladi Bersih HUT Ke-79 TNI di Monas, Berfoto Bersama TNI Jadi Momen Spesial

By
Wili Wili
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
HeadlinePeristiwa

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?