By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Karyawati Ditahan Pulang oleh Manajer Saat Anaknya Sakit hingga Meninggal Dunia
Hukum & KriminalTrending

Karyawati Ditahan Pulang oleh Manajer Saat Anaknya Sakit hingga Meninggal Dunia

Wili Wili
Last updated: September 19, 2024 10:31 am
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Viral, Karyawati Ditahan Pulang oleh Manajer Saat Anaknya Sakit hingga Meninggal Dunia
Viral, Karyawati Ditahan Pulang oleh Manajer Saat Anaknya Sakit hingga Meninggal Dunia. Foto: Tiktok.
SHARE

Akurasi.id – Kisah pilu seorang karyawati yang ditahan oleh manajernya untuk pulang saat anaknya sakit kejang hingga meninggal dunia, kini viral di media sosial. Kisah ini pertama kali diungkap oleh akun TikTok @ReivanMaulanaHadi dan diunggah ulang oleh akun Instagram @ohmeygatt. Dalam unggahan tersebut, ibu malang ini membagikan kisah bagaimana ia tidak mendapatkan izin pulang dari atasannya meskipun anaknya dalam kondisi kritis.

Contents
  • Kekerasan di Tempat Kerja: Bukan Kasus Pertama
  • Respons Warganet dan Perjuangan Hukum

Kejadian tersebut bermula saat sang ibu meminta izin kepada atasannya pada pukul 19.57 WIB, untuk pulang karena anaknya mengalami kejang-kejang. Namun, permintaan itu direspon dengan pertanyaan yang menyakitkan, “Laki lu ke mana?”, dari atasannya. Ibu itu pun menjawab bahwa suaminya sedang bekerja, tetapi balasan yang diterimanya malah semakin mengecewakan, “Kenapa gak suruh laki lu aja yang pulang?”

Dalam kondisi yang penuh dilema, ibu tersebut tetap memilih pulang untuk melihat kondisi anaknya, meskipun tidak mendapat izin dari manajernya. Setibanya di rumah, anaknya yang masih balita harus segera dilarikan ke ICU. Sayangnya, nyawa sang anak tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Minggu siang.

Unggahan tersebut membuat warganet turut meradang dan mempertanyakan nasib sang anak. Ibu itu pun mengaku bahwa perasaan sakit hati dan dendam terhadap manajernya masih terus menghantui hingga saat ini. Dalam unggahannya, ia menulis, “Demi Allah saya sakit hati atas perlakuannya, ucapannya. Semoga seumur hidupmu dirundung duka, semoga anda merasakan sakit yang saya rasakan.”

Dari pengakuannya, diketahui bahwa manajernya hanya seorang Manager On Duty (MOD) dan bukan manajer utama. Setelah kejadian tragis ini, ibu muda tersebut memutuskan untuk berhenti bekerja dan kini harus menjalani hidup tanpa putranya.

Kekerasan di Tempat Kerja: Bukan Kasus Pertama

Kasus serupa juga sempat terjadi pada seorang karyawan bernama CS (27), yang bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta Pusat. CS menjadi korban kekerasan fisik, verbal, dan psikis dari atasannya yang berinisial C (43). Kekerasan tersebut telah berlangsung sejak 2022, dengan puncaknya terjadi pada 2024, ketika CS dipaksa untuk melakukan penyiksaan diri sendiri. Selain itu, ia juga dipaksa bekerja tanpa henti, bahkan hingga terpapar Covid-19 selama perjalanan bisnis ke Kanada.

Meski CS telah berulang kali mengajukan pengunduran diri, permintaannya selalu ditolak oleh atasannya. Hingga akhirnya, CS dipaksa mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas pada tahun 2023, meskipun kemudian diizinkan kembali bekerja dari rumah.

Respons Warganet dan Perjuangan Hukum

Kasus-kasus seperti ini memunculkan kekhawatiran tentang kondisi kerja yang tidak manusiawi di berbagai perusahaan. Warganet pun menyuarakan dukungannya terhadap para korban yang berani berbicara dan berharap agar pihak terkait mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:anak sakit meninggalcurhat di TikTokkekerasan di tempat kerjamanajer tidak beri izinpelecehan karyawanperlakuan tidak adilperusahaan tidak manusiawitenaga kerja IndonesiaViral di Media Sosialviral karyawati
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Naik Lagi! Ini Harga BBM Non Subsidi per September 2026

Akurasi.id - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penyesuaian.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pabrikan Ducati Dominasi 5 Besar Sprint Race di Mandalika 2024
OtomotifTrending

Pabrikan Ducati Dominasi 5 Besar Sprint Race di Mandalika 2024

By
Wili Wili
Ketua Tim Kuasa Hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir hadir di Bareskrim Mabes Polri - akurasi.id
HeadlineHukum & Kriminal

Edy Mulyadi Ogah Diperiksa Bareskrim, Sebut Pemanggilan Tak Sesuai KUHAP

By
Devi Nila Sari
Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Asal Indonesia di Arab Saudi: 6 WNI Meninggal Dunia
PeristiwaTrending

Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Asal Indonesia di Arab Saudi: 6 WNI Meninggal Dunia

By
Wili Wili
Sebelum Ledakan Bom, Satpam Sempat Lihat Pelaku dan Melarang Masuk Gereja Katedral Makassar
Trending

Sebelum Ledakan Bom, Satpam Sempat Lihat Pelaku dan Melarang Masuk Gereja Katedral Makassar

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?