By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Ledakan Kasus Covid-19 Kaltim Kian Menjadi, DPRD Kaltim Wanti-Wanti Pentingnya Prokes 5M
Kabar Politik

Ledakan Kasus Covid-19 Kaltim Kian Menjadi, DPRD Kaltim Wanti-Wanti Pentingnya Prokes 5M

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Juli 10, 2021 9:02 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Ledakan Kasus Covid-19 Kaltim Kian Menjadi, DPRD Kaltim Wanti-Wanti Pentingnya Prokes 5M
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub mengingatkan pentingnya 5M cegah Covid-19. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)
SHARE
Ledakan Kasus Covid-19 Kaltim Kian Menjadi, DPRD Kaltim Wanti-Wanti Pentingnya Prokes 5M
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub mengingatkan pentingnya 5M cegah Covid-19. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Ledakan Kasus Covid-19 Kaltim Kian Menjadi, DPRD Kaltim Wanti-Wanti Pentingnya Prokes 5M. Rusman Ra’qub mengingatkan pengawasan terhadap pelaksanaan isolasi mandiri hingga dengan keberadaan OTG. Termasuk pentingnya penegakan aturan terhadap prokes itu sendiri.

Akurasi.id, Samarinda – Peningkatan angka terkonfirmasi positif Covid-19 membuat para anggota DPRD Kaltim juga ikut khawatir. Legislatif mengingatkan penyebaran wabah Covid-19 lewat orang tanpa gejala (OTG). Untuk itu, pelaksanaan isolasi mandiri hingga kepatuhan publik dalam menjalankan 5M (Menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) diminta benar-benar diperhatikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub mengatakan, penanganan kasus OTG patut lebih diperhatikan. Mengingat tidak adanya kontrol pemerintah maupun Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 terhadap penanganan kasus OTG. Karena itu bisa jadi penyebab ledakan kasus Covid-19 Kaltim.

“Boleh isolasi mandiri atau tidak. Seandainya isolasi mandiri persyaratannya seperti apa. Kalau dia isolasi mandiri. Kalau dia ketat dalam melaksanakan isolasi mandiri. Kalau dia jalan-jalan seperti apa,” terangnya belum lama ini.

“Terkadang biasanya positif tapi dia OTG jalan ke mana-mana, kan orang-orang di sekitarnya tidak tahu akan hal itu. Kan bisa menyebabkan cluster baru,” imbuhnya.

Jika tidak ada isolasi mandiri, dia berkata, maka pilihannya adalah isolasi terpusat. Namun, yang menjadi pertimbangan kemudian adanya kendala dalam kemampuan fasilitas kesehatan (faskes) yang tersedia.

Ia mengatakan, isolasi mandiri memiliki syarat-syarat tertentu. Misalnya harus memiliki kamar yang digunakan sendiri. Tanpa ada orang lain di dalamnya. Begitupun terkait makanan beserta alat-alat yang digunakan. “Siapa yang mengawasi. Harusnya Satgas Covid-19, tapi tidak bisa, tenaganya tidak sanggup,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, yang lebih berbahaya, yang bersangkutan sudah melakukan rapid test antigen. Namun, yang menjadi pertanyaan apakah alat tes antigen yang dimaksud valid. Mengingat rapid test antigen memiliki sensitivitas maksimal 94 persen dan spesifisitas lebih dari 97 persen dengan tingkat negatif palsu tinggi.

[irp]

“Kalau antigen saja sekarang WHO sudah tidak pakai. Karena tingkat akurasinya tidak memadai, yang dicari adalah tes dengan tingkat akurasi lebih tinggi,” tuturnya.

Kemudian yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah akses jangkauannya. Menurutnya, hal-hal yang berkaitan dengan Covid-19 tidak sesederhana yang dibayangkan masyarakat. Di sisi lain, tingkat kepatuhan publik dalam menjalankan 5M turut memberikan sumbangsih terkait kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19.

“Artinya yang tidak terdeteksi itu sebenarnya angkanya lebih besar daripada itu. Angka terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirilis itu nilainya bisa 3 kali lebih besar. Karena masih banyak orang yang positif namun belum dikofirmasi,” tukasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimKasus Covid-19 KaltimPenerapan ProkesPentingnya Prokes 5MRusman Yaqub
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Menuju Pilkada, Kasmidi Bulang Siap Berjuang untuk Kutim
Kabar Politik

Menuju Pilkada, Kasmidi Bulang Siap Berjuang untuk Kutim

By
akurasi 2019
Sampaikan Ragam Persoalan Ketenagakerjaan di Kaltim, Sutomo Jabir Datangi Kemenaker RI
Kabar Politik

Sampaikan Ragam Persoalan Ketenagakerjaan di Kaltim, Sutomo Jabir Datangi Kemenaker RI

By
Devi Nila Sari
Jokowi Dukung Kaesang Kembali Jadi Ketum PSI, Tak Jadi Maju di Pemilihan Raya
HeadlineKabar Politik

Jokowi Dukung Kaesang Kembali Jadi Ketum PSI, Tak Jadi Maju di Pemilihan Raya

By
Wili Wili
Perda Ketahanan Pangan Butuh Komitmen Pemerintah, BW Sebut Amanah Undang-Undang
Kabar Politik

Perda Ketahanan Pangan Butuh Komitmen Pemerintah, BW Sebut Amanah Undang-Undang

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?